“What Food Should You Avoid with Viagra? The Essential Dos and Don’ts”. GoodRx. Diakses Januari 2026.
“Food to Avoid when Taking Viagra”. Hims. Diakses Januari 2026.
“Viagra Interactions: Alcohol, Medications, and Others”. Healthline. Diakses Januari 2026.
“The Do’s and Don’ts of Taking Viagra”. Numan. Diakses Januari 2026.
5 Makanan yang Harus Dihindari saat Konsumsi Viagra, Biar Manjur!

Viagra adalah salah satu merek dagang obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi seksual pada pria. Obat ini mengandung bahan aktif sildenafil sitrat, yang mana bisa berinteraksi dengan beberapa jenis makanan tertentu ketika dikonsumsi secara bersamaan. Interaksi tersebut bisa meningkatkan risiko efek samping atau menurunkan kinerja obat sehingga mengurangi efektivitasnya.
Nah, ada beberapa makanan yang harus dihindari jika kamu sedang mengonsumsi Viagra. Interaksi antara keduanya bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Apa saja daftarnya? Inilah ringkasan dan alasannya.
1. Makanan tinggi lemak

Makanan tinggi lemak seperti gorengan, susu, es krim, keju, atau babi adalah jenis makanan utama yang harus dihindari saat mengonsumsi Viagra. Makanan tinggi lemak dapat menunda penyerapan Viagra sehingga memperlambat obat bekerja. Dilansir laman Good Rx, makanan ini bisa menunda penyerapan obat sekitar 1 jam.
Jadi, jika kamu berencana mengonsumsi Viagra, ada baiknya memberi jeda sekitar satu sampai dua jam antara konsumsi makanan dengan obat. Masih dari laman yang sama dijelaskan, kamu bisa mengonsumsi Viagra setelah 2 jam setelah makan makanan tinggi lemak, atau mengonsumsi Viagra setelah 1 jam sebelum makan makanan tinggi lemak. Pilihan lainnya adalah menghindari makanan tinggi lemak dan beralih ke makanan rendah lemak seperti kacang lentil, putih telur, atau buah-buahan. Sebagai informasi tambahan, Viagra bekerja lebih baik saat perut kosong.
2. Jeruk bali

Jeruk bali juga harus dihindari untuk dikonsumsi bersamaan dengan Viagra. Jeruk bali diketahui bisa memblokir enzim hati yang dikenal dengan CYP3A4 yang biasanya bekerja memecah Viagra di dalam tubuh. Jadi, konsumsinya secara bersamaan bisa mencegah pemecahan dan penyerapan Viagra di dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan obat.
Penumpukan Viagra di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko efek samping dari “obat kuat” tersebut. Misalnya, menyebabkan tekanan darah rendah, sakit kepala, dan kemerahan pada wajah. Namun, dalam beberapa penelitian, konsumsi jeruk bali dalam jumlah kecil mungkin tidak menyebabkan efek samping, tetapi ini juga bergantung pada tingkat toleransi seseorang terhadap Viagra.
3. Alkohol

Alkohol, bir, dan minuman beralkohol lainnya juga merupakan makanan yang harus dihindari saat menggunakan Viagra. Masih belum diketahui ada atau tidaknya interaksi Viagra dengan alkohol. Akan tetapi, konsumsi alkohol bersamaan dengan Viagra dapat meningkatkan risiko efek samping obat tersebut, seperti menyebabkan sakit kepala, pusing, kemerahan, atau menurunkan tekanan darah.
Dilansir Healthline, baik Viagra maupun alkohol dapat menurunkan tekanan darah. Jadi, konsumsinya secara bersamaan dapat menurunkan tekanan darah terlalu rendah. Di sisi lain, alkohol sendiri juga merupakan jenis minuman yang bisa berkontribusi menyebabkan disfungsi ereksi sehingga konsumsinya juga bisa menurunkan efektivitas Viagra.
4. Makanan tinggi nitrat

Dalam beberapa laporan, Viagra diketahui dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang mengandung senyawa nitrat. Misalnya, obat nitrogliserin (Nitrostat) atau isosorbit dinitrat (Isordil). Interaksi keduanya ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya sehingga harus dihindari.
Namun, pada makanan tinggi nitrat, efek sampingnya masih kurang dipahami. Akan tetapi, beberapa ahli memasukkan rekomendasi makanan tinggi nitrat untuk dihindari saat konsumsi Viagra untuk mencegah efek samping yang dikhawatirkan. Beberapa contoh makanan tinggi nitrat termasuk bit, wortel, lobak, adas, peterseli, bayam, selada, kale, brokoli, dan kembang kol.
Makanan tinggi nitrat banyak ditemukan pada sayur atau buah kaya gizi. Konsumsinya dalam jumlah kecil mungkin tidak masalah. Namun, jika kamu menjalani diet khusus makanan tersebut, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
5. Makanan olahan

Makanan olahan atau ultra processed food (UPF) seperti sosis, mi instan, keripik kentang, dan sebagainya juga sebaiknya dihindari saat konsumsi Viagra. Makanan olahan tidak secara langsung berinteraksi dengan Viagra. Namun, jenis makanan ini bisa memperburuk gejala disfungsi ereksi.
Makanan olahan tinggi akan kandungan natrium (garam), gula, lemak, atau pun zat aditif lainnya. Bahan-bahan ini bisa memengaruhi sirkulasi darah di penis dan memperburuk gejala disfungsi ereksi. Oleh sebab itu, menyandingkan makanan olahan dengan Viagra mungkin akan membuat obat bekerja dengan percuma.
Ada beberapa makanan yang tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan Viagra karena bisa menurunkan kinerja obat, yaitu makanan tinggi lemak, jeruk bali, alkohol, makanan kaya nitrat, dan makanan ultra processed food. Beberapa dari makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang diperlukan tubuh. Jadi, kamu mungkin tidak perlu membatasi sepenuhnya, hanya mengurangi porsinya. Alternatif lainnya, tidak mengonsumsi makanan di atas tepat sebelum atau setelah mengonsumsi Viagra.
Referensi

















