Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jepang dan WHO Bantu Indonesia Kejar Cakupan Imunisasi Anak
ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)
  • WHO bersama Pemerintah Jepang meluncurkan inisiatif satu tahun untuk menangani KLB campak–rubela dan menutup kesenjangan imunisasi di Indonesia, terutama di Sumatra Utara dan Papua.
  • Cakupan imunisasi rendah membuat puluhan ribu anak belum terlindungi, dengan lebih dari 2.000 kasus campak terkonfirmasi hingga April 2026 di wilayah berisiko tinggi.
  • Inisiatif ini memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta menegaskan komitmen WHO dan Jepang dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang tangguh dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan dukungan Pemerintah Jepang memulai inisiatif untuk segera menangani kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak dan rubela serta mengatasi masalah kesenjangan imunisasi di Indonesia. 

Indonesia menghadapi ancaman yang makin besar dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, khususnya di provinsi-provinsi berisiko tinggi seperti Sumatra Utara dan Papua.

Cakupan dosis imunisasi campak–rubela masih sangat rendah, yaitu hanya 46,2 persen di Papua pada 2024. Pada periode yang sama, hampir 83.000 anak di Sumatra Utara dan Papua tidak mendapatkan dosis campak–rubela pertama, sedangkan 150.000 lainnya tidak mendapatkan dosis kedua.

Turunkan kesenjangan imunisasi

Kesenjangan cakupan imunisasi membuat puluhan ribu anak-anak tidak terlindungi dan memungkinkan KLB berulang kali terjadi di daerah-daerah terpencil, di mana sistem pemantauan dan respons penyakit masih paling lemah.

Pada tahun 2026 saja, lebih dari 2.131 kasus terkonfirmasi laboratorium telah tercatat hingga April. Situasi ini makin mendesak dengan klasifikasi 25 provinsi dan 252 kabupaten/kota sebagai daerah berisiko tinggi. 

Untuk mengatasi keadaan ini, inisiatif "No Child Left Behind: Ending deadly measles-rubella outbreaks and closing immunization gaps in Indonesia" yang berlangsung selama satu tahun, akan memperkuat imunisasi rutin, meningkatkan deteksi dan respons penyakit, serta membangun kapasitas lokal di daerah-daerah prioritas seperti Sumatra Utara dan Papua. Inisiatif ini bertujuan menurunkan kesenjangan imunisasi dan semakin melindungi komunitas-komunitas rentan dari KLB. 

"Inisiatif ini hadir pada waktu yang kritis, di mana Indonesia menghadapi kemunculan kembali campak. Dengan dukungan dari Jepang, WHO bekerja dengan pemerintah untuk memperkuat sistem imunisasi, meningkatkan surveilans penyakit, dan melindungi komunitas-komunitas paling sulit dijangkau,” kata perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan, dikutip dari situs resmi.

Koordinasi lintas sektor

ilustrasi vaksin (IDN Times/Aditya Pratama)

Proyek ini juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama, organisasi masyarakat, serta tokoh masyarakat, sembari memperkuat kapasitas tenaga kesehatan garis depan.

Pendekatan seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat ini penting untuk memastikan peningkatan yang berkelanjutan dalam imunisasi dan respons KLB.

“Kami bangga dapat mendukung inisiatif penting ini dalam hubungan kemitraan dengan WHO dan Pemerintah Indonesia. Memastikan setiap anak dapat menerima vaksin-vaksin yang melindungi hidup mereka merupakan upaya penting, tidak hanya untuk melindungi komunitas dan memperkuat keamanan kesehatan melainkan juga untuk mencegah penyebaran antarnegara penyakit menular. Jepang akan terus bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mendukung upaya Indonesia mencapai cakupan kesehatan semesta dan membangun sistem kesehatan yang berketahanan,” kata Chargé d'affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru.

Komitmen WHO dan Jepang

WHO dan Pemerintah Jepang sudah lama menjalin kemitraan di Indonesia. Inisiatif ini memperkuat komitmen mereka dalam melindungi anak-anak, mencegah krisis kesehatan di masa mendatang, dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan. 

Bersama pemerintah Indonesia, WHO akan terus memperkuat imunisasi rutin, meningkatkan surveilans atau pemantauan penyakit dan mempererat koordinasi lintas sektor, selain menjalankan upaya-upaya lebih luas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan primer dan menanggulangi tantangan-tantangan kesehatan baru.

Editorial Team

Related Article