Mulailah dengan pola makan berbasis tanaman yang beragam. Idealnya, kamu bisa mengonsumsi hingga 30 jenis makanan nabati berbeda dalam satu minggu untuk meningkatkan variasi mikrobioma.
Selain itu, coba perhatikan sinyal tubuh. Misalnya, apakah kamu sering kembung bersamaan dengan siklus haid yang tidak teratur? Ini bisa jadi tanda ada hubungan antara usus dan hormonmu.
Beberapa suplemen, seperti calcium-D-glucarate juga dikenal membantu proses pembuangan estrogen, tapi sebaiknya tetap konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya.
Kesehatan usus adalah fondasi bagi keseimbangan hormon wanita. Hubungan dua arah antara usus dan hormon ini menunjukkan bahwa menjaga pencernaan tetap sehat juga berpengaruh besar pada kesuburan, mood, hingga kualitas hidup. Dengan langkah sederhana dan konsisten, kamu bisa membantu tubuh menjaga harmoni hormon secara alami.
Referensi
Big Apple Medical Care. "Gut Health and Women: How the Microbiome Impacts Hormones." Diakses pada Maret 2026.
Dr. Jolene Brighten. "Gut Health and Hormones: Why is a Healthy Gut Microbiome Important for Hormone Balance." Diakses pada Maret 2026.
Oana. "How Gut Microbiome Affects Female Hormones." Diakses pada Maret 2026.
Osprey Policlinic. "The Gut–Hormone Connection for Women: How Your Microbiome Shapes Hormones and What You Can Do About It." Diakses pada Maret 2026.
Times of India. "The Gut-Hormone Vonnection: Understanding How Digestive Health Impacts Female Hormonal Balance." Diakses pada Maret 2026.