Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gejala Diabetes di Pagi Hari yang Kerap Tak Disadari
ilustrasi diabetes (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Kadar gula darah yang tinggi atau tidak stabil sepanjang malam dapat memicu berbagai gejala saat bangun tidur.

  • Haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan, dan sakit kepala pada pagi hari termasuk keluhan yang perlu diwaspadai.

  • Gejala pagi hari tidak cukup untuk mendiagnosis diabetes, tetapi dapat menjadi alasan penting untuk memeriksakan kadar gula darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harusnya lebih segar setelah beristirahat semalaman, beberapa orang justru bangun tidur merasa tubuhnya terasa berat, mulut kering, kepala tidak nyaman, atau rasa lelah yang tidak kunjung hilang. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkaitan dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Diabetes tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Bahkan, menurut International Diabetes Federation, jutaan orang hidup dengan diabetes tanpa menyadari mereka mengidapnya. Salah satu alasannya karena gejala sering muncul perlahan dan tampak seperti masalah kesehatan sehari-hari.

Ternyata, tak banyak orang yang tahu tanda diabetes bisa dikenali saat baru bangun tidur.

Mengapa gejala diabetes bisa terasa pada pagi hari?

Selama tidur, tubuh tetap menjalankan berbagai proses metabolisme. Hormon seperti kortisol, glukagon, dan hormon pertumbuhan membantu menjaga pasokan energi agar tubuh tetap berfungsi meski tidak makan selama berjam-jam.

Pada orang tanpa diabetes, insulin akan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, pada diabetes atau kondisi resistensi insulin, mekanisme ini tidak berjalan optimal. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat pada dini hari hingga pagi hari, fenomena yang dikenal sebagai dawn phenomenon.

Peningkatan gula darah pagi hari merupakan kondisi yang cukup umum pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Kenaikan ini terjadi akibat pelepasan hormon yang meningkatkan produksi glukosa oleh hati ketika tubuh bersiap untuk bangun. Kondisi tersebut dapat memicu sejumlah gejala yang terasa begitu seseorang membuka mata di pagi hari.

1. Bangun tidur mulut sangat kering dan haus

Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini menarik lebih banyak cairan keluar dari tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Akibatnya, saat bangun tidur kamu bisa merasakan:

  • Mulut terasa kering.

  • Tenggorokan tidak nyaman.

  • Keinginan kuat untuk segera minum.

Rasa haus berlebihan (polidipsia) merupakan salah satu tanda paling umum dari hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi.

2. Sering buang air kecil pada malam hari

ilustrasi perempuan buang air kecil (IDN Times/Novaya Siantita)

Gejala ini sering kali baru disadari pada pagi hari.

Banyak orang mengeluhkan tidur yang terganggu karena harus beberapa kali ke kamar mandi sepanjang malam. Kondisi ini disebut nokturia.

Saat gula darah tinggi, ginjal berusaha mengeluarkan glukosa berlebih melalui urine. Akibatnya, produksi urine meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa nokturia lebih sering ditemukan pada orang dengan diabetes dibanding populasi umum dan dapat berdampak pada kualitas tidur serta kualitas hidup.

Jika kamu secara rutin terbangun beberapa kali setiap malam untuk buang air kecil tanpa penyebab yang jelas, cobalah cek gula darah.

3. Tubuh tetap lelah meski sudah tidur cukup

Ketika insulin tidak bekerja secara efektif, glukosa sulit masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Akibatnya, tubuh memiliki banyak gula dalam darah tetapi tetap "kelaparan" di tingkat sel.

Menurut studi, kelelahan merupakan salah satu gejala yang paling sering dilaporkan oleh orang dengan diabetes.

Kelelahan ini tidak selalu membaik setelah tidur dan sering digambarkan sebagai rasa letih yang menetap sejak pagi hari.

4. Sakit kepala saat bangun tidur

Tidak semua sakit kepala berkaitan dengan diabetes. Namun, kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi fungsi otak dan memicu keluhan ini.

Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat menyebabkan:

  • Sakit kepala.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Penglihatan kabur.

  • Rasa lelah.

Jika sakit kepala muncul berulang kali pada pagi hari dan disertai gejala lain seperti haus berlebihan atau sering buang air kecil, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan.

5. Penglihatan terasa kabur di pagi hari

ilustrasi penglihatan kabur (pexels.com/samer daboul)

Mata termasuk organ yang sensitif terhadap perubahan kadar gula darah. Ketika kadar glukosa meningkat, keseimbangan cairan di lensa mata dapat berubah sehingga memengaruhi kemampuan mata untuk fokus. Penglihatan kabur bisa menjadi salah satu tanda awal diabetes yang belum terdiagnosis.

Sebagian orang menyadari bahwa penglihatan mereka terasa kurang tajam saat bangun pagi, kemudian membaik atau berubah sepanjang hari.

Meski demikian, penglihatan kabur memiliki banyak penyebab lain sehingga tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya indikator diabetes.

6. Bangun dengan rasa lapar yang tidak biasa

Setelah tidak makan selama tidur, rasa lapar ringan pada pagi hari itu normal. Akan tetapi, rasa lapar yang sangat kuat dan muncul terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan metabolisme glukosa. Kondisi ini disebut polifagia.

Ketika tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara efektif, sel-sel mengirim sinyal seolah-olah kekurangan energi. Akibatnya, otak merespons dengan meningkatkan rasa lapar.

7. Keringat malam atau mimpi buruk

Gejala ini lebih sering ditemukan pada orang yang sudah memiliki diabetes dan menggunakan obat penurun gula darah atau insulin.

Keringat berlebihan saat tidur dapat menjadi tanda hipoglikemia nokturnal, yaitu kadar gula darah yang turun terlalu rendah selama malam hari.

Hipoglikemia saat tidur dapat menyebabkan:

  • Keringat malam.

  • Jantung berdebar.

  • Gelisah saat tidur.

  • Mimpi buruk.

  • Bangun dengan rasa lelah atau sakit kepala.

Meski tidak spesifik untuk diabetes yang belum terdiagnosis, tetapi gejala ini penting dikenali pada orang yang sedang menjalani pengobatan diabetes.

Apakah satu gejala saja sudah cukup menandakan diabetes?

ilustrasi seseorang sedang cek gula darah (IDN Times/Novaya Siantita)

Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi diabetes adalah gejalanya sering menyerupai masalah kesehatan lain.

Misalnya, haus bisa karena cuaca panas. Lelah bisa muncul akibat stres. Penglihatan kabur dapat berkaitan dengan gangguan mata. Jadi, diagnosis diabetes tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala.

Diagnosis memerlukan pemeriksaan laboratorium seperti:

  • Gula darah puasa.

  • HbA1c.

  • Tes toleransi glukosa oral.

  • Gula darah sewaktu pada kondisi tertentu.

Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Sebaliknya temui dokter jika kamu mengalami beberapa gejala berikut secara bersamaan:

  • Haus berlebihan.

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab jelas.

  • Kelelahan berkepanjangan.

  • Penglihatan kabur.

  • Luka yang sulit sembuh.

Makin cepat diabetes terdeteksi, makin besar peluang untuk mencegah komplikasi pada jantung, ginjal, mata, dan saraf.

Pada banyak orang, tanda-tanda awal diabetes terlihat saat pagi hari ketika tubuh menunjukkan dampak dari kadar gula darah yang tidak stabil sepanjang malam.

Mulut kering, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan yang tidak wajar, sakit kepala, hingga penglihatan kabur merupakan beberapa keluhan yang patut diperhatikan.

Meski gejala-gejala tersebut tidak otomatis berarti diabetes, tetapi mengenalinya lebih awal dapat membantu seseorang mendapatkan diagnosis dan penanganan sebelum komplikasi berkembang lebih jauh.

Referensi

American Diabetes Association Professional Practice Committee. "Standards of Care in Diabetes—2025." Diabetes Care 48, Supplement 1 (2025). Diakses Juni 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). “Symptoms & Causes of Diabetes.” Diakses Juni 2026.

NIDDK. “Diabetes Overview.” Diakses Juni 2026.

International Diabetes Federation. "IDF Diabetes Atlas, 10th Edition." Diakses Juni 2026.

Diabetes UK. “Hyperglycaemia (High Blood Sugar).” Diakses Juni 2026.

American Diabetes Association. “High Morning Blood Glucose.” Diakses Juni 2026.

Zhiwei Fu et al., “The Association Between Diabetes and Nocturia: A Systematic Review and Meta-analysis,” Frontiers in Public Health 10 (October 3, 2022): 924488, https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.924488.

Cynthia Fritschi and Laurie Quinn, “Fatigue in Patients With Diabetes: A Review,” Journal of Psychosomatic Research 69, no. 1 (March 25, 2010): 33–41, https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2010.01.021.

Elizabeth R. Seaquist et al., “Hypoglycemia and Diabetes: A Report of a Workgroup of the American Diabetes Association and the Endocrine Society,” Diabetes Care 36, no. 5 (April 13, 2013): 1384–95, https://doi.org/10.2337/dc12-2480.

National Institute for Health and Care Excellence (NICE). "Type 2 Diabetes in Adults: Management." Diakses Juni 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article