Comscore Tracker

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Umumnya terjadi pada bayi lahir prematur

Necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans ialah masalah gastrointestinal serius yang biasanya terjadi pada bayi prematur. NEC biasanya terjadi saat bayi memasuki usia dua hingga enam minggu.

Pada kondisi ini, terdapat peradangan pada jaringan usus yang menyebabkannya mati. Sebuah lubang dapat terbentuk di usus bayi, yang menyebabkan bakteri bocor ke perut atau aliran darah.

Terkadang, gejala NEC bersifat ringan. Sementara pada sebagian lainnya, gejala bersifat parah hingga mengancam jiwa.

Agar kamu lebih waspada, berikut ini akan dijelaskan informasi penting seputar necrotizing enterocolitis yang telah dirangkum dari laman Cleveland Clinic dan WebMD.

1. Jenis

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi necrotizing enterocolitis (pediatr-neonatol.com)

NEC diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan kapan gejala muncul dan apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Jenis-jenisnya mencakup:

  • Klasik: Jenis ini biasanya terjadi pada bayi yang lahir sebelum kehamilan memasuki usia 28 minggu.
  • Terkait transfusi: Pada bayi dengan anemia, mereka mungkin memerlukan transfusi darah. Kadang, bayi dapat mengembangkan NEC dalam waktu tiga hari setelah mendapatkan transfusi darah.
  • Atipikal: Pada jenis ini, bayi mengembangkan NEC bahkan sebelum ia mendapatkan ASI atau pada minggu pertama kehidupan.
  • Bayi cukup bulan: Bayi cukup bulan yang mengembangkan NEC umumnya memiliki cacat lahir. Penyebab dari hal ini biasanya meliputi masalah jantung, gastroschisis, dan kadar oksigen rendah saat lahir.

2. Gejala

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi bayi dengan necrotizing enterocolitis (unsplash.com/Tim Bish)

NEC bisa muncul pada bayi yang tampak sehat. Tim medis biasanya akan mencari gejala berikut untuk mengetahui NEC pada bayi:

  • Perut bengkak atau kembung.
  • Perubahan denyut jantung, tekanan darah, temperatur tubuh, dan pernapasan.
  • Diare dengan darah.
  • Berat badan menurun.
  • Muntah berwarna hijau atau kuning.
  • Terdapat makanan yang tinggal di perut dan tidak bergerak melalui usus.

3. Penyebab

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi bayi (pixabay.com/fancycrave1)

Tidak diketahui dengan jelas apa penyebab NEC. Yang pasti, bayi yang lahir prematur memiliki imunitas tubuh yang tidak sebaik bayi lahir normal. Padahal, sistem kekebalan yang baik penting untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Saat bayi prematur mengalami infeksi usus, sistem kekebalan dan pencernaan mereka kesulitan melawan hal ini. Pada bayi prematur, darah yang membawa oksigen juga kurang mampu mencapai usus, yang dapat membahayakan jaringan usus. Lebih lanjut, kerusakan ini dapat menyebabkan bakteri masuk ke rongga perut atau aliran darah.

Baca Juga: 5 Tanda Bayi Cukup ASI, Bunda Perlu Paham, Nih!

4. Diagnosis

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi dokter sedang memeriksa bayi (pexels.com/CDC)

Untuk mendiagnosis NEC, dokter akan melihat apakah perut bayi tampak bengkak dan kemudian mencari gejala NEC lainnya. Dokter juga mungkin akan melakukan beberapa tes lainnya, yang meliputi:

  • Tes darah: Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri dan tanda-tanda infeksi lainnya.
  • Tes tinja: Tes tinja dilakukan untuk memeriksa apakah ada darah di kotoran bayi. Tes ini memungkinkan untuk mendeteksi darah yang tidak terlihat.
  • Rontgen:  Rontgen dilakukan di perut untuk memeriksa tanda-tanda NEC, seperti adanya gas di sekitar usus atau rongga perut. Tes ini dapat menunjukkan usus yang rusak atau mengalami perforasi.

5. Pengobatan

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi infus (unsplash.com/Hiroshi Tsubono)

Pengobatan yang ditawarkan tergantung pada bagaimana kondisi bayi dan bagaimana penyebaran infeksi. Setelah itu, dokter mungkin melakukan satu atau beberapa hal berikut:

  • Berhenti memberikan susu pada bayi.
  • Mengeluarkan cairan perut lewat selang.
  • Memberikan infus untuk membuat bayi tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi.
  • Memberikan antibiotik untuk melawan infeksi.
  • Melakukan rontgen secara teratur untuk memantau kondisi.
  • Memasang mesin pernapasan atau memberikan oksigen ekstra.

Infeksi biasanya hilang dalam 5 hingga 7 hari perawatan. Setelah itu, bayi bisa mendapatkan susu lagi melalui mulut. Namun, jika kondisi bayi tidak juga membaik setelah mendapatkan perawatan, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan.

6. Komplikasi yang bisa terjadi

Necrotizing Enterocolitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi bayi sedang menangis (pexels.com/William Fortunato)

NEC menempatkan bayi dalam risiko mengalami masalah lain, seperti:

  • Infeksi perut: Kerusakan pada usus memungkinkan bakteri masuk ke rongga perut yang dapat memicu infeksi yang disebut peritonitis.
  • Striktur usus: Striktur usus umumnya terjadi beberapa bulan setelah bayi sembuh dari NEC dan terjadi pada 1 dari 3 bayi. Striktur mempersempit usus sehingga membuat makanan sulit melewatinya. Terkadang, bayi memerlukan pembedahan untuk membuka usus.
  • Sindrom usus pendek: Apabila NEC menghancurkan atau merusak bagian dari usus kecil, bayi dapat mengalami sindrom usus pendek. Sebagai akibatnya, anak akan kesulitan menyerap cairan dan nutrisi dari makanan.
  • Pertumbuhan dan perkembangan terhambat: Dalam jangka panjang, NEC dapat mengganggu tumbuh kembang anak, utamanya pada bayi yang memerlukan pembedahan. Untuk itu, anak perlu pengawasan ketat untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan.

Sedih rasanya melihat bayi prematur juga harus mengalami necrotizing enterocolitis. Kabar baiknya, tim medis biasanya dapat menemukan masalah ini dan bertindak cepat.

Selain itu, untuk ibu yang berisiko melahirkan bayi prematur, penting untuk mengikuti semua anjuran dokter. Dokter mungkin memberikan suntikan dan obat-obatan untuk meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko bayi mengalami masalah kesehatan saat lahir.

Baca Juga: 5 Cara Pencegahan SIDS, Kematian Mendadak pada Bayi 

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya