ilustrasi masalah pada vagina (vecteezy.com/F F)
Gatal pada vagina bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor ringan hingga kondisi medis tertentu. Mengingat area vagina tergolong sensitif, perubahan kecil saja bisa memicu rasa tidak nyaman. Nah, supaya lebih paham, berikut beberapa penyebab miss V gatal yang paling umum terjadi.
Tanpa disadari, sabun mandi, sabun kewanitaan, deterjen pakaian, bubble bath, hingga tisu basah mengandung bahan kimia bisa memicu iritasi. Selain itu, penggunaan celana dalam berbahan sintetis atau terlalu ketat juga dapat membuat area vagina lembap hingga memicu gatal.
Kalau gatalnya terasa intens atau tidak kunjung hilang, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi. Infeksi jamur, bacterial vaginosis, atau infeksi menular seksual sering memicu rasa gatal yang disertai keputihan tidak normal, bau menyengat, atau rasa perih. Kondisi seperti ini biasanya butuh penanganan medis supaya tidak makin parah.
Perubahan hormon juga punya peran besar. Saat menopause, setelah melahirkan, atau ketika menyusui, kadar estrogen bisa menurun. Akibatnya, vagina jadi lebih kering dan sensitif. Kondisi ini dikenal sebagai atrophic vaginitis dan sering bikin miss V terasa gatal atau tidak nyaman.
Tidak cuma di tangan atau wajah, penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, atau lichen sclerosus juga bisa muncul di area vagina. Biasanya, gejalanya berupa gatal terasa terus-menerus yang kadang disertai perubahan tekstur atau warna kulit. Mengingat ini termasuk kondisi khusus, penanganannya pun perlu bantuan dokter.