Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Terpapar Etomidate
ilustrasi etomidate dalam dunia medis. (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Etomidate, obat anestesi medis, menjadi sorotan setelah ditemukan dalam cairan vape ilegal di Indonesia; efek dan jumlah zat yang terhirup melalui vape sulit dipastikan.
  • Zat ini menekan sistem saraf pusat hingga menyebabkan hilang kesadaran cepat. Dalam penggunaan medis, etomidate diberikan lewat suntikan, berdosis terukur, dan diawasi tenaga kesehatan.
  • Paparan etomidate dapat memicu kedutan atau sentakan otot tanpa sadar serta menekan produksi kortisol sementara melalui penghambatan fungsi kelenjar adrenal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Etomidate belakangan ramai diperbincangkan setelah zat ini ditemukan dalam cairan vape yang beredar secara ilegal di Indonesia. Kasus tersebut kembali menjadi perhatian pada September 2026 setelah aparat mengungkap peredaran vape yang mengandung etomidate dan kasus yang melibatkan selebgram Julia Prastini alias Jule. Padahal, etomidate sebenarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu membuat pasien kehilangan kesadaran sebelum tindakan tertentu.

Saat digunakan secara medis, pemberiannya dilakukan dengan dosis yang terukur dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Namun, ketika zat ini masuk ke tubuh melalui vape, jumlah yang terhirup dan efeknya menjadi sulit dipastikan. Lantas, apa saja yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika terpapar etomidate? Yuk, simak di bawah ini!

1. Bikin tubuh masuk ke dalam kondisi tertidur

ilustrasi tidur (unsplash.com/Kinga Howard)

Etomidate dapat membuat tubuh masuk ke dalam kondisi tidak sadar dalam waktu yang sangat cepat. Berdasarkan studi yang terbit dalam Journal of Critical Care pada 2023, etomidate digunakan sebagai obat untuk menginduksi anestesi, termasuk pada pasien yang membutuhkan tindakan intubasi. Secara sederhana, obat ini bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat sehingga kesadaran seseorang dapat hilang sementara.

Dalam penggunaan medis, etomidate diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah dan efek anestesinya biasanya mulai muncul dalam waktu sekitar satu menit. Kondisi ini membuat pasien seperti tertidur sehingga dokter dapat melakukan tindakan medis tanpa pasien tetap sadar selama prosesnya. Efek anestesinya juga relatif singkat dan pada dosis tertentu biasanya berlangsung sekitar tiga hingga lima menit. Namun, kondisi tidak sadar akibat etomidate bukanlah tidur biasa karena obat ini bekerja sebagai anestesi dan penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.

2. Memicu gerakan otot tanpa disadari

ilustrasi sakit (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Selain membuat tubuh kehilangan kesadaran, etomidate juga dapat memicu gerakan otot yang muncul tanpa disadari. Kondisi ini disebut myoclonus, yaitu gerakan otot yang terjadi secara tiba-tiba seperti kedutan atau sentakan. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Drug Design, Development and Therapy pada 2024, myoclonus merupakan salah satu efek yang dapat muncul setelah pemberian etomidate.

Studi tersebut menemukan bahwa pemberian etomidate dapat memicu myoclonus dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada pasien. Selain itu, systematic review dan meta-analysis yang terbit dalam jurnal Heliyon pada 2024 juga menemukan kecenderungan peningkatan risiko myoclonus pada penggunaan etomidate dibandingkan obat pembanding. Jadi, sentakan atau kedutan otot setelah pemberian etomidate dapat menjadi salah satu respons tubuh terhadap obat tersebut.

3. Menekan produksi hormon kortisol untuk sementara waktu

ilustrasi rileks (pexels.com/Polina Zimmerman)

Etomidate juga dapat menekan produksi hormon kortisol untuk sementara setelah masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan tinjauan terhadap sejumlah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Emergency Medicine pada 2010, penggunaan etomidate dapat menurunkan kadar kortisol dalam beberapa jam setelah pemberian. Kortisol sendiri merupakan hormon yang membantu tubuh merespons kondisi stres, termasuk ketika seseorang mengalami sakit atau cedera.

Efek ini terjadi karena etomidate dapat menghambat kerja kelenjar adrenal yang berperan dalam produksi kortisol. Penurunan fungsi adrenal tersebut umumnya bersifat sementara dan dapat kembali pulih setelah beberapa jam. Karena itu, efek etomidate terhadap produksi kortisol menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya sebagai obat anestesi.

Etomidate memang digunakan dalam dunia medis sebagai obat anestesi, tetapi efeknya pada tubuh bukan sekadar membuat seseorang tertidur. Mulai dari kehilangan kesadaran, gerakan otot yang tidak disadari, hingga penurunan produksi kortisol sementara, zat ini dapat memengaruhi beberapa fungsi tubuh. Jadi, penggunaan etomidate sebaiknya tetap dilakukan sesuai peruntukan medis dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan, bukan dalam vape atau media lainnya.

Referensi

“Effect of Pretreatment with a Small Dose of Esketamine on Myoclonus Induced by Etomidate: A Randomized Controlled Trial.” Drug Design, Development and Therapy. Diakses pada September 2026.

“Comparison of Efficacy and Safety of Etomidate with Other Anesthesia Induction Drugs for Patients Undergoing Cardiac Surgery: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.” Heliyon. Diakses pada September 2026.

“The Effect of a Bolus Dose of Etomidate on Cortisol Levels, Mortality, and Health Services Utilization: A Systematic Review.” Annals of Emergency Medicine. Diakses pada September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Apakah Bisul Bisa Menular?23 Sep 2026, 14:03 WIB