Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dari Sisi Kesehatan, Ini 5 Alasan Mudik Naik Motor Tidak Disarankan

Dari Sisi Kesehatan, Ini 5 Alasan Mudik Naik Motor Tidak Disarankan
ilustrasi risiko kesehatan mudik naik motor (unsplash.com/Ambitious Studio* | Rick Barrett)
Intinya Sih
  • Perjalanan jauh dengan motor meningkatkan risiko kelelahan ekstrem, dehidrasi, dan gangguan sirkulasi darah.

  • Duduk statis dan terpapar panas serta polusi selama berjam-jam dapat berdampak pada otot, sendi, sistem kardiovaskular, dan pernapasan.

  • Jika terpaksa mudik naik motor, penting untuk membatasi durasi berkendara, sering beristirahat, menjaga hidrasi, dan memperhatikan keselamatan fisik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mudik merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan banyak orang. Demi bisa berkumpul dengan keluarga, sebagian orang memilih menggunakan sepeda motor untuk menempuh perjalanan jauh karena dianggap lebih hemat dan fleksibel.

Namun, dari sisi kesehatan, perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor sebenarnya memiliki berbagai risiko yang sering tidak disadari. Tubuh harus berada dalam posisi duduk statis selama berjam-jam, terpapar panas matahari, polusi udara, serta kelelahan fisik yang cukup besar.

Bagi sebagian orang, perjalanan ini bisa berlangsung lebih dari 8 hingga 12 jam. Dalam kondisi tersebut, tubuh tidak hanya menghadapi kelelahan, tetapi juga berbagai perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi kesehatan secara signifikan.

Table of Content

Mengapa mudik naik motor berisiko bagi kesehatan?

Mengapa mudik naik motor berisiko bagi kesehatan?

Perjalanan panjang dengan sepeda motor melibatkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi tubuh secara bersamaan, mulai dari postur tubuh yang tidak berubah hingga paparan lingkungan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelelahan dan kurang istirahat saat berkendara merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.

Selain itu, duduk dalam posisi statis dalam waktu lama dapat memengaruhi sirkulasi darah, otot, dan sendi.

Apakah kamu berencana mudik naik motor? Sebelum injak gas, tak ada salahnya untuk tahu beberapa alasan kenapa mudik naik motor tidak disarankan dari sisi kesehatan. Tujuannya agar kamu memahami risikonya dan mengambil langkah-langkah pencegahan.

1. Risiko kelelahan fisik yang tinggi

ilustrasi risiko kesehatan mudik naik motor.
ilustrasi risiko kesehatan mudik naik motor (unsplash.com/setengah limasore)

Mengendarai motor jarak jauh butuh konsentrasi tinggi serta penggunaan otot terus-menerus.

Otot bahu, leher, punggung, dan tangan harus bekerja untuk menjaga keseimbangan dan mengontrol kendaraan. Setelah beberapa jam, otot-otot ini dapat mengalami kelelahan dan ketegangan.

Menurut penelitian, postur statis dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan otot dan nyeri muskuloskeletal.

2. Nyeri punggung dan gangguan muskuloskeletal

Posisi duduk di atas motor sering kali menyebabkan tekanan pada tulang belakang bagian bawah.

Jika perjalanan berlangsung lama, tekanan ini dapat menyebabkan:

  • Nyeri punggung bawah.
  • Kekakuan otot.
  • Ketegangan pada leher dan bahu.

Paparan getaran kendaraan dan postur statis dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal.

3. Risiko dehidrasi

kenapa tidak dianjurkan mudik naik motor
ilustrasi mudik naik motor (unsplash.com/nathan Q)

Pengendara motor terpapar panas matahari dan angin secara langsung. Kondisi ini dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat dan penguapan dari kulit.

Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan konsentrasi. Dehidrasi ringan sekalipun dapat memengaruhi kemampuan berkendara secara aman.

4. Paparan polusi udara

Pengendara motor juga pasti terpapar langsung pada polusi kendaraan bermotor, apalagi jika tidak melindungi diri seperti pakai masker yang memadai.

Paparan polusi udara dalam waktu lama dapat memengaruhi sistem pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan paru-paru.

Ingat, polusi udara merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyakit paru kronis.

5. Risiko gangguan sirkulasi darah

Pemudik sepeda motor.
ilustrasi pemudik sepeda motor (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom/pri.)

Duduk lama tanpa banyak bergerak dapat memengaruhi aliran darah di kaki.

Meski risiko deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam lebih sering dikaitkan dengan perjalanan pesawat, kondisi duduk statis lama juga dapat memengaruhi sirkulasi darah pada perjalanan darat.

Penelitian menunjukkan bahwa imobilitas dalam perjalanan panjang dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah.

Berapa lama berkendara dengan motor yang tidak disarankan?

Tidak ada batas waktu yang benar-benar universal, tetapi banyak panduan keselamatan perjalanan menyarankan:

  • Istirahat setiap 1–2 jam perjalanan.
  • Menghindari berkendara terus-menerus lebih dari 4 jam tanpa istirahat panjang.

Perjalanan motor lebih dari 6–8 jam dalam satu hari umumnya dianggap meningkatkan risiko kelelahan signifikan, terutama jika dilakukan tanpa jeda istirahat yang cukup.

Makin lama durasi berkendara, makin tinggi risiko kelelahan fisik, dehidrasi, dan penurunan konsentrasi.

Jika terpaksa mudik naik motor, ini tips aman dan sehat

Mudik dengan sepeda motor.
ilustrasi mudik dengan sepeda motor (pexels.com/Dương Nhân)

Meski memiliki risiko, tetapi sebagian orang tetap memilih sepeda motor karena keterbatasan transportasi. Jika tidak ada pilihan lain, beberapa langkah ini bisa membantu mengurangi risiko kesehatan.

  • Batasi durasi berkendara

Usahakan tidak berkendara lebih dari 2 jam tanpa istirahat. Berhenti sejenak untuk berjalan, melakukan peregangan, dan minum air.

  • Jaga hidrasi tubuh

Minumlah air secara teratur saat berhenti. Dehidrasi dapat menyebabkan: kelelahan, pusing, dan penurunan konsentrasi.

  • Lakukan peregangan ringan

Lakukan peregangan pada leher, bahu, punggung, dan kaki untuk mengurangi kekakuan otot.

  • Gunakan perlengkapan pelindung yang nyaman

Perlengkapan seperti helm, jaket pelindung, sarung tangan, dan sepatu tertutup dapat membantu melindungi tubuh dari cedera serta paparan lingkungan.

  • Hindari berkendara jika merasa sangat lelah

Kelelahan dapat menurunkan refleks dan konsentrasi. Kelelahan saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.

Perjalanan jarak jauh dengan motor memiliki berbagai risiko, mulai dari kelelahan otot, dehidrasi, paparan polusi, hingga gangguan sirkulasi darah. JIka Lebaran tahun ini kamu mudik naik motor, penting untuk membatasi durasi berkendara, beristirahat secara berkala, serta menjaga hidrasi dan kondisi fisik. Dengan persiapan matang, risiko kesehatan dan keselamatan selama perjalanan mudik dapat diminimalkan.

Referensi

Sean Gallagher and John R. Heberger, “Examining the Interaction of Force and Repetition on Musculoskeletal Disorder Risk,” Human Factors the Journal of the Human Factors and Ergonomics Society 55, no. 1 (June 28, 2012): 108–24, https://doi.org/10.1177/0018720812449648.

Enrico, Marthin J., Paul A. T. Kawatu, and Grace D. Kandou. 2016. "Hubungan antara umur, lama kerja, dan getaran dengan keluhan muskuloskeletal pada supir bus trayek Bitung–Manado di Terminal Tangkoko Bitung tahun 2016." Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi – Unsrat 5, no. 1 (Februari 2016). ISSN 2302-2493 (print); ISSN 2721-4923 (online).

Suzanne C Cannegieter et al., “Travel-Related Venous Thrombosis: Results From a Large Population-Based Case Control Study (MEGA Study),” PLoS Medicine 3, no. 8 (August 16, 2006): e307, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0030307.

World Health Organization. “Road Traffic Injuries.” Diakses Maret 2026.

World Health Organization. “Ambient Air Pollution.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Dehydration.” Diakses Maret 2026.

National Highway Traffic Safety Administration. “Drowsy Driving.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More