"Short, intensive workouts help fight bowel cancer." Newcastle University. Diakses Januari 2026.
Samuel T. Orange et al., “Exercise Serum Promotes DNA Damage Repair and Remodels Gene Expression in Colon Cancer Cells,” International Journal of Cancer, December 12, 2025, https://doi.org/10.1002/ijc.70271.
Cuma 10 Menit Olahraga, Tubuh Aktifkan Efek Antikanker

- Olahraga intens singkat selama sekitar 10 menit dapat memicu perubahan molekuler dalam darah yang berdampak antikanker.
- Molekul yang dilepaskan saat olahraga memengaruhi ribuan gen, termasuk yang terkait pertumbuhan sel kanker dan perbaikan DNA.
- Aktivitas fisik rutin diketahui dapat menurunkan risiko kanker usus hingga sekitar 20 persen.
Ternyata, tubuh manusia ternyata merespons olahraga jauh lebih cepat daripada yang selama ini dibayangkan. Sebuah studi baru dari Universitas Newcastle menunjukkan bahwa hanya dengan sekitar 10 menit aktivitas fisik intens, tubuh sudah mengirimkan sinyal biologis yang kuat, bahkan hingga ke tingkat genetik.
Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan, olahraga singkat mampu meningkatkan konsentrasi berbagai molekul kecil dalam aliran darah. Molekul-molekul ini berkaitan dengan penurunan peradangan, perbaikan fungsi pembuluh darah, serta metabolisme yang lebih sehat. Menariknya, efek ini tidak berhenti pada jaringan sehat saja.
Ketika darah yang “terkondisi olahraga” tersebut diaplikasikan pada sel kanker usus di laboratorium, aktivitas lebih dari 1.300 gen berubah. Gen-gen yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker, produksi energi, hingga perbaikan kerusakan DNA ikut terpengaruh. Temuan ini memberi gambaran baru tentang bagaimana olahraga bisa menjadi pelindung alami terhadap kanker.
Dari laboratorium ke sel kanker
Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini memberikan penjelasan biologis yang lebih konkret tentang manfaat olahraga. Tidak cuma baik buat kesehatan, tetapi juga mengubah lingkungan internal tubuh menjadi kurang ramah bagi sel kanker.
Para peneliti menemukan bahwa olahraga meningkatkan aktivitas gen yang mendukung fungsi mitokondria—bagian sel yang berperan sebagai “pembangkit energi”. Sel menjadi lebih efisien menggunakan oksigen. Di saat yang sama, gen-gen yang mendorong pertumbuhan sel secara cepat justru ditekan, sehingga potensi agresivitas sel kanker ikut menurun.
Tak hanya itu, darah setelah olahraga juga memicu perbaikan DNA dengan mengaktifkan gen kunci bernama PNKP, yang berperan dalam memperbaiki DNA yang rusak. Salah satu protein yang meningkat setelah olahraga adalah interleukin-6 (IL-6), yang diketahui membantu proses perbaikan sel. Semua ini terjadi hanya dari satu sesi olahraga singkat.
Setiap gerak, sekecil apa pun, berarti

Penelitian ini melibatkan 30 relawan berusia 50–78 tahun, laki-laki dan perempuan, yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas—faktor risiko kanker—tetapi secara umum sehat. Mereka menjalani tes bersepeda intens selama sekitar 10 menit. Setelah itu, darah mereka dianalisis, dan sebanyak 13 protein penting meningkat pascaolahraga.
Menurut Dr. Sam Orange, peneliti utama studi ini, hasil tersebut menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya menyehatkan jaringan normal, tetapi juga dapat menciptakan kondisi yang “tidak bersahabat” bagi pertumbuhan sel kanker. Bahkan, satu sesi latihan saja sudah cukup untuk mengirimkan sinyal kuat ke seluruh tubuh.
Aktivitas fisik diperkirakan dapat menurunkan risiko kanker usus sekitar 20 persen. Kabar baiknya, aktivitas fisik tidak harus selalu berupa latihan berat di gym. Berjalan kaki, bersepeda, berkebun, hingga membersihkan rumah juga termasuk, lho!
Ke depan, para peneliti berencana meneliti apakah olahraga yang dilakukan berulang kali dapat memberikan efek jangka panjang dan bagaimana dampaknya jika dikombinasikan dengan terapi kanker seperti kemoterapi atau radioterapi. Namun, yang pasti setiap menit kamu bergerak bermanfaat, dan 10 menit olahraga pun bisa menciptakan perbedaan nyata bagi kesehatan.
Referensi















.jpg)


