Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vaksin Campak Diutamakan untuk Nakes dan Kelompok Berisiko Lainnya

Vaksin Campak Diutamakan untuk Nakes dan Kelompok Berisiko Lainnya
ilustrasi vaksinasi campak untuk orang dewasa (pexels.com/FRANK MERIÑO)
Intinya Sih
  • BPOM setujui penggunaan vaksin campak untuk dewasa guna menghadapi KLB campak yang sempat meluas di 14 provinsi.

  • Tenaga kesehatan menjadi prioritas vaksinasi bersama kelompok berisiko seperti pelaku perjalanan internasional dan individu dengan kontak erat pasien imunokompromais.

  • Persetujuan vaksin didasarkan pada evaluasi ilmiah komprehensif dengan hasil keamanan baik, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian KLB campak nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa. Vaksin yang disetujui ini meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR), juga vaksin Measles tunggal.

Pengadaan ini berkaca dari kasus Indonesia yang tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak pada tahun 2026. Hingga minggu ke-11, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 58 KLB campak terjadi di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. 

Kemudian minggu berikutnya, tren kasus telah mengalami penurunan signifikan sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026.

Table of Content

Perluas perlindungan, terutama untuk nakes

Perluas perlindungan, terutama untuk nakes

Di tengah tren penurunan KLB, kewaspadaan tetap diperlukan. Data nasional masih mencatat terjadinya 10 kasus kematian akibat campak. Sekitar 8 persen kasusnya terjadi pada dewasa berusia di atas 18 tahun. Kelompok ini diketahui memiliki risiko keparahan serius, terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan yang tinggi.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa mereka bergerak cepat dalam merespons dan menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Ia juga mengharapkan langkah ini dapat memperluas perlindungan, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan serta penggunaan bagi kelompok berisiko lainnya.

Saat ini kelompok yang menjadi prioritas vaksinasi campak pada dewasa selain tenaga kesehatan yaitu pelaku perjalanan internasional yang memiliki mobilitas tinggi, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah) yang rentan terhadap infeksi.

Keamanan vaksin campak dewasa

Ilustrasi vaksin campak.
ilustrasi vaksin campak (freepik.com/freepik)

Persetujuan penggunaan vaksin campak pada kelompok dewasa tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi data ilmiah yang komprehensif terhadap aspek khasiat dan keamanan.

Berdasarkan data WHO Position Paper serta bukti yang diperoleh tentang penggunaan obat atau vaksin secara nyata di masyarakat (real world evidence/RWE), vaksin ini dinyatakan memiliki profil keamanan yang baik serta dapat ditoleransi dengan baik pada kelompok dewasa dengan profil khasiat dan keamanan yang meyakinkan.

BPOM juga terus berkoordinasi dengan Kemenkes terkait rencana pelaksanaan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya pengendalian KLB secara nasional. Vaksin yang dapat digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi ini diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan dan khasiat, termasuk untuk populasi dewasa yang sebelumnya belum menjadi sasaran utama,” lanjut Taruna.

Penanganan KLB butuh kolaborasi

BPOM mengatakan, penguatan surveilans tetap menjadi kunci dalam mencegah perluasan KLB, melalui deteksi dini kasus, pelaporan cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. Badan tersebut juga memastikan setiap keputusan penggunaan vaksin dilakukan berbasis bukti ilmiah yang kuat dan sesuai standar global.

“Penanganan KLB campak tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat,” Taruna mengatakan.

Dengan adanya persetujuan penggunaan vaksin campak untuk dewasa ini, diharapkan upaya pengendalian campak di Indonesia bisa makin optimal. Perluasan cakupan populasi baik pada anak maupun dewasa, mampu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang aman, khususnya melalui perlindungan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More