Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Manfaat Kunyit untuk Menurunkan Berat Badan, Seampuh Apa?
ilustrasi kunyit dan bubuk kunyit (magnific.com/wirestock)
  • Suplemen kurkumin dapat membantu menurunkan berat badan dan lingkar pinggang, tetapi rata-rata efeknya relatif kecil.

  • Bukti yang tersedia terutama berasal dari suplemen kurkumin terkonsentrasi, bukan kunyit sebagai bumbu atau segelas jamu.

  • Suplemen kunyit dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan, meski jarang, cedera hati, terutama pada produk yang dirancang agar lebih mudah diserap.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selain menjadi bumbu masak, kunyit juga sering ditemukan dalam bentuk minuman tradisional, wellness shot, hingga suplemen yang klaimnya mempercepat pembakaran lemak karena kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti terkait peradangan dan metabolisme.

Namun, kunyit bukan bahan ampuh untuk menurunkan berat badan. Penelitian memang menemukan kemungkinan penurunan berat badan, tetapi efeknya umumnya kecil dan tidak selalu terjadi pada semua orang.

Yuk, pahami efek penurunan berat badan dari kunyit dan bagaimana kamu bisa memanfaatkannya dalam pola makan sehari-hari.

1. Berpotensi menurunkan berat badan, tetapi tidak banyak

Sebuah tinjauan yang menggabungkan berbagai metaanalisis uji klinis menemukan bahwa suplemen kurkumin berkaitan dengan penurunan berat badan rata-rata sekitar 0,59 kilogram dibanding kelompok kontrol. Indeks massa tubuh (IMT) turun sekitar 0,24 kg/m².

Angka tersebut menunjukkan adanya efek penurunan berat badan, tetapi belum cukup besar untuk menjadikan kunyit sebagai strategi utama penurunan berat badan. Hasil penelitian juga lebih banyak ditemukan pada orang dengan obesitas atau kondisi metabolik, seperti diabetes, sindrom metabolik, perlemakan hati, dan sindrom ovarium polikistik. Hasilnya belum tentu sama pada orang sehat yang ingin menurunkan beberapa kilogram.

2. Mungkin membantu mengecilkan lingkar pinggang

ilustrasi seseorang mengukur lingkar pinggang (pexels.com/Andres Ayrton)

Tinjauan yang sama mencatat penurunan lingkar pinggang rata-rata sekitar 1,32 sentimeter. Formulasi kurkumin yang dibuat lebih mudah diserap menunjukkan efek sedikit lebih besar, tetapi perbedaannya tetap tergolong minor.

Sebuah metaanalisis tahun 2025 yang melibatkan 20 uji klinis juga menemukan bahwa pada pasien diabetes tipe 2, suplemen kunyit atau kurkumin menurunkan berat badan sekitar 1,9 kilogram dan lingkar pinggang sekitar 1,9 sentimeter. Namun, kepastian bukti untuk kedua hasil tersebut dinilai rendah. Pada orang dengan prediabetes, penurunan berat badan mencapai 2,5 kilogram, tetapi analisisnya hanya berasal dari tiga uji klinis dengan hasil yang cukup bervariasi.

Artinya, angka yang lebih besar pada kelompok diabetes atau prediabetes tidak bisa langsung dijadikan perkiraan untuk semua orang.

3. Berpotensi mengurangi persentase lemak tubuh

Pada pasien diabetes tipe 2, sebuah metaanalisis tahun 2025 menemukan penurunan persentase lemak tubuh sekitar 2,9 persen. Akan tetapi, tingkat kepastian buktinya sangat rendah karena jumlah penelitian terbatas dan hasil antarpenelitian tidak seragam.

Jadi, kunyit bukan jaminan untuk membakar lemak. Penurunan angka timbangan juga tidak selalu berarti penurunan lemak karena berat badan dipengaruhi oleh cairan dan massa otot.

4. Mungkin bisa membantu kondisi metabolik tertentu

Kurkumin diperkirakan dapat memengaruhi peradangan, stres oksidatif, metabolisme lemak, dan sejumlah hormon yang berkaitan dengan jaringan lemak. Namun, mekanisme yang terlihat dalam penelitian laboratorium tidak selalu menghasilkan perubahan besar pada berat badan manusia.

Hasilnya juga tidak konsisten pada semua kondisi. Sebagai contoh, analisis pada pasien penyakit hati berlemak menemukan hasil yang berbeda-beda untuk berat badan, IMT, dan lingkar pinggang. Karena formulasi, dosis, lama konsumsi, pola makan, dan kondisi peserta sangat beragam, bukti tentang manfaat kurkumin untuk berbagai kondisi kesehatan dianggap oleh para ahli belum cukup untuk menghasilkan kesimpulan definitif.

Jadi, seberapa efektif kunyit untuk menurunkan berat badan?

ilustrasi menimbang berat badan (magnific.com/rawpixel.com)

Secara keseluruhan, efeknya kecil dan belum cukup konsisten. Dalam analisis luas, penurunan berat badan rata-ratanya bahkan kurang dari 1 kilogram. Hasil yang lebih besar ditemukan pada kelompok tertentu, tetapi kualitas buktinya terbatas.

Selain itu, penelitian umumnya menggunakan kapsul berisi ekstrak atau kurkumin dengan dosis terukur. Jumlah kurkumin dalam kunyit sebagai bumbu, seduhan kunyit, atau jamu jauh lebih sulit dipastikan. Khasiat suplemen penelitian pun tidak bisa langsung disamakan dengan segelas minuman kunyit.

Jika minuman tersebut mengandung banyak gula, tambahan kalorinya justru dapat menghambat tujuan menurunkan berat badan.

Risiko suplemen kunyit

ilustrasi kunyit dalam bentuk suplemen (unsplash.com/Sharon McCutcheon)

Kunyit atau kurkumin oral dapat menyebabkan mual, muntah, refluks asam, sakit perut, diare, atau sembelit. Produk yang meningkatkan penyerapan kurkumin, misalnya dengan tambahan piperin dari lada hitam, juga dikaitkan dengan beberapa laporan cedera hati.

Cedera hati akibat kunyit tergolong jarang, tetapi dapat bersifat serius. Gejalanya dapat berupa kelelahan, mual, hilang nafsu makan, urine gelap, kulit atau mata menguning, dan peningkatan enzim hati. Sebagian besar kasus membaik setelah produk dihentikan, tetapi kasus gagal hati berat juga pernah dilaporkan.

Suplemen kunyit selama kehamilan mungkin tidak aman, sedangkan keamanan dosis tinggi saat menyusui belum diketahui dengan baik.

Orang yang menggunakan obat rutin, memiliki penyakit hati, sedang hamil, atau berencana mengonsumsi kurkumin dosis tinggi sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Cara memanfaatkan kunyit tanpa terjebak klaim diet

Kunyit tetap dapat digunakan sebagai bumbu dalam pola makan sehat. Jika mengonsumsinya dalam bentuk minuman, misalnya jamu, pilih versi tanpa atau rendah gula. Tidak perlu mengonsumsinya setiap hari atau meningkatkan dosis agar berat badan cepat turun.

Apabila mempertimbangkan suplemen, periksa komposisinya, hindari produk dengan klaim penurunan berat badan ekstrem, dan jangan menggabungkan beberapa suplemen pelangsing sekaligus. Produk penurun berat badan sering mengandung banyak bahan sehingga manfaat, interaksi, dan risikonya lebih sulit diperkirakan.

Strategi utama penurunan berat badan tetap berupa pola makan yang dapat dipertahankan dengan asupan energi yang sesuai, disertai aktivitas fisik teratur. Kunyit hanyalah pendamping, bukan pengganti perubahan kebiasaan atau terapi medis untuk obesitas.

Referensi

Chanita Unhapipatpong et al. “The Effect of Curcumin Supplementation on Weight Loss and Anthropometric Indices: An Umbrella Review and Updated Meta-Analyses of Randomized Controlled Trials.” The American Journal of Clinical Nutrition 117, no. 5 (2023): 1005–1016, https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2023.03.006.

Mohammadreza Moradi Baniasadi et al. “The Effect of Turmeric/Curcumin Supplementation on Anthropometric Indices in Subjects with Prediabetes and Type 2 Diabetes Mellitus: A GRADE-Assessed Systematic Review and Dose-Response Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.” Nutrition & Diabetes 15 (2025): 34, https://doi.org/10.1038/s41387-025-00386-7.

National Center for Complementary and Integrative Health. “Turmeric: Usefulness and Safety.” Diakses Juli 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Turmeric.” LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury. Diakses Juli 2026.

National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. “Dietary Supplements for Weight Loss: Fact Sheet for Health Professionals.” Diakses Juli 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Eating and Physical Activity to Lose or Maintain Weight.” Diakses Juli 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article