Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan dukungan Pemerintah Jepang memulai inisiatif untuk segera menangani kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak dan rubela serta mengatasi masalah kesenjangan imunisasi di Indonesia.
Indonesia menghadapi ancaman yang makin besar dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, khususnya di provinsi-provinsi berisiko tinggi seperti Sumatra Utara dan Papua.
Cakupan dosis imunisasi campak–rubela masih sangat rendah, yaitu hanya 46,2 persen di Papua pada 2024. Pada periode yang sama, hampir 83.000 anak di Sumatra Utara dan Papua tidak mendapatkan dosis campak–rubela pertama, sedangkan 150.000 lainnya tidak mendapatkan dosis kedua.
