- Gigitan tidak sengaja.
- Makanan asam atau pedas.
- Stres.
- Kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12 atau zat besi.
Kenapa Bagian Bawah Lidah Sakit? Ini Penyebabnya

Nyeri di bawah lidah sering disebabkan oleh iritasi ringan seperti sariawan atau trauma kecil.
Infeksi, batu kelenjar ludah, hingga gangguan saraf juga bisa menjadi penyebab.
Gejala yang menetap atau memburuk perlu diperiksa untuk menyingkirkan kondisi serius.
Bagian bawah lidah memiliki banyak struktur penting, mulai dari pembuluh darah, saraf, hingga kelenjar ludah. Ketika muncul rasa sakit di area ini, sensasinya bisa sangat mengganggu, terutama saat kamu makan, berbicara, atau menelan.
Nyerinya bisa terasa ringan seperti perih, atau lebih tajam dan menusuk. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak berbahaya. Namun pada kondisi tertentu, rasa sakit di bawah lidah bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang perlu ditangani lebih serius.
Memahami penyebab nyeri di bagian bawah lidah membantu menentukan apakah kondisi ini cukup ditangani sendiri atau perlu evaluasi medis.
Table of Content
1. Sariawan dan iritasi adalah penyebab paling umum
Salah satu penyebab paling sering adalah sariawan (ulkus aftosa/stomatitis aftosa). Luka kecil ini bisa muncul di bawah lidah dan menyebabkan nyeri, terutama saat terkena makanan atau minuman.
Sariawan dapat dipicu oleh:
Selain itu, iritasi mekanis seperti gesekan dari gigi tajam, behel, atau gigi palsu juga dapat menyebabkan luka kecil di bawah lidah.
Penelitian menunjukkan bahwa mikrotrauma berulang merupakan salah satu faktor utama terbentuknya ulkus di rongga mulut.
2. Infeksi pada mulut dan kelenjar ludah

Infeksi juga bisa menjadi penyebab nyeri di bawah lidah. Area ini dekat dengan kelenjar ludah sublingual dan submandibular.
Infeksi pada kelenjar ludah (sialadenitis) dapat menyebabkan:
- Nyeri di bawah lidah atau rahang.
- Pembengkakan.
- Mulut terasa kering atau pahit.
Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, terutama ketika aliran saliva terganggu. Dalam beberapa kasus, infeksi virus atau jamur seperti kandidiasis oral juga bisa memicu rasa tidak nyaman di area ini.
Menurut penelitian, gangguan mikrobiota oral dapat meningkatkan risiko infeksi pada jaringan mulut.
3. Batu kelenjar ludah (sialolitiasis)
Kondisi lain yang cukup sering terjadi adalah terbentuknya batu kecil di saluran kelenjar ludah. Batu ini dapat menghambat aliran saliva dan menyebabkan:
- Nyeri saat makan.
- Sensasi tegang atau penuh di bawah lidah.
- Pembengkakan yang hilang timbul
Sialolitiasis merupakan penyebab umum gangguan kelenjar ludah. Rasa sakit biasanya meningkat saat makan karena produksi saliva meningkat, tetapi alirannya terhambat oleh batu.
4. Reaksi alergi atau iritasi kimia

Produk tertentu seperti obat kumur, pasta gigi, atau makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi iritasi atau alergi ringan di bawah lidah.
Gejalanya bisa berupa:
- Rasa perih atau terbakar.
- Kemerahan.
- Sensitivitas meningkat.
Bahan kimia tertentu dalam produk oral dapat memicu iritasi mukosa mulut pada individu sensitif.
5. Gangguan saraf (neuralgia)
Dalam beberapa kasus, nyeri di bawah lidah tidak berasal dari luka atau infeksi, tetapi dari gangguan saraf.
Salah satunya adalah neuralgia, kondisi ketika saraf menjadi terlalu sensitif atau teriritasi.
Gangguan saraf di area oral dapat menyebabkan nyeri tajam atau sensasi terbakar tanpa lesi yang terlihat.
Nyeri ini sering:
- Datang tiba-tiba.
- Terasa seperti sengatan listrik.
- Sulit dijelaskan secara fisik.
6. Kondisi yang lebih serius (jarang, tapi perlu diwaspadai)

Meski jarang, tetapi nyeri di bawah lidah juga bisa berkaitan dengan kondisi yang lebih serius seperti tumor atau kanker mulut.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Luka yang tidak sembuh lebih dari 2 minggu.
- Nyeri menetap.
- Benjolan atau perubahan jaringan.
Deteksi dini sangat penting, karena prognosis jauh lebih baik jika ditangani lebih awal.
Nyeri di bawah lidah bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan seperti sariawan hingga kondisi yang lebih kompleks seperti infeksi atau gangguan kelenjar ludah.
Jika nyeri berlangsung lama, makin parah, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan atau luka yang tidak sembuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat tidak hanya meredakan nyeri, tetapi juga mencegah komplikasi yang lebih serius.
Referensi
Mayo Clinic. “Canker Sores.” Diakses Maret 2026.
Cleveland Clinic. “Salivary Gland Infection.” Diakses Maret 2026.
National Institutes of Health. “Salivary Gland Disorders.” Diakses Maret 2026.
American Dental Association. “Oral Health Topics.” Diakses Maret 2026.
World Health Organization. “Oral Health.” Diakses Maret 2026.
Crispian Scully and Stephen Porter, “Recurrent Aphthous Stomatitis: Current Concepts of Etiology, Pathogenesis and Management,” Journal of Oral Pathology and Medicine 18, no. 1 (January 1, 1989): 21–27, https://doi.org/10.1111/j.1600-0714.1989.tb00727.x.
John J. Rajasekaran et al., “Oral Microbiome: A Review of Its Impact on Oral and Systemic Health,” Microorganisms 12, no. 9 (August 29, 2024): 1797, https://doi.org/10.3390/microorganisms12091797.


![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Makanan Khas Lebaran Ini? Uji di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240404/pexels-juan-anatama-19981467-945e206a2e17e7061e645b8d6d96b0ff.jpg)
![[QUIZ] Dari Outfit Lebaran, Kamu Tipe Pemaaf atau Pendendam?](https://image.idntimes.com/post/20260311/pexels-pnw-prod-9218414-1_532c950a-293a-471e-b638-3bc5695d5906.jpg)

![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member BTS? Buktikan Kamu ARMY](https://image.idntimes.com/post/20260114/upload_bf1ccd14bf630ef71b3b68dc4d2ef33b_2bdc04ad-d328-4154-a0e4-09a404cddd85.jpg)







![[QUIZ] Dari Sarapan Favoritmu, Ini Stabilitas Gula Darahmu](https://image.idntimes.com/post/20260104/pexels-helenalopes-693270_fd9bb209-aaaa-4e5c-b613-39de10ce4472.jpg)



