Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nobar Sepak Bola di Tempat Bising, Apa Dampaknya ke Telinga?
ilustrasi nobar Piala Dunia (pexels.com/Murat Ak)
  • Nobar bola di tempat bising bisa membuat telinga terpapar suara keras dari speaker, teriakan penonton, peluit, musik, dan keramaian dalam waktu lama.

  • Telinga berdenging, pendengaran terasa tertutup, atau sulit menangkap obrolan setelah nobar bisa menjadi tanda telinga mengalami paparan suara berlebihan.

  • Risiko bisa dikurangi dengan menjauh dari speaker, memberi jeda di area lebih tenang, memakai earplug, dan tidak menambah paparan suara keras setelah acara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menghadiri acara nobar alias nonton bareng pertandingan sepak bola Piala Dunia, biasanya kamu akan mendengar suara keras baik dari layar besar, sorakan, atau teriakan suporter lain sebagai bagian dari keseruan. Kamu mungkin terpapar suara keras dari awal hingga akhir pertandingan.

Pendengaran bisa terdampak bukan cuma dari konser atau tempat kerja industri. Aktivitas rekreasional seperti menonton pertandingan di tempat ramai juga bisa membuat telinga terpapar suara tinggi, apalagi jika berlangsung selama 90 menit lebih, ditambah waktu sebelum dan sesudah pertandingan.

Risiko gangguan pendengaran dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu seberapa keras suara, seberapa lama paparan berlangsung, dan seberapa sering paparan itu berulang.

Kenapa nobar bisa berisiko untuk telinga?

Saat nobar, sumber bising biasanya datang bertubi-tubi. Contohnya dari pengeras suara, proyektor, musik dari tempat acara, teriakan penonton, tepuk tangan, peluit, atau suara keras orang mengobrol maupun tawaan.

Paparan lama atau berulang terhadap suara pada atau di atas 85 dBA dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising. Makin keras suara, makin pendek waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan risiko.

Sebagai gambaran, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menetapkan rekomendasi batas paparan kebisingan kerja 85 dBA selama 8 jam. Tanda praktisnya, kalau kamu harus meninggikan suara untuk berbicara dengan orang yang jaraknya sekitar satu lengan, lingkungan itu kemungkinan sudah cukup bising untuk berisiko jika paparannya sering atau lama.

Suasana menonton pertandingan bisa sangat bising

Penelitian pada penonton pertandingan sepak bola memberi gambaran bahwa suasana menonton olahraga dapat mencapai tingkat suara yang tinggi.

Studi yang diterbitkan dalam South African Medical Journal menemukan rata-rata paparan suara selama pertandingan sebesar 100,5 dBA, dengan puncak suara rata-rata mencapai 140,4 dBC.

Setelah pertandingan, para peneliti juga menemukan perubahan ambang dengar dan respons koklea pada penonton.

Nobar di kafe atau ruang tertutup tidak selalu sama dengan stadion, tetapi ruang tertutup punya tantangan sendiri. Suara dari speaker dan keramaian bisa memantul di dinding, sementara posisi duduk dekat speaker membuat paparan terasa lebih intens.

Jadi, meski tidak berada di stadion, tetapi telinga tetap terpapar suara bising sepanjang pertandingan.

Dampaknya bisa terasa sebagai telinga berdenging atau seperti budek

ilustrasi nobar Piala Dunia di tempat ramai (pexels.com/Şemsi Belli)

Setelah keluar dari tempat bising, sebagian orang merasa telinganya berdenging, penuh, atau suara sekitar seperti teredam. Ini sering dianggap biasa karena nantinya hilang sendiri. Pada sebagian kasus, ini memang membaik setelah telinga beristirahat. Namun, itu tetap tanda telinga menerima paparan suara berlebihan.

Suara keras dapat menyebabkan tinitus, yaitu sensasi berdenging, berdengung, atau menderu di telinga atau kepala. Keluhan ini bisa mereda, tetapi pada sebagian orang dapat menetap atau kambuh.

Selain telinga berdenging, beberapa tanda gangguan pendengaran akibat bising lainnya meliputi:

  • Suara terdengar teredam.

  • Sulit memahami percakapan di tempat ramai.

  • Sering meminta orang mengulang ucapan.

  • Perlu menaikkan volume TV atau radio.

Apakah sekali nobar bisa langsung merusak pendengaran?

Satu kali nobar tidak otomatis membuat pendengaran rusak permanen. Namun, risikonya bergantung pada seberapa keras suara di lokasi, seberapa lama kamu terpapar, seberapa dekat kamu dengan speaker, dan apakah kamu sering melakukan aktivitas serupa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi contoh bahwa mendengarkan suara 80 dB dapat dianggap aman hingga sekitar 40 jam per minggu, tetapi pada 90 dB waktu aman turun menjadi sekitar 4 jam per minggu.

Tinjauan sistematis dan metaanalisis dalam BMJ Global Health memperkirakan sekitar 0,67–1,35 miliar remaja dan dewasa muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat praktik mendengarkan yang tidak aman, termasuk dari perangkat audio personal dan tempat hiburan yang bising.

Cara agar pendengaran tetap aman saat nobar bola

Langkah paling sederhana adalah memilih posisi duduk yang tidak terlalu dekat dengan speaker. Kalau memungkinkan, duduklah agak ke tengah atau belakang, bukan persis di depan sumber suara.

Ambil jeda beberapa menit di area yang lebih tenang, terutama saat jeda babak pertama. Telinga juga butuh istirahat.

Jika tempatnya sangat bising, gunakan earplug.

Standar global untuk venue dan acara hiburan juga mendorong penyediaan pelindung telinga, area tenang, pemantauan level suara, dan informasi bagi pengunjung agar pengalaman acara tetap menyenangkan tanpa membuat pendengaran terpapar berlebihan.

Setelah nobar, hindari langsung menambah paparan suara keras, misalnya memakai earphone dengan volume tinggi saat perjalanan pulang. Jika telinga sudah terasa penuh atau berdenging, beri waktu istirahat dari suara keras.

Kapan perlu periksa ke dokter?

ilustrasi memeriksakan telinga ke dokter (pexels.com/RDNE Stock project)

Periksakan diri ke dokter THT atau audiolog jika telinga berdenging tidak membaik, pendengaran terasa menurun lebih dari 24–48 jam, pendengaran salah satu telinga terasa jauh lebih redam, muncul nyeri, keluar cairan dari telinga, atau kamu makin sering sulit memahami percakapan di tempat ramai.

Gangguan pendengaran akibat bising sering terjadi perlahan, sehingga tanda awalnya mudah dianggap sepele. Justru karena itu, keluhan setelah nobar sebaiknya tidak selalu disepelekan. Telinga berdenging setelah acara adalah sinyal untuk mengurangi paparan.

Nobar bola di tempat bising bisa berdampak pada pendengaran, terutama jika suara speaker keras, penonton ramai, durasinya panjang, dan kamu duduk dekat sumber suara.

Dampaknya bisa berupa telinga berdenging, pendengaran terasa tertutup, atau sulit menangkap obrolan setelah acara.

Kabar baiknya, gangguan pendengaran akibat bising bisa dicegah. Pilih posisi yang lebih jauh dari speaker, beri jeda di tempat tenang, gunakan earplug jika perlu, dan jangan menambah paparan suara keras setelah nobar.

Referensi

World Health Organization. “Deafness and Hearing Loss: Safe Listening.” Diakses Juli 2026.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “Noise-Induced Hearing Loss.” Diakses Juli 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, National Institute for Occupational Safety and Health. “Understand Noise Exposure.” Diakses Juli 2026.

Swanepoel, De Wet, et al. “Football Match Spectator Sound Exposure and Effect on Hearing: A Pretest-Post-Test Study.” South African Medical Journal 100, no. 4 (2010): 239–242.

Centers for Disease Control and Prevention. “Signs of Noise-Induced Hearing Loss.” Diakses Juli 2026.

World Health Organization. "WHO Global Standard for Safe Listening Venues and Events." Diakses Juli 2026.

Eichwald, John, et al. “Safe Listening at Venues and Events with Amplified Music.” Morbidity and Mortality Weekly Report 72, no. 13 (2023): 337–339.

Dillard, Lauren K., Malachi Ochieng Arunda, Lucero Lopez-Perez, Ricardo X. Martinez, Lucía Jiménez, and Shelly Chadha. “Prevalence and Global Estimates of Unsafe Listening Practices in Adolescents and Young Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis.” BMJ Global Health 7, no. 11 (2022): e010501.

Curated For You

Editorial Team

Related Article