ilustrasi rileks (pexels.com/Polina Zimmerman)
Etomidate juga dapat menekan produksi hormon kortisol untuk sementara setelah masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan tinjauan terhadap sejumlah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Emergency Medicine pada 2010, penggunaan etomidate dapat menurunkan kadar kortisol dalam beberapa jam setelah pemberian. Kortisol sendiri merupakan hormon yang membantu tubuh merespons kondisi stres, termasuk ketika seseorang mengalami sakit atau cedera.
Efek ini terjadi karena etomidate dapat menghambat kerja kelenjar adrenal yang berperan dalam produksi kortisol. Penurunan fungsi adrenal tersebut umumnya bersifat sementara dan dapat kembali pulih setelah beberapa jam. Karena itu, efek etomidate terhadap produksi kortisol menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya sebagai obat anestesi.
Etomidate memang digunakan dalam dunia medis sebagai obat anestesi, tetapi efeknya pada tubuh bukan sekadar membuat seseorang tertidur. Mulai dari kehilangan kesadaran, gerakan otot yang tidak disadari, hingga penurunan produksi kortisol sementara, zat ini dapat memengaruhi beberapa fungsi tubuh. Jadi, penggunaan etomidate sebaiknya tetap dilakukan sesuai peruntukan medis dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan, bukan dalam vape atau media lainnya.
Referensi
“Effect of Pretreatment with a Small Dose of Esketamine on Myoclonus Induced by Etomidate: A Randomized Controlled Trial.” Drug Design, Development and Therapy. Diakses pada September 2026.
“Comparison of Efficacy and Safety of Etomidate with Other Anesthesia Induction Drugs for Patients Undergoing Cardiac Surgery: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.” Heliyon. Diakses pada September 2026.
“The Effect of a Bolus Dose of Etomidate on Cortisol Levels, Mortality, and Health Services Utilization: A Systematic Review.” Annals of Emergency Medicine. Diakses pada September 2026.