Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jatuh saat Panjat Pinang, Kenali Tanda Harus ke IGD

Jatuh saat Panjat Pinang, Kenali Tanda Harus ke IGD
ilustrasi lomba panjat pinang (IDN Times/Anjani Asra)
  • Jatuh dari panjat pinang dapat menyebabkan cedera kepala, tulang belakang, dada, perut, hingga patah tulang meskipun dari luar tidak selalu tampak parah.

  • Penurunan kesadaran, muntah berulang, sesak, nyeri leher atau punggung, mati rasa, kelemahan anggota tubuh, dan tanda perdarahan internal perlu segera ditangani di IGD.

  • Jika dicurigai cedera kepala, leher, atau tulang belakang, jangan buru-buru meminta korban berdiri atau memindahkannya kecuali ada bahaya langsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat ikut lomba panjat pinang, kehilangan pegangan bisa membuat tubuh meluncur dari batang pinang dan menghantam tanah. Korban mungkin langsung berdiri sambil mengatakan dirinya baik-baik saja. Namun, tidak semua cedera akibat jatuh dari ketinggian langsung terlihat dari luar.

Penelitian terhadap 861 pasien yang datang ke instalasi gawat darurat setelah jatuh dari ketinggian menemukan cedera pada anggota gerak bawah dan tulang belakang cukup menonjol. Makin tinggi seseorang jatuh, risiko cedera tulang belakang juga meningkat.

Studi lain terhadap 1.085 korban jatuh dari ketinggian menunjukkan bahwa pada kasus yang lebih ringan sekalipun, cedera anggota gerak bawah, anggota gerak atas, dan tulang belakang umum ditemukan. Pada kasus berat, cedera dada serta perut dan panggul menjadi masalah penting.

Jadi, kapan korban jatuh dari panjat pinang sebaiknya langsung dibawa ke IGD?

  1. 1. Kepala terbentur dan muncul gejala neurologis

    Benturan kepala paling perlu diawasi setelah jatuh. Beberapa tanda bahaya setelah cedera kepala yang butuh pertolongan darurat di antaranya sakit kepala yang makin berat dan tidak hilang, muntah berulang, kejang, bicara pelo, kebingungan, perilaku tidak biasa, kelemahan atau mati rasa, ukuran pupil berbeda, kehilangan kesadaran, atau sangat mengantuk hingga sulit dibangunkan.

    Gejalanya tidak selalu muncul seketika. Sebagian gejala gegar otak atau cedera otak traumatis ringan baru terlihat beberapa jam atau bahkan hari setelah benturan.

    Karena itu, seseorang yang terlihat baik-baik saja beberapa menit setelah jatuh tetap perlu dipantau.

  2. 2. Leher atau punggung sangat sakit, kesemutan, atau tubuh melemah

    Jatuh dari ketinggian dapat menyebabkan cedera tulang belakang dan sumsum tulang belakang.

    Curigai cedera serius apabila setelah jatuh muncul:

    • Nyeri leher atau punggung yang berat.
    • Kesemutan atau mati rasa.
    • Kelemahan pada tangan atau kaki.
    • Sulit menggerakkan anggota tubuh.
    • Sulit berdiri atau berjalan.
    • Bentuk leher/punggung tampak tidak normal.

    Pada kasus jatuh dari ketinggian lebih dari tinggi tubuh seseorang, patut dicurigai cedera kepala, leher, atau tulang belakang. Jaga agar korban tidak bergerak dan pertahankan posisinya jika cedera tulang belakang dicurigai, kecuali harus dipindahkan karena bahaya, untuk resusitasi jantung paru (RJP), atau mengendalikan perdarahan.

  3. 3. Sesak atau dada sangat sakit

    Ilustrasi sejumlah peserta memanjat batang pinang licin dalam lomba tradisional panjat pinang dengan hadiah di puncak.
    ilustrasi lomba panjat pinang (commons.wikimedia.org/Pandi Ahmad Gunawan)

    Korban yang mendarat mengenai dada atau mengalami benturan keras juga tidak boleh hanya dinilai dari adanya memar.

    Pada penelitian di Singapura, cedera dada ditemukan pada 54,9 persen kelompok pasien dengan trauma berat akibat jatuh dari ketinggian. Kasus tersebut berasal dari lingkungan konstruksi sehingga tidak dapat diterapkan langsung pada lomba panjat pinang, tetapi menunjukkan bahwa dada merupakan salah satu bagian tubuh yang bisa mengalami cedera serius akibat mekanisme jatuh.

    Segera cari pertolongan jika muncul sesak napas, nyeri dada berat, napas makin cepat, atau kesulitan bernapas setelah jatuh.

  4. 4. Perut sangat sakit atau merasa seperti akan pingsan

    Cedera organ dalam lebih sulit dikenali karena perdarahannya dapat terjadi di dalam tubuh tanpa luka besar di kulit.

    Trauma perut dapat menimbulkan perdarahan internal, sementara rasa sakit awal kadang masih ringan dan tertutupi cedera lain yang lebih nyeri.

    Waspadai nyeri atau perut yang makin membesar, pusing berat, lemas, kulit pucat dan berkeringat dingin, napas cepat, kebingungan, atau hampir pingsan. Kondisi tersebut dapat mengarah pada syok akibat perdarahan dan membutuhkan pemeriksaan segera.

  5. 5. Kaki atau tangan berubah bentuk dan tidak bisa digunakan

    Mendarat dengan kaki atau tangan sebagai tumpuan dapat meneruskan energi benturan ke tulang dan sendi.

    Dalam penelitian jatuh dari ketinggian, cedera ekstremitas merupakan salah satu pola paling umum pada pasien yang tidak mengalami trauma berat.

    Kemungkinan patah tulang perlu dicurigai jika bagian tubuh:

    • Sangat nyeri dan bengkak.
    • Berubah bentuk.
    • Tidak dapat digerakkan atau digunakan untuk menumpu.
    • Terdapat luka dengan tulang terlihat.
    • Bagian di bawah cedera menjadi mati rasa, pucat, atau dingin.

    Jangan mencoba meluruskan atau memperbaiki sendiri tulang atau sendi yang berubah bentuk.

  6. Jangan langsung menyuruh korban berdiri

    Ilustrasi sejumlah peserta memanjat batang pinang licin secara berkelompok untuk meraih hadiah di puncak.
    ilustrasi panjat pinang (commons.m.wikimedia.org/Ngguhnangguh)

    Reaksi spontan setelah korban jatuh biasanya adalah mengerumuni korban lalu membantunya berdiri. Pada dugaan cedera tulang belakang, tindakan ini sebaiknya dihindari.

    Yang perlu dilakukan adalah membatasi gerakan tulang belakang pada orang yang dicurigai mengalami cedera akibat trauma.

    Periksa apakah korban sadar dan bernapas, hubungi pertolongan medis jika ada tanda bahaya, serta jangan memindahkannya kecuali lokasi tidak aman atau diperlukan tindakan penyelamatan seperti RJP.

    Jatuh dari lomba panjat pinang memang tidak selalu berakhir dengan cedera serius. Namun, jatuh dari ketinggian dapat menyebabkan cedera kepala, tulang belakang, dada, perut, dan tulang.

    Penurunan kesadaran, muntah berulang, kejang, sesak, nyeri leher atau punggung, mati rasa atau kelemahan, tanda perdarahan internal, serta dugaan patah tulang merupakan alasan untuk tidak menunggu dan segera membawa korban ke IGD.

    Referensi

    Aparna Lohanathan, Darpanarayan Hazra, Chinta Annie Jyothirmayi, and Abhilash P. Kundavaram, “An Elucidation of Pattern of Injuries in Patients with Fall from Height,” Indian Journal of Critical Care Medicine 24, no. 8 (2020): 683–87, https://doi.org/10.5005/jp-journals-10071-23520.

    Venkataraman Anantharaman, Thajudeen Mohammed Zuhary, Hao Ying, and Natarajan Krishnamurthy, “Characteristics of Injuries Resulting from Falls from Height in the Construction Industry,” Singapore Medical Journal 64, no. 4 (2023): 237–43, https://doi.org/10.11622/smedj.2022017.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Symptoms of Mild TBI and Concussion,” diakses Agustus 2026.

    National Institute for Health and Care Excellence, "Head Injury: Assessment and Early Management", NICE Guideline NG232 (London: NICE, 2023), diakses Agustus 2026.

    National Institute for Health and Care Excellence, "Spinal Injury: Assessment and Initial Management", NICE Guideline NG41 (London: NICE, 2016), diakses Agustus 2026.

    National Institute for Health and Care Excellence, "Major Trauma: Assessment and Initial Management", NICE Guideline NG39 (London: NICE, 2016), diakses Agustus 2026.

    American Red Cross, “Head, Neck, and Spinal Injury,” diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More