Meskipun ada korelasi antara obesitas dan kekurangan vitamin D, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin D akan membantu menurunkan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa ketika wanita obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan kadar vitamin D ke tingkat normal dengan suplemen, sambil juga mengonsumsi diet rendah kalori dan berolahraga, mereka kehilangan lebih banyak berat badan daripada wanita yang juga menjalani diet rendah kalori dan berolahraga tetapi tidak dapat meningkatkan vitamin D mereka hingga tingkat ideal. (American Journal of Clinical Nutrition, 2010)
Namun, para peneliti sepakat bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membantu menurunkan berat badan karena masih belum jelas apakah status vitamin D yang rendah merupakan konsekuensi dari obesitas atau terlibat dalam penyebabnya. Hanya saja, memiliki vitamin D yang cukup dapat membantu orang menjalani hidup yang lebih sehat, yang pada gilirannya dapat membantu seseorang menurunkan berat badan.
Dengan mengetahui fakta yang benar tentang vitamin D, kita bisa lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh tanpa terjebak pada mitos yang menyesatkan. Pemahaman yang tepat akan membantu kita menjaga kesehatan secara lebih aman dan efektif.
Referensi
"5 Myths Surrounding Vitamin D Debunked." Better You. Diakses pada April 2026.
"11 Vitamin D Myths and Facts." Everyday Health. Diakses pada April 2026.
"Debunking Myths About Vitamin D." SouthCoast Health. Diakses pada April 2026.
Urashima, M., Segawa, T., Okazaki, M., Kurihara, M., Wada, Y., & Ida, H. (2010). "Randomized trial of vitamin D supplementation to prevent seasonal influenza A in schoolchildren." American Journal of Clinical Nutrition, 91(5), 1255–1260. https://doi.org/10.3945/ajcn.2009.29094.
"Vitamin D Myths 'D'-bunked." Yale Medicine. Diakses pada April 2026.