Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Penyebab Kolesterol Naik saat Puasa Ramadan

5 Penyebab Kolesterol Naik saat Puasa Ramadan
ilustrasi makan saat buka puasa (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Teorinya, puasa dapat membantu memperbaiki profil lipid, tetapi pola makan yang tidak sehat saat sahur dan berbuka dapat membuat kolesterol meningkat.

  • Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan gorengan selama Ramadan menjadi salah satu faktor utama peningkatan kolesterol.

  • Menjaga pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengontrol kadar kolesterol selama puasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang berharap puasa dapat membantu memperbaiki kesehatan metabolik, termasuk menurunkan kadar kolesterol.

Secara teori, periode tanpa makan selama beberapa jam dapat membantu tubuh mengatur kembali metabolisme energi dan memperbaiki profil lipid dalam darah. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang justru mengalami kenaikan kadar kolesterol. Ini sering memicu kebingungan karena puasa sering dianggap identik dengan pola makan yang lebih sehat.

Faktanya, dampak puasa terhadap kolesterol sangat bergantung pada pola makan dan gaya hidup selama periode berbuka dan sahur. Ketika asupan makanan tinggi lemak jenuh dan gula meningkat, manfaat metabolik dari puasa dapat berkurang bahkan berbalik menjadi peningkatan kadar kolesterol.

Table of Content

Bagaimana puasa memengaruhi kolesterol?

Bagaimana puasa memengaruhi kolesterol?

Kolesterol merupakan zat lemak yang diproduksi oleh hati dan juga diperoleh dari makanan. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk berbagai fungsi penting, seperti membentuk hormon dan membran sel.

Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, terutama low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut penelitian, perubahan pola makan dan metabolisme energi dapat memengaruhi kadar lipid darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.

Selama puasa, metabolisme tubuh berubah. Akan tetapi, jika pola makan saat berbuka tidak seimbang, efek metabolik tersebut bisa menghasilkan dampak yang kebalikan dari yang diharapkan.

Nah, berikut ini daftar penyebab kolesterol naik saat puasa.

1. Konsumsi gorengan dan makanan berlemak

Membeli gorengan untuk buka puasa.
ilustrasi membeli gorengan untuk buka puasa (vecteezy.com/Dani Iksan)

Coba perhatikan, makanan berbuka sering didominasi oleh gorengan seperti bakwan, risoles, martabak, atau makanan yang digoreng lainnya.

Makanan yang digoreng biasanya mengandung lemak jenuh dan lemak trans, terutama jika minyak digunakan berulang kali. Lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan merupakan salah satu penyebab utama peningkatan kolesterol. Jika makanan seperti ini dikonsumsi setiap hari selama puasa, kadar kolesterol dapat meningkat.

2. Porsi makan berlebihan saat berbuka

Setelah berjam-jam tidak makan, banyak orang cenderung makan dalam porsi besar saat berbuka.

Konsumsi kalori yang berlebihan, terutama dari makanan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana, dapat meningkatkan produksi trigliserida di hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Penelitian menunjukkan, kelebihan asupan energi dapat meningkatkan kadar lipid darah.

3. Konsumsi gula dan karbohidrat olahan

Aneka takjil manis.
ilustrasi takjil manis (freepik/freepik)

Minuman manis, kue, dan makanan tinggi gula sering menjadi bagian dari menu berbuka.

Asupan gula berlebih dapat meningkatkan trigliserida dan berkontribusi pada perubahan metabolisme lipid. Konsumsi gula tambahan yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

4. Malas bergerak

Selama puasa, orang yang biasanya rutin olahraga frekuensinya bisa jadi berkurang, atau orang yang sudah minim beraktivitas jadi makin minim bergerak, karena merasa lelah atau khawatir kehilangan energi.

Padahal aktivitas fisik memiliki peran penting dalam meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, sekaligus membantu menurunkan LDL.

Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kesehatan metabolik dan menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Pola tidur tidak teratur

Ilustrasi kolesterol LDL dan HDL.
ilustrasi kolesterol LDL dan HDL (vecteezy.com/Narupon Promvichai)

Perubahan jadwal makan selama Ramadan sering diikuti dengan perubahan pola tidur.

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur metabolisme lemak dan gula. Penelitian menunjukkan gangguan tidur dapat berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol dan risiko penyakit metabolik.

Cara menurunkan kolesterol

Jika kadar kolesterol meningkat selama puasa, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkannya.

  • Perbanyak makanan tinggi serat

Serat larut yang terdapat dalam makanan seperti oatmeal, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran dapat membantu menurunkan kadar LDL.

Serat larut dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam usus.

  • Pilih lemak sehat

Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dari sumber seperti ikan berlemak, alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan dapat membantu memperbaiki profil lipid.

  • Batasi gorengan dan makanan olahan

Mengurangi makanan yang digoreng atau tinggi lemak jenuh dapat membantu menurunkan kadar LDL secara signifikan. Metode memasak seperti memanggang, merebus, atau mengukus lebih disarankan.

  • Tetap aktif secara fisik

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan setelah berbuka dapat membantu meningkatkan HDL dan menurunkan trigliserida.

  • Menjaga berat badan sehat

Penurunan berat badan pada individu yang kelebihan berat badan dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol secara signifikan.

Kapan harus menemui dokter?

Konsultasi dengan dokter.
ilustrasi konsultasi dengan dokter (freepik.com/dragonimages)

Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai melakukan pemeriksaan darah.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Kadar kolesterol total ≥240 mg/dL.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes.
  • Perubahan gaya hidup tidak menurunkan kolesterol.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan atau terapi yang sesuai, termasuk perubahan pola makan, olahraga, atau obat penurun kolesterol seperti statin jika diperlukan.

Puasa sebenarnya dapat memberikan manfaat metabolik bagi tubuh, termasuk potensi memperbaiki profil lipid. Namun, manfaat ini dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup selama puasa.

Jika puasa kamu didominasi makan gorengan, makanan dan minuman tinggi gula, serta kurang aktivitas fisik, kadar kolesterol justru dapat meningkat. Dengan memilih makanan yang lebih sehat, menjaga aktivitas fisik, dan memantau kesehatan secara rutin, puasa tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Referensi

De Cabo, Rafael, and Mark P. Mattson. “Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease.” New England Journal of Medicine 381, no. 26 (December 25, 2019): 2541–51. https://doi.org/10.1056/nejmra1905136.

Gurr, M. I., Nazeli Borlak, and Smita Ganatra. “Dietary Fat and Plasma Lipids.” Nutrition Research Reviews 2, no. 1 (1989): 63–86. https://doi.org/10.1079/NRR19890008.

Quanhe Yang et al., “Added Sugar Intake and Cardiovascular Diseases Mortality Among US Adults,” JAMA Internal Medicine 174, no. 4 (February 3, 2014): 516, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2013.13563.

Lisa Brown et al., “Cholesterol-lowering Effects of Dietary Fiber: A Meta-analysis,” American Journal of Clinical Nutrition 69, no. 1 (January 1, 1999): 30–42, https://doi.org/10.1093/ajcn/69.1.30.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Izza Namira
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More