Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gigi Berlubang Tumbuh Daging: Penyebab dan Cara Mengatasinya
ilustrasi gigi berlubang (freepik.com/prostooleh)
  • Polip pulpa adalah kondisi ketika jaringan dalam gigi tumbuh keluar akibat infeksi kronis pada gigi berlubang.

  • Penyebab utamanya meliputi karies besar yang dibiarkan terbuka, infeksi pulpa berkepanjangan, trauma gigi, serta tambalan rusak.

  • Penanganan dilakukan oleh dokter gigi melalui perawatan saluran akar, pulpotomi, pemasangan mahkota, atau pencabutan jika kerusakan sudah parah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh drg. Kalya Putri, Sp.KG

Kondisi gigi berlubang tumbuh daging sering kali menimbulkan kekhawatiran karena terlihat tidak biasa dan cukup mengganggu. Biasanya, terlihat daging jaringan berwarna merah yang muncul dari dalam gigi berlubang, terutama jika lubangnya sudah cukup besar.

Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai polip pulpa yaitu pertumbuhan jaringan dari dalam gigi akibat infeksi yang berlangsung lama. Kondisi tersebut seringkali ditemui pada pasien anak hingga remaja dengan kondisi gigi geraham permanen muda baru tumbuh beberapa tahun di rongga mulut.

Hal ini umumnya terjadi karena gigi berlubang yang dibiarkan terbuka sehingga pulpa terpapar bakteri dan rangsangan dari luar. Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, simak penjelasan berikut.

1. Mengenal polip pulpa, gigi berlubang tumbuh daging

Gigi berlubang yang terlihat seperti “tumbuh daging” biasanya dikenal sebagai polip pulpa. Kondisi ini terjadi ketika lubang gigi (karies) sudah cukup besar hingga membuka ruang pulpa (bagian dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah).

Sebagai respon terhadap peradangan kronis, jaringan pulpa justru tumbuh berlebihan dan membentuk jaringan merah yang tampak seperti daging di permukaan gigi, terutama pada bagian geraham. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak atau remaja karena suplai darah di pulpa masih sangat baik sehingga jaringan bisa bereaksi dengan cepat terhadap infeksi.

Meski terlihat mengkhawatirkan, polip pulpa sering kali tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan. Walau demikian, dalam beberapa kasus bisa terasa nyeri ringan atau mudah berdarah saat mengunyah.

Secara medis, kondisi ini termasuk jenis pulpitis irreversibel. Artinya, jaringan pulpa sudah tidak bisa kembali normal dengan sendirinya. Jika dilihat secara histologis, jaringan “daging” tersebut sebenarnya adalah jaringan granulasi yang kaya pembuluh darah sehingga tampak merah atau kemerahan.

2. Penyebab gigi berlubang tumbuh daging

ilustrasi gigi berlubang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Polip pulpa umumnya terjadi sebagai reaksi jaringan pulpa terhadap iritasi atau infeksi yang berlangsung lama. Kondisi ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang karena adanya rangsangan terus-menerus pada pulpa, terutama pada gigi yang sudah terbuka dan terpapar lingkungan luar. Berikut beberapa penyebab utamanya:

  • Gigi berlubang besar dan terbuka (karies tidak ditangani)

  • Infeksi kronis pada pulpa gigi

  • Suplai darah pulpa yang baik (umumnya pada anak dan remaja)

  • Fraktur gigi yang dibiarkan lama

  • Trauma atau benturan yang menyebabkan pulpa terbuka

  • Tambalan gigi yang rusak atau sudah lama.

3. Perawatan polip pulpa

Penanganan polip pulpa perlu dilakukan oleh dokter gigi karena kondisi ini termasuk masalah pada jaringan pulpa yang sudah tidak bisa sembuh sendiri. Jenis perawatannya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan gigi dan kondisi pulpa. Berikut beberapa cara mengatasinya.

  • Perawatan saluran akar (endodontik)

Prosedur ini dilakukan dengan membersihkan jaringan pulpa yang sudah terinfeksi, kemudian saluran akar akan dibersihkan, dibentuk, dan ditutup kembali. Tujuannya, menghilangkan infeksi sekaligus mempertahankan gigi agar tetap bisa digunakan mengunyah kembali.

  • Pulpotomi

Pulpotomi biasanya dilakukan pada anak-anak atau remaja dengan gigi yang akarnya belum terbentuk sempurna dan terbatas hanya pada kasus dengan kondisi infeksi terbatas atau hanya mengenai sebagian kecil dari jaringan pulpa. Prosedur ini hanya mengangkat sebagian pulpa yang terinfeksi, sehingga sisa pulpa yang sehat tetap dipertahankan agar gigi bisa terus berkembang secara normal.

  • Pemasangan mahkota gigi

Setelah perawatan saluran akar, gigi biasanya akan diperkuat dengan pemasangan crown atau “sarung gigi” atau “jaket”. Ini bertujuan melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut sekaligus mengembalikan fungsi dan bentuknya.

  • Pencabutan gigi (ekstraksi)

Jika kerusakan gigi sudah terlalu parah dan tidak bisa dipertahankan, dokter gigi akan menyarankan pencabutan sebagai pilihan terakhir. Namun, tindakan ini biasanya dihindari terutama pada gigi permanen, karena bisa memengaruhi susunan gigi, fungsi mengunyah, dan estetika.

Meski terlihat tidak terlalu mengganggu, gigi berlubang tumbuh daging tetap perlu diwaspadai. Hal ini bisa menandakan adanya masalah serius pada pulpa gigi yang membutuhkan penanganan khusus.

Selain itu, timbulnya polip pulpa seringkali menjadi penyebab munculnya aroma mulut yang tidak sedap, lho. Jadi, jika kamu mengalami kondisi ini, jangan tunda untuk segera ke dokter gigi, ya.

FAQ seputar gigi berlubang tumbuh daging

Apa itu kondisi gigi berlubang tumbuh daging?

Kondisi ini disebut polip pulpa, yaitu pertumbuhan jaringan dari dalam gigi yang keluar akibat lubang besar dan infeksi.

Apakah polip pulpa berbahaya?

Ya, karena menandakan infeksi sudah mencapai pulpa dan perlu segera ditangani agar tidak semakin parah.

Apakah bisa sembuh tanpa perawatan?

Tidak, polip pulpa tidak bisa sembuh sendiri dan tetap membutuhkan penanganan dokter gigi.

Referensi

“Dental Pulp Polyps: Symptoms, Causes, Clinical Features, and Treatment”. iCliniq. Diakses April 2026.
A, Pérez Jardón, Otero Gayoso N, Otero. Rey EM, Guerra Caamaño M, Chamorro-Petronacci CM, Blanco Carrión A, and Rivas Mundiña B. “Hyperplastic Pulpitis Management With Endocrown: A Case Report.” The Open Dentistry Journal 16, no. 1 (November 1, 2022).
Suresh, KandagalV, Nidhi Bajaj, AjayG Nayak, DMounesh Kumar Chapi, Snehal Patil, and Ashwini Rani. “Pulp Polyp - a Periapical Lesion: Radiographic Observational Study.” Journal of Indian Academy of Oral Medicine and Radiology 27, no. 1 (January 1, 2015): 68.

Editorial Team

Related Article