Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Artritis Tidak Hanya Menyerang Lansia?

5 min read
Kenapa Artritis Tidak Hanya Menyerang Lansia?
ilustrasi artritis atau radang sendi, dialami di lutut (magnific.com/lifestylememory)
  • Artritis mencakup lebih dari 100 kondisi dan dapat menyerang anak hingga dewasa muda, dipicu antara lain oleh cedera, autoimun, genetik, tekanan berulang, serta berat badan berlebih.

  • Pada anak, artritis dapat menyebabkan nyeri, bengkak, kaku, dan keterbatasan gerak; gejalanya kerap keliru dianggap nyeri pertumbuhan atau pegal setelah olahraga.

  • Nyeri sendi menetap atau berulang, terutama disertai bengkak, hangat, dan kaku pagi hari, perlu diperiksakan; nyeri hebat mendadak dengan demam memerlukan pertolongan segera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Artritis atau radang sendi sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami oleh lansia. Keluhan seperti lutut kaku, nyeri saat berjalan, dan keterbatasan gerak sendi memang lebih sering dikaitkan dengan proses penuaan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Artritis juga dapat terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa usia produktif.

Pada dasarnya, artritis bukanlah satu penyakit spesifik, melainkan istilah untuk lebih dari 100 kondisi yang menyerang persendian. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan sistem kekebalan tubuh, cedera, hingga faktor genetik. Meski usia lanjut dapat meningkatkan risiko beberapa jenis artritis, tetapi orang yang lebih muda pun tetap dapat mengalami kondisi ini.

  1. 1. Artritis bukan hanya penyakit akibat penuaan

    Salah satu alasan artritis sering dianggap sebagai penyakit lansia adalah karena osteoartritis, yaitu kerusakan bertahap pada tulang rawan yang melapisi ujung tulang. Padahal, tulang rawan berperan menjaga agar sendi dapat bergerak dengan lancar. Saat jaringan ini menipis atau rusak, gesekan antartulang dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

    Meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi osteoartritis juga dapat terjadi pada orang yang lebih muda, terutama setelah cedera sendi. Cedera ligamen, patah tulang di sekitar sendi, atau trauma pada pinggul dapat mengubah fungsi sendi dan meningkatkan risiko artritis di kemudian hari.

    Selain itu, ada artritis reumatoid, yaitu penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang lapisan sendi. Kondisi ini menyebabkan peradangan, nyeri, pembengkakan, dan dapat merusak sendi bila tidak ditangani dengan baik.

    Artritis reumatoid dapat muncul pada berbagai usia, termasuk dewasa muda.

  2. 2. Anak-anak dan remaja juga bisa mengalami artritis

    Artritis pada anak mungkin terdengar tidak biasa, tetapi kondisi ini memang dapat terjadi. Salah satu bentuknya adalah juvenile idiopathic arthritis (JIA), yaitu kelompok penyakit radang sendi yang muncul sebelum usia 16 tahun.

    Gejalanya meliputi nyeri, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi. Pada sebagian anak, kekakuan lebih terasa pada pagi hari atau setelah lama tidak bergerak. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bermain dan berjalan hingga belajar di sekolah.

    Sayangnya, gejala artritis pada anak sering disalahartikan sebagai nyeri pertumbuhan atau pegal setelah berolahraga. Akibatnya, pemeriksaan medis bisa terlambat dilakukan.

    Padahal, artritis akibat peradangan dapat mengganggu fungsi sendi dan dalam beberapa kasus memengaruhi pertumbuhan anak. Karena itu, nyeri atau pembengkakan sendi yang menetap tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai kekakuan pada pagi hari atau perubahan kemampuan bergerak.

  3. 3. Penyebab artritis pada usia muda

    ilustrasi nyeri sendi akibat bursitis (pexels.com/Tawfiqu barbhuiya)
    ilustrasi nyeri sendi akibat arthritis (pexels.com/Tawfiqu barbhuiya)

    Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko artritis sebelum seseorang memasuki usia lanjut. Namun, faktor risiko ini berbeda pada setiap jenis artritis dan tidak berarti seseorang pasti akan mengalaminya.

    • Cedera sendi. Kecelakaan, jatuh, atau cedera saat berolahraga dapat merusak tulang rawan dan jaringan di sekitar sendi, sehingga meningkatkan risiko osteoartritis di kemudian hari.
    • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan psoriatic arthritis, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sendiri dan memicu peradangan sendi.
    • Faktor genetik. Riwayat keluarga dapat meningkatkan kerentanan terhadap beberapa jenis artritis, meski tidak berarti kondisi tersebut pasti akan diturunkan.
    • Tekanan berulang pada sendi. Aktivitas yang melibatkan gerakan berulang, angkat beban berat, atau sering berlutut dapat memberi tekanan berlebih pada persendian tertentu.
    • Berat badan berlebih. Kelebihan berat badan meningkatkan beban pada sendi penopang tubuh, terutama lutut dan pinggul, sehingga dapat meningkatkan risiko osteoartritis atau memperparah kerusakan sendi yang sudah ada.

    Artritis tidak selalu dapat dicegah. Beberapa jenisnya dipengaruhi oleh proses autoimun atau kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

  4. 4. Artritis pada usia muda bisa mengganggu kualitas hidup

    Artritis bukan masalah sepele hanya karena terjadi pada usia muda. Nyeri dan kekakuan sendi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang sebelumnya terasa mudah, seperti berjalan, berolahraga, bekerja, atau mengurus keluarga.

    Dampaknya juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Nyeri yang berlangsung lama dapat mengganggu tidur, meningkatkan stres, dan menyulitkan seseorang menjalani rutinitas harian. Pada anak dan remaja, kondisi ini bahkan bisa membatasi kesempatan untuk bermain serta mengikuti aktivitas bersama teman sebaya.

    Tantangan lainnya, artritis sering muncul saat seseorang sedang menempuh pendidikan, membangun karier, atau menjalani berbagai tanggung jawab keluarga. Jika gejalanya tidak dikenali sejak dini, penderita mungkin terus memaksakan diri dan menganggap keluhan tersebut hanya sebagai kelelahan biasa.

    Dampak penyakit ini dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada jenis artritis, tingkat peradangan, sendi yang terkena, dan respons terhadap pengobatan.

  5. 5. Kapan nyeri sendi perlu diperiksakan ke dokter?

    Nyeri sendi yang muncul sesekali setelah beraktivitas belum tentu menandakan artritis. Namun, keluhan yang menetap, sering kambuh, atau disertai gejala lain perlu mendapat perhatian lebih.

    Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain pembengkakan sendi, kekakuan pada pagi hari, sendi yang terasa hangat, serta kesulitan menggerakkan bagian tubuh seperti biasa. Jika gejala berulang atau tidak kunjung membaik, sebaiknya temui dokter.

    Segera cari pertolongan medis jika sendi tiba-tiba menjadi sangat nyeri, bengkak, dan terasa panas, terutama jika disertai demam. Kondisi ini dapat menandakan infeksi sendi atau masalah serius lain yang memerlukan penanganan segera.

    Diagnosis artritis tidak dapat ditegakkan cuma dari satu gejala. Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik serta menyarankan tes darah, pemeriksaan pencitraan, atau analisis cairan sendi.

    Penanganan artritis juga tergantung jenisnya. Pilihan terapi dapat mencakup latihan fisik yang sesuai, fisioterapi, penyesuaian aktivitas, pengelolaan berat badan, hingga penggunaan obat-obatan. Pada beberapa jenis artritis autoimun, obat tertentu dapat membantu mengendalikan peradangan dan memperlambat kerusakan sendi.

    Artritis tidak hanya dapat terjadi pada lansia, tetapi juga pada anak-anak dan orang dewasa muda. Karena itu, jangan abaikan nyeri atau kekakuan sendi yang menetap. Deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu mengendalikan gejala, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan menjaga fungsi sendi dalam jangka panjang.

    Referensi

    CPD Online College. Diakses pada Oktober 2026. "Arthritis in the Young: Debunking the Myth that it is just an Elderly Disease."

    Health and Discovery. Diakses pada Oktober 2026. "Arthritis Affects All Ages."

    Joint Health. Diakses pada Oktober 2026. "Aging and Arthritis."

    Orlando Health. Diakses pada Oktober 2026. "5 Common Myths About Arthritis."

    The Arthritis Movement. Diakses pada Oktober 2026. "Explaining your Diagnosis as a Young Person."

    The Conversation. Diakses pada Oktober 2026. "Arthritis isn’t Just a Condition Affecting Older People, It Likely Starts Much Earlier."

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More