Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ketahui Penyebabnya

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian
ilustrasi durian (pixabay.com/najibzamri)
Intinya sih...
  • Durian kaya akan nutrisi, seperti kalium, vitamin A, B, dan C
  • Kandungan kalium yang tinggi dalam durian dapat memicu pusing dan aritmia
  • Perut mulas dan kembung bisa terjadi jika durian dikonsumsi bersamaan dengan alkohol
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Durian populer di Asia Tenggara karena fisik dan baunya khas. Dijuluki 'raja buah', durian kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan, lho. Namun, karena kandungan nutrisinya, durian juga dapat menimbulkan efek samping. Salah satu yang umum dirasakan yakni pusing.

Sebetulnya, kenapa pusing setelah makan durian? Penyebabnya dikaitkan dengan kandungan dalam buahnya yang dinilai cukup tinggi. Simak penjelasan selengkapnya di sini!

Table of Content

Kenapa pusing setelah makan durian?

Kenapa pusing setelah makan durian?

Ilustrasi makan durian di malam hari (pexels.com/Irwan zahuri)
Ilustrasi makan durian di malam hari (pexels.com/Irwan zahuri)

Sejatinya, buah durian merupakan makanan yang aman dikonsumsi oleh sebagian orang. Meski demikian, kandungan nutrisinya yang cukup tinggi dapat memicu efek samping, seperti pusing dan jantung berdebar.

Perlu diketahui, durian kaya akan kalium. Saat mengonsumsi makanan berkalium tinggi, ginjal perlu bekerja ekstra untuk membuang kelebihan kadarnya melalui urine. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, ginjal pun kewalahan sehingga masih tersisa banyak kalium dalam darah.

Kalium memang penting untuk tubuh. Namun, kadar kalium yang berlebihan dalam darah dapat memicu pusing dan aritmia atau degup jantung tidak normal.

Lebih lanjut, tingkat kematangan durian juga dapat memicu efek samping yang berbeda. Dilansir laman LPPOM MUI, durian yang sangat matang lebih mungkin mengalami fermentasi alami sehingga mengandung alkohol cukup tinggi. Pada beberapa orang, hal tersebut mungkin tidak memberikan efek apa pun, tetapi ada juga yang merasa 'mabuk' alias pusing. Kondisi ini umum disebut sebagai mabuk durian. 

Cara mengatasi mabuk durian

Lantas, adakah penawar setelah makan durian untuk menghilangkan mabuknya? Well, belum banyak sumber atau rujukan ilmiah yang menyebutkan makanan atau minuman tertentu untuk bantu meredakan efek mabuk durian. 

Sejauh ini yang bisa kamu lakukan adalah mengonsumsi durian dalam jumlah cukup. Terlebih jika memiliki riwayat kesehatan yang mungkin bereaksi terhadap kandungan durian, seperti diabetes. 

Kamu juga bisa membantu meringankan kerja ginjal dengan mengonsumsi air putih matang dalam jumlah cukup. Dengan begitu, kadar kalium dalam darah bisa segera dinetralisir sehingga dapat mencegah efek pusing berlanjut. 

Salah satu metode Traditional Chinese Medicine (TCM) yakni meminum air asin dengan gelas dari kulit durian dipercaya dapat mengurangi efek yang tidak mengenakan. Meski demikian, belum ada bukti ilmiah yang mendukung mitos satu ini. 

Durian dan alkohol

Durian dapat menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Ilmuwan mempercayai bahwa senyawa serupa belerang dalam durian dapat mencegah kerja enzim yang memecah alkohol. 

Kandungan serat dan karbohidratnya yang relatif tinggi bahkan dapat menyebabkan perut mulas dan kembung pada beberapa orang. Efek ini akan semakin parah jika dibarengi dengan asupan alkohol.

Efek samping yang muncul bisa berupa mual, muntah, hingga jantung berdebar kencang. Nah, untuk menghindari efek samping mabuk durian yang lebih parah, sebaiknya jangan konsumsi keduanya secara bersamaan, ya.

Nutrisi durian

Bukan hoaks jika durian diklaim sebagai buah yang kaya nutrisi. National Nutrient Database for Standard Reference yang rilis 2018 menjabarkan nutrition facts dari 100 gram durian atau sekitar 3 biji buahnya. 

  • Energi: 147 kkal
  • Protein: 1,47 g
  • Total lipid (lemak): 5,33 g
  • Karbohidrat: 27,09 g
  • Serat makanan total: 3,8 g
  • Kalsium: 6 mg
  • Besi: 0,43 mg
  • Magnesium: 30 mg
  • Fosfor: 39 mg
  • Kalium: 436 mg
  • Sodium: 2 mg
  • Seng: 0,28 mg

Selain itu, vitamin dalam buah durian juga terhitung lengkap. Buah berduri ini mengandung vitamin A, B, hingga C. Lebih detailnya sebagai berikut:

  • Vitamin C, asam askorbat total: 19,7 mg
  • Tiamin: 0,374 mg
  • Riboflavin: 0,2 mg
  • Niasin: 1,074 mg
  • Vitamin B-6: 0,316 mg
  • Vitamin A, RA: 2µg
  • Vitamin A, IU: 44IU

Dengan nutrisi yang ada, durian menjadi salah satu buah paling bernutrisi di dunia. Belum lagi kandungan senyawa antosianin, karotenoid, polifenol, dan flavonoid di dalamnya yang berfungsi sebagai antioksidan, sebagaimana dijelaskan penelitian dalam jurnal National Library of Medicine.

Kenapa pusing setelah makan durian bisa jadi karena kamu mengonsuminya terlalu banyak. Untuk itu, pastikan membatasi konsumsinya karena ada beberapa nutrisi dalam durian terhitung cukup tinggi. 

FAQ seputar kenapa pusing setelah makan durian

Kenapa setelah makan durian bisa terasa pusing?

Durian mengandung gula dan kalori tinggi yang bisa memicu lonjakan gula darah sehingga tubuh terasa tidak nyaman.

Apakah durian bisa memengaruhi tekanan darah?

Ya, konsumsi durian berlebihan dapat memengaruhi tekanan darah dan memicu rasa pusing pada sebagian orang.

Apakah kandungan alkohol alami pada durian berpengaruh?

Sedikit kandungan alkohol hasil fermentasi alami pada durian bisa memicu pusing jika dikonsumsi banyak.

Referensi: 

Lee-Hoon Ho dan Rajeev Bhat. 2015. "Exploring The Potential Nutraceutical Values of Durian (Durio zibethinus L.) - an Exotic Tropical Fruit". National Library of Medicine.
"Durian - Uses, Side Effects, and More". WebMD. Diakses Desember 2024.
"Durian Contains Alcohol, How is the Law?". LPPOM MUI. Diakses Desember 2024.
"Five Myths about Durians". Raffles Medical Group. Diakses Desember 2024.
C.W.Ogle dan Y.F.Teh. "DURIAN AND ALCOHOL -A PRELIMINARY REPORT". 1969. Singapore National Journal. Vol 10, No. 4.
"Durian and Alcohol: A Deadly Mix?". Year of The Durian. Diakses Desember 2024.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Mayang Ulfah Narimanda
3+
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More

FAQ Campak: Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu

20 Jan 2026, 13:39 WIBHealth