Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Psikologi tentang Perilaku Cek HP padahal Gak Ada Notif

6 min read
Fakta Psikologi tentang Perilaku Cek HP padahal Gak Ada Notif
ilustrasi cek hp (unsplash.com/Paul Hanaoka)
  • Kebiasaan mengecek HP tanpa notifikasi dapat dipicu dorongan mencari hal baru, rasa bosan, ketidakpastian saat menunggu kabar, serta rutinitas yang membuat tangan bergerak otomatis.
  • Riset yang dikutip menunjukkan pengecekan spontan bisa terjadi tanpa tujuan sadar; ketidaksukaan pada kebosanan berkaitan dengan penggunaan HP lebih sering, sementara kebiasaan cek HP terkait dorongan menunda pekerjaan.
  • Pengecekan berulang dapat memecah konsentrasi saat belajar atau bekerja, meski tidak otomatis menandakan kecanduan; pengguna dianjurkan mengenali pemicu dan menciptakan jarak dari HP ketika fokus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak, kamu membuka HP berkali-kali, padahal gak ada pesan masuk atau notifikasi baru? Awalnya mungkin hanya ingin mengecek chat, tapi beberapa menit kemudian tanganmu kembali meraih HP tanpa alasan yang jelas. Kebiasaan ini sering terjadi saat sedang mengantre, menunggu balasan seseorang, atau beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan.

Meski terkesan sepele, ada sejumlah faktor psikologis yang bisa menjelaskan kenapa kamu terus mengecek HP meskipun gak ada hal baru. Memahami penyebabnya bisa membantumu mengenali kebiasaan tersebut sekaligus mencari cara agar penggunaan HP gak mengganggu aktivitas sehari-hari. Kenali lima fakta psikologi tentang perilaku cek HP padahal gak ada notif berikut ini agar bisa mengelola penggunaan gadget dengan lebih bijak.

  1. 1. Otak terbiasa mencari sesuatu yang baru

    ilustrasi otak manusia, ingin tahu, curiosity, kreatif, kreativitas
    ilustrasi otak manusia, ingin tahu, curiosity, kreatif, kreativitas (magnific.com/magnific)

    Pernah merasa penasaran apakah ada pesan baru meskipun baru saja mengecek HP? Perasaan tersebut berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk mencari informasi dan hal-hal baru. HP menawarkan banyak kemungkinan, mulai dari pesan masuk, unggahan media sosial, berita terbaru, sampai video menarik yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Karena selalu ada kemungkinan menemukan sesuatu yang berbeda, kamu bisa terdorong untuk memeriksa layar berulang kali.

    Menurut penelitian dalam jurnal Applied Cognitive Psychology yang terbit pada 2023, kebiasaan mengecek HP secara spontan dapat terjadi tanpa adanya notifikasi atau tujuan sadar tertentu. Peneliti mengembangkan alat ukur bernama Spontaneous Smartphone Checking Scale untuk mempelajari kecenderungan seseorang untuk mengalihkan perhatian ke HP secara otomatis. Temuan ini membantu menjelaskan kenapa kamu terkadang membuka HP tanpa benar-benar mengetahui apa yang sedang dicari. Artinya, perilaku tersebut gak selalu muncul karena ada kebutuhan mendesak untuk menggunakan perangkat.

  2. 2. Rasa bosan membuatmu mencari pelarian

    ilustrasi bosan
    ilustrasi bosan (pexels.com/Marcelo Chagas)

    Coba ingat kapan kamu paling sering mengecek HP. Apakah saat menunggu pesanan makanan, berada di kendaraan umum, atau menghadapi pekerjaan yang terasa monoton? Ketika gak ada aktivitas menarik, HP bisa menjadi pilihan praktis untuk mengisi waktu luang. Kamu mungkin awalnya hanya berniat melihat satu unggahan, tapi akhirnya terus menggulir layar karena merasa lebih terhibur daripada berdiam diri.

    Penelitian dalam jurnal Motivation and Emotion yang terbit pada 2026 menemukan bahwa orang yang lebih sulit menerima rasa bosan cenderung menggunakan HP lebih sering. Penelitian tersebut melibatkan studi korelasional terhadap 495 partisipan dan studi longitudinal tiga gelombang terhadap 261 partisipan. Hasilnya menunjukkan hubungan antara ketidaksukaan terhadap kebosanan dan peningkatan penggunaan HP, termasuk kecenderungan penggunaan berlebihan. Meski begitu, temuan ini menunjukkan hubungan antarvariabel, bukan bukti bahwa rasa bosan selalu menjadi penyebab langsung kebiasaan mengecek HP, ya.

  3. 3. Kebiasaan berulang membuat tangan bergerak otomatis

    ilustrasi pengguna smartphone
    ilustrasi pengguna smartphone (unsplash.com/Jonas Leupe)

    Awalnya, kamu mungkin mengecek HP karena ingin membaca pesan atau melihat kabar terbaru dari teman. Namun, ketika tindakan tersebut dilakukan berkali-kali dalam situasi yang sama, kebiasaan itu bisa terbentuk dan terasa semakin otomatis. Misalnya, setiap kali duduk di sofa, kamu langsung meraih HP meskipun sebenarnya gak memiliki keperluan tertentu. Lama-kelamaan, kamu bisa membuka layar bahkan sebelum menyadari alasan di balik tindakan tersebut.

    Penelitian dalam jurnal Mobile Media & Communication yang dipublikasikan pada 2021 membahas hubungan antara kebiasaan mengecek HP, dorongan untuk memeriksa perangkat, dan kecenderungan menunda pekerjaan. Penelitian yang melibatkan 532 mahasiswa pengguna smartphone selama lima hari itu menemukan bahwa kekuatan kebiasaan mengecek HP, gangguan yang dirasakan, dan dorongan untuk memeriksa perangkat berkaitan dengan perilaku menunda pekerjaan. Meski begitu, penelitian tersebut gak menunjukkan bahwa setiap kebiasaan mengecek HP pasti menyebabkan prokrastinasi. Temuan ini mengingatkanmu bahwa kebiasaan kecil yang berulang tetap perlu diperhatikan apabila mulai mengganggu produktivitas.

  4. 4. Ketidakpastian membuatmu terus berharap ada notifikasi

    ilustrasi WhatsApp
    ilustrasi WhatsApp (unsplash.com/Amanz)

    Pernah mengecek WhatsApp berkali-kali karena menunggu balasan dari seseorang? Kamu mungkin sudah tahu belum tentu ada pesan baru, tapi tetap merasa ingin memastikan apakah orang tersebut sudah membalas. Situasi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian bisa membuatmu terus mencari informasi, terutama ketika ada sesuatu yang sedang kamu nantikan. Setiap kali membuka HP, kamu berharap menemukan kabar yang berbeda dari pemeriksaan sebelumnya.

    Hal serupa bisa terjadi ketika kamu menunggu kabar tentang pekerjaan, memantau unggahan media sosial, atau berharap ada interaksi baru di akunmu. Karena gak mengetahui kapan sesuatu akan muncul, kamu mungkin terdorong untuk mengecek layar berulang kali. Namun, perlu diingat bahwa gak semua kebiasaan tersebut disebabkan oleh mekanisme psikologis yang sama. Terkadang, kamu memang sedang menunggu informasi penting, sedangkan pada kesempatan lain, tindakan itu sudah menjadi rutinitas tanpa tujuan yang jelas.

  5. 5. Perhatianmu bisa terganggu meskipun HP gak berbunyi

    ilustrasi notifikasi ponsel
    ilustrasi notifikasi ponsel (vecteezy.com/Thanakorn Lappattaranan)

    Mengecek HP tanpa notifikasi mungkin terlihat gak berbahaya karena kamu merasa hanya menghabiskan beberapa detik. Akan tetapi, apabila dilakukan berkali-kali ketika sedang belajar, membaca, atau bekerja, kebiasaan tersebut bisa memecah konsentrasimu, lho. Kamu perlu kembali mengarahkan perhatian ke aktivitas utama setelah selesai melihat layar. Akibatnya, pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih cepat berpotensi memakan waktu lebih lama.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa notifikasi HP dapat mengganggu kinerja dalam tugas yang membutuhkan perhatian, bahkan ketika seseorang tidak menyentuh perangkatnya. Sementara itu, penelitian dalam Mobile Media & Communication menyoroti hubungan antara kebiasaan mengecek HP dan penundaan pekerjaan. Kedua temuan ini memberikan gambaran bahwa perhatian dan pola penggunaan HP patut diperhatikan, bukan sekadar durasi menatap layar. Meski demikian, kebiasaan mengecek HP berulang kali gak otomatis berarti kamu mengalami kecanduan atau gangguan psikologis, ya.

    Menurut psikologi tentang perilaku cek HP padahal gak ada notif bisa berkaitan dengan rasa bosan, keinginan mencari hal baru, perilaku otomatis, ketidakpastian, hingga kesulitan mempertahankan perhatian. Kamu gak perlu langsung merasa khawatir apabila sesekali melakukan hal tersebut karena penggunaan HP merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kalau kebiasaan ini mulai mengganggu pekerjaan, waktu istirahat, atau interaksi dengan orang lain, ada baiknya kamu mulai mengevaluasinya.

    Kamu bisa mencoba berhenti sejenak sebelum membuka HP dan bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang sedang dicari. Saat belajar atau bekerja, letakkan HP sedikit lebih jauh supaya kamu gak gampang meraihnya secara spontan. Kamu juga bisa membiasakan diri menikmati waktu luang tanpa harus selalu mengisi setiap jeda dengan layar. Dengan mengenali pemicunya, kamu dapat membangun kebiasaan menggunakan HP secara lebih sadar dan tetap menikmati manfaat teknologi tanpa terus-menerus terdistraksi.

    Referensi

    “Why your hand keeps reaching for your phone when there’s no notification, as per psychology.” Moneycontrol. Diakses Oktober 2026.

    “Digital daydreaming: Introducing the spontaneous smartphone checking scale.” Applied Cognitive Psychology. Diakses Oktober 2026.

    “Swiping away dullness: disliking boredom predicts more smartphone use.” Motivation and Emotion. Diakses Oktober 2026.

    “Studying problems, not problematic usage: Do mobile checking habits increase procrastination and decrease well-being?” Mobile Media & Communication. Diakses Oktober 2026.

    “The attentional cost of receiving a cell phone notification.” Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More