Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketahui Dulu 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Ginkgo biloba

Ketahui Dulu 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Ginkgo biloba
ilustrasi daun dan suplemen ginkgo biloba (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Ginkgo (Ginkgo biloba) merupakan salah satu jenis suplemen yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Suplemen ini konon dipercaya dapat mengobati gejala depresi dan meningkatkan fungsi memori. Ginkgo umumnya diminum dalam bentuk kapsul dan dosis yang aman untuk dikonsumsi yaitu 120-240mg per hari.

Sama seperti saat kita mencari tahu informasi sebelum membeli produk elektronik, kita juga perlu mengetahui hal-hal penting seputar Ginkgo biloba sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya. Sebab, suplemen Ginkgo biloba dijual bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

Inilah beberapa fakta seputar Ginkgo biloba yang perlu diketahui sebelum kamu mengonsumsinya.

1. Hasil penelitian yang tidak konsisten tentang khasiat Ginkgo biloba bagi orang dengan demensia

ilustrasi lansia duduk termenung (pixabay.com/pasja1000)
ilustrasi lansia duduk termenung (pixabay.com/pasja1000)

Mengutip laman resmi National Capital Poison CenterGinkgo biloba tidak menunjukkan hasil klinis yang konsisten tentang efek manfaat bagi pasien demensia dan kerusakan kognitif (cognitive impairment). Ini karena jumlah sampel penelitian yang tidak banyak dan durasi penelitian yang mayoritas kurang dari 3 bulan.

2. Ginkgo biloba tidak menunjukkan efektivitas dalam memperlambat munculnya gejala demensia pada pasien lanjut usia

ilustrasi anatomi otak (unsplash.com/Robina Weermeijer)
ilustrasi anatomi otak (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Hasil studi berjudul "The Ginko Evaluation Memory (GEM)" yang dilaporkan melalui jurnal JAMA Network tahun 2008 menemukan bahwa Ginkgo biloba tidak mencegah atau memperlambat gejala demensia pada pasien yang berusia 75 tahun ke atas.

Di dalam studi yang sama juga mendapati Ginkgo Biloba tidak menunjukkan efek yang dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer pada kelompok usia 75 tahun ke atas. Dosis yang digunakan di dalam studi ini adalah 120 mg suplemen Ginkgo biloba dan diminum dua kali sehari.

3. Kelompok rentan yang tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen Ginkgo biloba

ilustrasi alat tes glukosa (unsplash.com/diabetesmagazijn)
ilustrasi alat tes glukosa (unsplash.com/diabetesmagazijn)

Tidak semua orang dapat dengan bebas mengonsumsi Ginkgo biloba. Melansir Mayo Clinic, orang-orang yang memiliki kondisi di bawah ini tidak disarankan untuk mengonsumsinya.

  • Memiliki penyakit epilepsi dan/atau sering mengalami kejang
  • Ibu hamil
  • Mudah mengalami pendarahan. Seseorang yang hendak melakukan operasi apabila rutin mengonsumsi suplemen Ginkgo biloba dianjurkan untuk berhenti mengonsumsinya selama 2 minggu sebelum operasi dilakukan
  • Punya diabetes. Apabila mengonsumsi suplemen dan memiliki diabetes disarankan untuk rajin memeriksa kadar gula darah

Kemudian mengonsumsi biji Ginkgo biloba yang mentah maupun yang dipanggang juga tidak dianjurkan karena ada risiko keracunan.

4. Ginkgo biloba berpotensi untuk meringankan gejala depresi pada lansia

ilustrasi nenek sedang menangis (unsplash.com/Jeremy Wong)
ilustrasi nenek sedang menangis (unsplash.com/Jeremy Wong)

Mengutip laman Mount Sinai Health, ekstrak Ginkgo biloba membantu otak untuk merespons serotonin di tubuh lansia, sehingga lansia yang memiliki depresi mengalami keringanan gejala.

Kemudian, sebuah laporan yang terbit di jurnal Medicine tahun 2018 juga menyebutkan bahwa ekstrak Ginkgo biloba dapat dipakai sebagai terapi tambahan untuk mengobati gejala depresi pada lansia dan memulihkan fungsi neurologi pada lansia selama masa pengobatan tersebut.

Namun, perlu diketahui, seseorang yang rutin mengonsumsi obat antidepresan fluoxetine, sertraline, paroxetine, dan escitalopram tidak dianjurkan untuk mengonsumsi Ginkgo biloba dalam waktu yang bersamaan.

Laman resmi St. Luke's Hospital menyebutkan bahwa mencampur obat antidepresan jenis tersebut dengan Ginkgo biloba akan mengakibatkan sindrom serotonin. Gejala sindrom serotonin yaitu detak jantung sangat cepat, suhu tubuh meningkat, berkeringat, dan gelisah.

5. Waspadai potensi interaksi obat dengan Ginkgo biloba

ilustrasi suplemen herbal dengan obat-obatan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi suplemen herbal dengan obat-obatan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Merangkum dari laman American Academy Family Physician (AAFP) dan Mayo Clinic, Ginkgo biloba tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan ini:

  • Obat pengencer darah atau antikoagulan, contohnya seperti aspirin, warfarin, dan plavix
  • Persantin, yaitu obat yang umumnya digunakan untuk mengobati pasien dengan penyakit stroke dan jantung
  • Asetaminofen atau parasetamol dan obat antinyeri seperti ibuprofen
  • Xanax, yaitu obat untuk mengurangi gejala kecemasan. Kombinasi xanax dan Ginkgo biloba akan menurunkan efektivitas obat
  • Obat antidepresan. Kombinasi obat antidepresan seperti prozac dengan Ginkgo biloba dapat menurunkan efektivitas obat
  • Obat penurun kolesterol
  • Obat diabetes

6. Kesimpulan

ilustrasi buku teka teki silang (unsplash.com/Ross Sneddon)
ilustrasi buku teka teki silang (unsplash.com/Ross Sneddon)

Suplemen dengan bahan dasar Ginkgo biloba mempunyai potensi untuk meringankan gejala depresi pada lansia. Namun, suplemen ini juga menimbulkan interaksi saat digunakan dengan obat antidepresan seperti prozac.

Kemudian, hasil klinis dari berbagai studi menunjukkan hasil yang tidak konsisten perihal khasiat mengonsumsi Ginkgo biloba bagi pasien lansia dengan demensia dan kerusakan kognitif. Ginkgo biloba juga tidak terbukti dapat memperlambat gejala demensia pada lansia ataupun mengurangi gejala yang mengarah pada penyakit Alzheimer.

Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen Ginkgo biloba. Apabila ingin meningkatkan atau mempertajam kemampuan memori, kita dapat melakukan aktivitas yang mengasah otak seperti teka-teki silang dan sudoku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maria Sutrisno
EditorMaria Sutrisno
Follow Us

Latest in Health

See More

Apakah Bisul Bisa Menular?

08 Apr 2026, 07:48 WIBHealth