Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Kaki Bisa Kesemutan setelah Duduk Terlalu Lama?

Mengapa Kaki Bisa Kesemutan setelah Duduk Terlalu Lama?
ilustrasi kaki kesemutan (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Kesemutan setelah duduk lama umumnya terjadi karena tekanan sementara pada saraf dan berkurangnya aliran darah, terutama saat kaki disilangkan atau tertekuk di bawah tubuh.

  • Sensasi sering terasa saat berdiri karena aliran darah dan fungsi saraf mulai pulih, sehingga sinyal tidak beraturan memicu rasa ditusuk, kebas, atau tersengat.

  • Ubah posisi, berjalan, dan lakukan peregangan ringan untuk meredakan gejala; periksakan jika kesemutan menetap, berulang, memburuk, atau disertai kelemahan maupun gangguan berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah duduk terlalu lama, lalu saat berdiri kaki terasa seperti ditusuk-tusuk jarum?

Sensasinya bisa berupa kesemutan, kebas, rasa terbakar, atau seperti ada aliran listrik kecil yang menjalar di kaki. Dalam dunia medis, sensasi tersebut dikenal sebagai parestesia.

Pada kebanyakan kasus, kesemutan setelah duduk terlalu lama terjadi karena saraf mengalami tekanan sementara, ditambah berkurangnya aliran darah ke area yang tertekan. Langsung saja, kita bahas lebih dalam seputar kondisi ini!

  1. 1. Mengapa duduk terlalu lama bisa membuat kaki kesemutan?

    Ketika duduk dalam posisi yang sama terlalu lama, terutama kaki disilangkan, ditekuk di bawah tubuh, atau sebagian berat badan bertumpu pada bokong dan paha, beberapa saraf dapat tertekan. Saraf berfungsi membawa berbagai sinyal antara otak, sumsum tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya. Tekanan yang berlangsung cukup lama dapat mengganggu kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal sensorik secara normal.

    Selain itu, posisi duduk tertentu juga dapat membatasi aliran darah di area yang tertekan. Padahal, saraf membutuhkan oksigen dan nutrisi dari darah agar dapat bekerja dengan baik.

    Sensasi kesemutan umumnya muncul ketika suplai darah ke saraf berkurang sementara. Misalnya, saat kamu duduk atau tidur dengan menekan bagian tubuh tertentu.

  2. 2. Kenapa kesemutan justru terasa saat berdiri?

    Kaki kadang baru terasa kesemutan setelah kamu mengubah posisi atau berdiri karena saraf sedang kembali bekerja secara normal setelah tekanan dilepaskan.

    Ketika posisi tubuh berubah, aliran darah secara bertahap kembali lancar. Saraf juga mulai mengirimkan sinyal seperti biasanya. Selama proses tersebut, otak dapat menerima sinyal yang tidak beraturan sehingga muncul sensasi seperti ditusuk-tusuk atau tersengat listrik. Itulah sebabnya kesemutan bisa terasa cukup kuat selama beberapa detik atau menit sebelum akhirnya menghilang.

  3. 3. Mengapa rasanya bisa sangat mengganggu?

    Ilustrasi kaki seseorang yang mengalami kesemutan, menampilkan rasa tidak nyaman berupa sensasi kebas atau geli.
    ilustrasi kaki kesemutan (pexels.com/Cats Coming)

    Seberapa kuat kesemutan yang dirasakan bergantung pada saraf yang tertekan, seberapa besar tekanannya, dan berapa lama seseorang berada dalam posisi tersebut.

    Kalau cuma duduk sebentar dalam posisi yang kurang nyaman, kesemutan biasanya ringan dan cepat hilang. Namun, tekanan yang lebih lama dapat menyebabkan kaki terasa kebas, bahkan membuat seseorang merasa sulit menggerakkan telapak atau jari kaki untuk sementara.

    Saraf yang berada di sekitar punggung bawah, panggul, bokong, dan kaki juga bisa mengalami iritasi akibat posisi duduk yang berkepanjangan. Dalam kondisi tertentu, masalah pada saraf skiatik atau sciatica dapat menyebabkan nyeri, kebas, atau kesemutan yang menjalar dari punggung bawah atau bokong hingga ke kaki.

  4. 4. Cara menghilangkan kaki kesemutan

    Biasanya, tidak diperlukan penanganan khusus untuk kesemutan yang muncul setelah duduk terlalu lama. Beberapa gerakan sederhana dapat membantu mengembalikan sensasi kaki:

    • Ubah posisi dan berdiri secara perlahan.
    • Berjalan selama beberapa menit.
    • Gerakkan pergelangan kaki, lutut, dan jari-jari kaki.
    • Lakukan peregangan ringan pada betis dan paha belakang.
    • Jangan langsung memberikan seluruh berat badan pada kaki yang masih kebas karena bisa meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan.

    Agar kesemutan tidak terlalu sering terjadi, cobalah menyempatkan diri untuk berdiri atau berjalan di sela-sela aktivitas yang mengharuskan duduk lama. Hindari pula kebiasaan duduk dengan satu kaki terjepit di bawah tubuh. Jika bekerja di depan komputer, pastikan posisi kursi cukup nyaman dan kedua kaki dapat menapak dengan baik di lantai.

  5. 5. Kapan kesemutan perlu diperiksakan ke dokter?

    Kesemutan yang hanya muncul sesekali setelah duduk dalam posisi tertentu dan segera membaik setelah bergerak biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, kesemutan yang sering kambuh, berlangsung lama, muncul tanpa penyebab yang jelas, atau makin parah sebaiknya diperiksakan.

    Kondisi tersebut terkadang dapat berkaitan dengan masalah lain, seperti diabetes, kekurangan vitamin B12, neuropati perifer, saraf terjepit, konsumsi alkohol berlebihan, atau efek obat tertentu.

    Segera cari pertolongan medis jika kesemutan disertai kelemahan yang signifikan, gangguan keseimbangan, kesulitan berjalan, wajah mencong, gangguan bicara, atau muncul tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh.

    Kesemutan yang berat pada kedua kaki, terutama jika disertai mati rasa di sekitar alat kelamin atau anus maupun kesulitan mengontrol buang air kecil dan buang air besar, juga membutuhkan penanganan segera karena bisa menjadi tanda gangguan saraf yang serius.

    Jadi, kaki yang kesemutan setelah duduk terlalu lama umumnya merupakan respons sementara akibat tekanan pada saraf dan berkurangnya aliran darah. Begitu tekanan dilepaskan dan tubuh kembali bergerak, sensasi tersebut biasanya perlahan menghilang. Kalau kaki mulai kesemutan setelah duduk lama, mungkin tubuh hanya sedang memberi sinyal bahwa ini sudah waktunya bergerak.

    Referensi

    Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "What That Pins-and-Needles Feeling Really Means."

    National Health Services. "Diakses pada Agustus 2026. Pins and Needles."

    Nidirect. Diakses pada Agustus 2026. "Pins and Needles."

    Patient. Diakses pada Agustus 2026. "Pins and Needles."

    Tyla. Diakses pada Agustus 2026. "What Pins and Needles Actually are - And When to Seek Help Immediately."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More