ilustrasi craving makan mi instan (vecteezy.com/Piti Petdum)
Jika mi instan sudah menjadi makanan yang terlalu sering kamu konsumsi, ada beberapa cara yang bisa membantu menguranginya secara bertahap.
Jangan berhenti secara ekstrem: Menghentikan konsumsi secara mendadak sering membuat craving makin kuat. Mengurangi frekuensi secara bertahap biasanya lebih efektif.
Tambahkan protein dan serat: Jika tetap makan mi instan, tambahkan telur, tahu, ayam, atau sayur. Kombinasi ini membantu memperlambat pencernaan dan membuat rasa kenyang lebih stabil.
Identifikasi pemicu craving: Sebagian orang makan mi instan ketika stres atau bosan. Menyadari pemicu ini dapat membantu mengganti kebiasaan dengan aktivitas lain.
Siapkan alternatif makanan cepat: Memiliki pilihan makanan praktis lain, seperti sup sayur, telur rebus, atau roti lapis dapat membantu mengurangi ketergantungan pada mi instan.
Mi instan tidak harus sepenuhnya dihindari. Namun, kombinasi rasa gurih, karbohidrat olahan, dan kandungan sodium yang tinggi membuat makanan ini sangat mudah memicu keinginan makan berulang.
Jika dikonsumsi terlalu sering, mi instan dapat memengaruhi pola makan dan bahkan menimbulkan perilaku yang mirip kecanduan makanan. Mengenali tanda-tandanya adalah langkah pertama untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat. Dengan pendekatan yang bertahap, mi instan tetap bisa dinikmati sesekali tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Referensi
"Chart: Which Countries Eat the Most Instant Noodles?" The New Diplomat. Diakses Maret 2026.
Ashley N. Gearhardt, William R. Corbin, and Kelly D. Brownell, “Food Addiction,” Journal of Addiction Medicine 3, no. 1 (February 19, 2009): 1–7, https://doi.org/10.1097/adm.0b013e318193c993.
Thibault Fiolet et al., “Consumption of Ultra-processed Foods and Cancer Risk: Results From NutriNet-Santé Prospective Cohort,” BMJ 360 (February 14, 2018): k322, https://doi.org/10.1136/bmj.k322.
Institute of Medicine. "Strategies to Reduce Sodium Intake in the United States." Washington, DC: National Academies Press, 2010.
William K. Scott et al., “Complete Genomic Screen in Parkinson Disease,” JAMA 286, no. 18 (November 14, 2001): 2239, https://doi.org/10.1001/jama.286.18.2239.
Eliza Gordon et al., “What Is the Evidence for ‘Food Addiction?’ a Systematic Review,” Nutrients 10, no. 4 (April 12, 2018): 477, https://doi.org/10.3390/nu10040477.
Hyun Joon Shin et al., “Instant Noodle Intake and Dietary Patterns Are Associated With Distinct Cardiometabolic Risk Factors in Korea,” Journal of Nutrition 144, no. 8 (June 26, 2014): 1247–55, https://doi.org/10.3945/jn.113.188441.
Erica M. Schulte, Nicole M. Avena, and Ashley N. Gearhardt, “Which Foods May Be Addictive? The Roles of Processing, Fat Content, and Glycemic Load,” PLoS ONE 10, no. 2 (February 18, 2015): e0117959, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0117959.