Diet ketogenik populer untuk menurunkan berat badan. Pola makan ini juga sedang diteliti sebagai pendamping terapi penyakit tertentu, termasuk kanker, karena pembatasan karbohidrat dapat menurunkan glukosa dan insulin sekaligus membuat tubuh menghasilkan keton.
Namun, sebuah penelitian dalam jurnal Nature baru-baru ini menunjukkan bahwa efek diet keto tidak selalu sama pada setiap jaringan tubuh. Dalam percobaan terhadap tikus, pola makan tersebut justru mempercepat pembentukan tumor di usus halus, walaupun pada bagian usus besar atau kolon, efek yang ditemukan berlawanan.