ilustrasi sakit (pexels.com/Jason Deines)
Campak dapat menular bahkan sebelum gejala khasnya muncul. Ini membuat penyebarannya sering terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Seseorang yang terinfeksi bisa tetap beraktivitas seperti biasa karena belum merasa sakit.
Virus campak diketahui sudah dapat menular sekitar empat hari sebelum ruam muncul di kulit hingga beberapa hari setelahnya. Pada fase ini, penderita biasanya hanya mengalami gejala ringan atau belum menunjukkan tanda khas campak. Mengutip dari World Health Organization (WHO), kondisi tersebut membuat penularan campak sulit dikendalikan karena terjadi sebelum terdeteksi. Akibatnya, virus dapat menyebar ke orang lain tanpa disadari sejak awal.
Bayangkan, seseorang yang terlihat sehat sebelum gejala muncul sudah bisa menularkan campak dengan cepat. Terlebih, virus campak dapat menyebar melalui udara dan bertahan dalam ruang tertutup. Menurutmu, dengan kondisi seperti ini, seberapa besar risiko penularan yang bisa terjadi di sekitar kita?
Referensi:
"Waspada Campak Jelang Libur Lebaran, Kemenkes Percepat Imunisasi Anak di Wilayah Risiko". Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada April 2026.
"Predicting the Airborne Transmission of Measles: Impact of Indoor Carbon Dioxide (CO2) Levels and Mitigation Strategies". The Cureus Journal of Medicine Science (2024). Diakses pada April 2026.
"The basic reproduction number (R0) of measles: a systematic review". The Lancet Infectious Diseases (2017). Diakses pada April 2026. ---
"Measles". Word Health Organization (WHO). Diakses pada April 2026.