Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panduan Traveling Aman bagi Orang dengan Epilepsi

Panduan Traveling Aman bagi Orang dengan Epilepsi
ilustrasi traveling (pexels.com/George Pak)
Intinya Sih
  • Ada panduan aman bagi pasien epilepsi agar tetap bisa traveling dengan nyaman melalui perencanaan matang dan konsultasi dokter sebelum berangkat.

  • Bawa obat dalam jumlah cukup, pahami aturan negara tujuan, serta menyesuaikan jadwal minum obat jika ada perbedaan waktu.

  • Perlu juga komunikasi proaktif dengan petugas transportasi, mempertimbangkan moda perjalanan yang sesuai, dan memastikan vaksin atau obat antimalaria aman digunakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Meskipun orang dengan epilepsi mungkin memerlukan tindakan pencegahan dan perencanaan tambahan, tetapi itu seharusnya tidak menjadi penghalang untuk berpetualang di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dengan persiapan yang tepat, orang dengan epilepsi dapat memiliki pengalaman perjalanan yang bebas stres. Mulai dari bepergian dengan mobil hingga terbang dengan epilepsi, ada tips untuk mengelola kejang.

Sebelum bepergian ke mana pun, berikut ini beberapa saran untuk dipertimbangkan agar perjalananmu sukses dan aman.

1. Rencanakan perjalanan dengan dokter

Sebelum memesan tiket apa pun, pertimbangkan untuk mendiskusikan rencana liburan dengan dokter yang merawat. Dokter dapat mengevaluasi kesehatanmu sebelum perjalanan untuk memastikan aman bagimu untuk pergi, dan mereka dapat memberimu saran tentang cara terbaik untuk mengelola epilepsi selama kamu bepergian.

Akan lebih baik juga jika kamu meminta dokter untuk menulis surat yang menjelaskan dengan jelas kondisi dan rencana perawatan. Bawalah surat ini selama perjalanan karena mungkin berguna jika terjadi keadaan darurat.

2. Pastikan obat cukup selama perjalanan 

Diskusikan semua pengobatan dengan dokter. Pastikan semua obat sudah sesuai jadwal, dan pastikan kamu memiliki cukup obat untuk kebutuhan selama bepergian.

Kamu juga dapat meminta resep tertulis untuk dibawa saat liburan. Dengan begitu, jika kamu kehilangan obat saat traveling, atau harus tinggal lebih lama dari yang direncanakan semula, kamu masih memiliki cara untuk mengakses obat tambahan.

Beberapa obat memiliki instruksi penyimpanan yang sangat spesifik. Mintalah dokter untuk memberi saran tentang cara terbaik untuk menyimpan obat selama perjalanan, terutama jika kamu bepergian ke tempat dengan iklim yang berbeda. Mereka juga seharusnya dapat memberi saran tentang cara menyesuaikan waktu minum obat jika kamu bepergian ke suatu tempat di zona waktu yang berbeda.

3. Bersikap proaktif dalam berkomunikasi

Naik kereta.
ilustrasi naik kereta (pexels.com/Anna Shvets)

Selama di transportasi umum, beri tahu petugas tentang kondisimu. Nantinya, petugas mungkin akan menawarkan instruksi terperinci tentang prosedur khusus yang harus diikuti oleh orang-orang dengan kondisi medis untuk memastikan pemeriksaan keamanan yang lancar.

Jika kamu bepergian sendirian, kamu juga dapat memberi tahu teman dudukmu tentang epilepsi yang kamu miliki.

4. Jika perlu, pertimbangkan alternatif selain perjalanan udara

Jika kamu mengalami kejang yang tidak terkontrol, ada baiknya menghindari perjalanan udara dan pilih perjalanan darat, seperti bus atau kereta api. Bahkan, jika kamu menghindari semua transportasi massal dan memilih untuk mengemudi sendiri, kamu harus membatasi jumlah jam mengemudi dan beristirahat secara teratur untuk menghindari kelelahan.

5. Cari tahu apakah kamu memerlukan vaksinasi atau obat antimalaria

Sebagian besar vaksin aman untuk pasien epilepsi. Namun, beberapa obat antimalaria sebaiknya dihindari.

Berikut adaalah beberapa obat antimalaria dan cocok tidaknya untuk pasien epilepsi:

  • Atovaquone/proguanil dapat digunakan.
  • Klorokuin tidak cocok.
  • Mefloquin tidak cocok.
  • Doksisiklin dapat digunakan, tetapi obat antimalaria lain mungkin lebih cocok. Doksisiklin dapat dipengaruhi oleh fenitoin, karbamazepin, dan barbiturat. Dokter mungkin merekomendasikan obat antimalaria yang berbeda atau meningkatkan dosis doksisiklin.

6. Periksa apakah kamu dapat membawa obat ke luar negeri

Obat-obatan.
ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Anna Shvets)

Kalau kamu berencana liburan ke luar negeri, cari tahu dulu apakah obat yang kamu konsumsi boleh dibawa masuk ke negata tujuanmu. Beberapa negara mungkin juga memiliki batasan berapa banyak yang dapat kamu bawa. Jadi, saat memilih tujuan liburan, pertimbangkan apakah ada aturan atau dokumen yang diperlukan untuk membawa obat ke negara lain.

7. Periksa apakah ada perbedaan waktu di tempat tujuan

Mungkin ada perbedaan waktu di tempat tujuan. Ini bisa berarti kamu kesulitan minum obat epilepsi pada waktu normal. Misalnya, mungkin tengah malam di negara tujuanmu.

Kamu dapat secara bertahap mengubah waktu minum obat epilepsi beberapa minggu sebelum bepergian. Dokter, perawat, atau apoteker dapat memberi saran lebih lanjut tentang hal ini.

Dengan sedikit perencanaan yang matang, seseorang dengan epilepsi dapat bepergian tanpa kehilangan pengalaman menyenangkan. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan akan memastikan keselamatan dan memungkinkan kamu traveling dengan nyaman.

Referensi

Epilepsy Action. Diakses pada Februari 2026. "Travelling Abroad with Epilepsy."

Epilepsy Alarms UK. Diakses pada Februari 2026. "A Guide to Travelling with Epilepsy."

Henry Ford Health. Diakses pada Februari 2026. "10 Tips For Traveling With Epilepsy."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More