Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gejala Awal Flu: Tanda Tubuh Mulai Bereaksi

Seorang perempuan sakit flu.
ilustrasi sakit flu (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
Intinya sih...
  • Gejala awal flu sering muncul tiba-tiba dalam 1–3 hari setelah terpapar virus dan berbeda signifikan dari gejala pilek biasa.
  • Tanda-tanda awal bisa mencakup demam, nyeri otot, kelelahan, dan sakit tenggorokan—respons tubuh terhadap invasi virus.
  • Deteksi dini gejala membantu mengurangi risiko penularan dan komplikasi jika langkah pencegahan segera diambil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat virus influenza masuk ke tubuh, respons imun memulai sebuah pertempuran. Virus ini, yang menyebar melalui tetesan pernapasan, mulai mereplikasi dirinya di saluran pernapasan atas, dan tubuh merespons dengan serangkaian sinyal yang bisa dirasakan jauh sebelum kamu sadar sedang sakit.

Gejala awal flu sering kali muncul dengan cepat, dalam hitungan hari setelah terpapar virus, dan terasa lebih intens dibanding gejala pilek biasa. Perubahan ini merupakan cara tubuh memberi tahu bahwa sistem imun sedang beraksi.

Mengenali gejala awal flu sangat penting bukan hanya untuk mendapatkan perawatan tepat waktu, tetapi juga untuk mencegah penularan ke orang lain, terutama mereka yang berisiko tinggi mengalami komplikasi serius.

1. Demam mendadak dan menggigil

Salah satu gejala paling khas dari flu adalah demam yang datang tiba-tiba, sering disertai menggigil atau rasa dingin yang intens meskipun suhu tubuh meningkat. Ini merupakan respons imun tubuh yang melepaskan sitokin untuk memerangi virus influenza.

Demam biasanya mencapai lebih dari 38°C dan bisa berlangsung beberapa hari. Hal ini membedakan flu dari infeksi saluran pernapasan ringan lainnya (seperti pilek biasa), yang jarang disertai demam tinggi.

Pada anak-anak, demam ini bisa lebih tinggi atau lebih sering disertai kesulitan tidur, rewel, atau penurunan nafsu makan.

2. Tidak enak badan, kelelahan ekstrem

Pria yang kelelahan.
ilustrasi kelelahan (pexels.com/Edward Jenner)

Rasa lelah yang datang tiba-tiba adalah gejala awal flu yang sering dilaporkan oleh banyak pasien. Ini berbeda dari rasa capek sesudah aktivitas. Pada flu, kelelahan bisa berat dan tiba-tiba, bahkan sebelum demam atau batuk muncul.

Keluhan ini disebabkan oleh pelepasan sitokin dan mediator inflamasi yang bertindak sebagai “alarm” imun. Ketika tubuh memprioritaskan pertahanan terhadap virus, energi yang biasanya dipakai untuk aktivitas sehari-hari dialihkan untuk sistem kekebalan.

Kelelahan awal sering dialami sebagai “rasa tidak enak badan umum” yang tidak hilang meski sudah istirahat ringan.

3. Sakit kepala, nyeri otot

Nyeri otot (mialgia) dan sakit kepala sering muncul bersamaan dengan atau tak lama setelah demam. Rasa nyeri ini biasanya menyebar, bukan hanya pada satu titik, dan bisa terasa di punggung, kaki, atau lengan.

Sensasi ini muncul karena radang sistemik yang dipicu oleh respons imun terhadap virus. Sitokin inflamasi yang dihasilkan tubuh untuk melawan influenza juga memengaruhi otot dan jaringan lain, sehingga terasa seperti “pegal di seluruh tubuh.”

Sakit kepala flu juga sering digambarkan terasa di seluruh kepala, berbeda dengan sakit kepala tegang atau migrain yang sifatnya lebih lokal atau berdenyut.

4. Tenggorokan sakit, batuk kering

Laki-laki sakit tenggorokan.
ilustrasi sakit tenggorokan (freepik.com/Lifestylememory)

Flu biasanya menyebabkan batuk kering yang tidak produktif (jarang berdahak di awal), sebagai respons saluran pernapasan terhadap iritasi virus langsung di selaput lendir.

Batuk ini bisa muncul beberapa jam hingga satu hari setelah gejala awal seperti demam atau kelelahan, dan sering disertai tenggorokan yang terasa gatal atau sakit.

Jika tidak ditangani, batuk ini bisa bertahan lama karena saluran pernapasan butuh waktu untuk pulih, yang membuat istirahat dan hidrasi ekstra menjadi penting.

5. Hidung meler atau hidung tersumbat

Meskipun lebih sering dikaitkan dengan pilek biasa, tetapi hidung tersumbat atau lendir cair yang keluar dapat muncul sebagai bagian awal dari infeksi influenza.

Perubahan ini terjadi karena respons mukosa terhadap virus yang bertujuan menahan penyebaran patogen, tetapi sekaligus menghasilkan lendir atau pembengkakan yang membuat bernapas terasa kurang nyaman.

Gejala hidung ini terkadang lebih ringan dibanding gejala sistemik lain seperti demam atau nyeri otot, tetapi tetap bisa menjadi indikator awal bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap patogen.

6. Mual, muntah, atau diare (lebih sering pada anak)

Seorang anak sakit perut.
ilustrasi anak sakit perut (freepik.com/freepik)

Beberapa orang, terutama anak-anak, juga bisa mengalami gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, atau diare pada tahap awal infeksi influenza.

Walaupun ini tidak separah gejala pernapasan, tetapi tanda-tanda ini menunjukkan bahwa virus dapat memengaruhi bukan hanya saluran pernapasan, tetapi juga sistem pencernaan secara tidak langsung melalui respons imun yang meluas.

Karena risiko dehidrasi tinggi pada anak ketika gejala ini muncul, pemantauan ketat dan pemberian cairan yang cukup menjadi sangat penting.

Mengenali gejala awal flu adalah langkah penting untuk mengambil tindakan cepat, baik itu istirahat, isolasi untuk mencegah penularan, ataupun pertimbangan terapi antivirus dalam 24–48 jam pertama.

Walaupun gejala bisa mirip dengan kondisi lain seperti pilek atau infeksi saluran pernapasan lainnya, tetapi pola timbulnya yang cepat dan intens, disertai demam tinggi dan nyeri otot, adalah salah satu ciri khas influenza. Jika gejala flu awal muncul, penting untuk beristirahat, menjaga hidrasi, dan bila perlu berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Referensi

“Signs and Symptoms of Flu | Influenza (Flu).” CDC. Diakses Januari 2026.

“What Are the First Signs of Flu?” Verywell Health. Diakses Januari 2026.

“What Are the Early Flu Symptoms?” Healthline. Diakses Januari 2026.

"Clinical Signs and Symptoms of Influenza." CDC. Diakses Januari 2026.

"Influenza Signs and Symptoms and the Role of Laboratory Diagnostics." CDC. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Apakah Mata Kamu Rentan Katarak? Coba Tes di Sini

07 Jan 2026, 11:05 WIBHealth