Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah gizi paling umum. Kelompok yang paling rentan adalah remaja putri dan ibu hamil, dua kelompok yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi dibanding populasi umum.
Saat tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin (protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen) akan menurun. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan, mudah lemas, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan produktivitas sehari-hari. Pada ibu hamil, anemia juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.
Di tengah berbagai upaya mengatasi anemia, para peneliti mulai menaruh perhatian pada bahan pangan yang mudah ditemukan dan terjangkau. Salah satu yang menarik perhatian adalah jambu biji.
Buah tropis ini kaya akan vitamin C. Bahkan, menurut peneliti, kandungan vitamin C dalam jambu biji dapat mencapai sekitar empat kali lebih tinggi dibanding jeruk per 100 gram buah. Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin A, folat, serat, dan sejumlah kecil zat besi.
Karena vitamin C diketahui membantu penyerapan zat besi di usus, para peneliti ingin mengetahui apakah konsumsi jus jambu biji dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada kelompok yang berisiko mengalami anemia.
