Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Lilit Tali di Tangan saat Lomba Tarik Tambang, Ini Risikonya

Jangan Lilit Tali di Tangan saat Lomba Tarik Tambang, Ini Risikonya
ilustrasi lomba 17an tarik tambang (pexels.com/Andy Pinaria)
  • Melilitkan tali saat tarik tambang membuat lilitan mengencang ketika tegangan meningkat, sehingga berisiko mencederai jaringan lunak, pembuluh darah, dan saraf.

  • Laporan medis mencatat lilitan tali dapat memicu kelemahan saraf radial; pada kejadian ekstrem yang jarang, trauma berat hingga amputasi juga pernah terdokumentasi.

  • Segera cari bantuan medis bila muncul mati rasa menetap, kelemahan, pembengkakan berat, perubahan warna, dingin, atau perdarahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat aba-aba dimulai, suasana jadi riuh. Dampaknya telapak tangan mulai kehilangan pegangan dan refleks kamu mungkin melilitkan tali di pergelangan tangan supaya genggaman terasa lebih kuat. Sayangnya, cara ini justru perlu dihindari.

Tarik tambang dapat menghasilkan gaya yang sangat besar pada tali. Tercatat, gaya tarik maksimal individual dalam penelitian biomekanik bisa melampaui 1.000 newton.

Cedera yang dilaporkan memang paling banyak berupa strain dan sprain, tetapi cedera pada bahu dan anggota gerak atas juga bisa terjadi.

  1. Kenapa melilitkan tali lebih berbahaya?

    Ketika tali hanya digenggam, tangan masih bisa melepaskannya jika kamu kehilangan keseimbangan atau tarikan tiba-tiba berubah. Saat tali melingkari tangan, pergelangan, atau lengan, tegangan dapat membuat lilitan mengencang.

    Tekanan dan gaya tarik yang besar dapat mencederai jaringan lunak maupun saraf. Pada trauma yang sangat berat, kombinasi gaya menarik, meremukkan, dan memutar juga dapat menimbulkan cedera avulsion, yaitu jaringan tubuh tertarik secara paksa dari tempatnya. Literatur bedah tangan menjelaskan mekanisme semacam ini dapat menyebabkan kerusakan luas pada pembuluh darah, saraf, dan jaringan lainnya.

  2. Ada laporan cedera saraf akibat tali yang melilit lengan

    Salah satu laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal Case Reports in Orthopedics menceritakan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang mengalami kelemahan pada pergelangan tangan setelah bermain tarik tambang.

    Tidak ada benturan langsung atau jatuh. Namun, tali dilaporkan melilit tiga kali di lengan atasnya ketika ia menarik. Setelah pertandingan, muncul bekas memar melingkar dan ia tidak mampu mengangkat pergelangan tangan secara normal. Ia didiagnosis dengan radial nerve palsy, yaitu gangguan pada saraf radial. Fungsi saraf akhirnya pulih sekitar tiga bulan.

    Saraf radial membantu mengendalikan sejumlah gerakan lengan, pergelangan, dan jari. Cedera saraf dapat menimbulkan gejala seperti kelemahan dan gangguan gerak. Cedera saraf sensorik juga dapat menyebabkan nyeri atau mati rasa.

  3. Dalam kasus langka, cedera bisa jauh lebih berat

    Ilustrasi vektor lomba tarik tambang dengan dua tim saling menarik tali di lapangan terbuka saat perlombaan.
    ilustrasi lomba tarik tambang (vecteezy.com/Yuri Anto)

    Cedera katastrofik akibat tarik tambang jarang terjadi, tetapi kasusnya terdokumentasi dalam literatur kedokteran.

    Laporan dalam jurnal Orthopedics menggambarkan kasus yang dikenal sebagai tug-of-war hand, ketika tali yang dililitkan pada bagian bawah lengan menyebabkan trauma sangat berat hingga terjadi amputasi traumatis pada lengan bawah.

    Publikasi lainnya juga mencatat sebuah insiden tarik tambang ketika tali putus dan lebih dari 20 jari dari sejumlah peserta mengalami avulsion amputation. Namun, laporan ini menggambarkan kejadian ekstrem, bukan gambaran risiko yang biasa terjadi pada pertandingan tarik tambang sehari-hari. Tetap saja, ini menggambarkan gaya yang bekerja pada tali cukup besar sehingga cara memegang dan kondisi tali tidak boleh dianggap sepele.

  4. Aturan kompetisi melarang melilitkan tali

    Aturan dari Tug of War International Federation (TWIF) mengharuskan sebagian besar peserta memegang tali dengan genggaman biasa menggunakan kedua tangan, dengan telapak menghadap ke atas.

    Posisi yang menghambat tali bergerak bebas dikategorikan sebagai locking dan merupakan pelanggaran.

    Aturan juga melarang simpul atau lilitan yang membuat tali terkunci pada tubuh.

    Dalam pertandingan rekreasional seperti lomba 17 Agustus, prinsip ini juga disarankan, yaitu hindari melilitkan tali mengelilingi jari, telapak, pergelangan, lengan, atau bagian tubuh lain untuk menambah kekuatan pegangan.

  5. Gejala tangan mengalami cedera

    Setelah tarik tambang, lecet atau pegal ringan mungkin terjadi. Namun, cari pertolongan medis segera apabila setelah cedera tangan atau jari:

    • Terasa mati rasa atau kesemutan yang menetap.
    • Tiba-tiba lemah atau sulit digerakkan.
    • Mengalami pembengkakan berat atau nyeri yang terus meningkat.
    • Tampak pucat, kebiruan, atau terasa dingin.
    • Berubah bentuk.
    • Mengalami luka/perdarahan berat.

    Jari yang pucat dan dingin setelah trauma dapat menunjukkan aliran darah yang terganggu, sedangkan mati rasa atau kelemahan dapat menandakan keterlibatan saraf.

    Melilitkan tali pada tangan saat tarik tambang bukan cara aman agar pegangan tali lebih kuat. Lilitan dapat berubah menjadi jeratan ketika gaya tarik meningkat dan membuat tangan sulit dilepaskan.

    Sebagian besar cedera tarik tambang bukan cedera katastrofik, tetapi laporan medis menunjukkan bahwa tekanan dan tarikan tali dapat mencederai saraf hingga, dalam kasus yang sangat jarang, menyebabkan trauma berat pada anggota gerak.

    Referensi

    Ruth Cayero et al., “Analysis of Tug of War Competition: A Narrative Complete Review,” International Journal of Environmental Research and Public Health 19, no. 1 (2022): 3, https://doi.org/10.3390/ijerph19010003.

    Mohammed Murshid Salah and Khalid N. Khalid, “Replantation of Multiple Digits and Hand Amputations: Four Case Reports,” Cases Journal 1 (2008): 266, https://doi.org/10.1186/1757-1626-1-266.

    Pranit N. Chotai and Amr A. Abdelgawad, “Tug-of-War Injuries: A Case Report and Review of the Literature,” Case Reports in Orthopedics 2014 (2014): 519819, https://doi.org/10.1155/2014/519819.

    W. David Bruce and C. W. Hayes, “‘Tug-of-War Hand’: Transforearm Amputation by an Unusual Mechanism,” Orthopedics 22, no. 8 (1999): 769–70, https://doi.org/10.3928/0147-7447-19990801-08.

    American Society for Surgery of the Hand, “When to Visit the Emergency Room,” diakses Agustus 2026.

    American Academy of Orthopaedic Surgeons, “Nerve Injuries in the Hand and Fingers,” diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More