Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Mata Bisa Merah saat Kurang Tidur?

4 min read
Mengapa Mata Bisa Merah saat Kurang Tidur?
ilustrasi mengucek mata, mata merah akibat kurang tidur (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Kurang tidur mengganggu produksi dan kestabilan lapisan air mata, membuat mata kering serta mudah teriritasi; pembuluh darah permukaan lalu melebar dan tampak merah.

  • Menatap layar lama mengurangi frekuensi berkedip, sementara mengucek mata memperparah iritasi. Keluhan dapat berupa perih, berair, sensitif cahaya, sulit fokus, atau penglihatan sedikit kabur.

  • Keluhan ringan biasanya membaik dengan istirahat cukup, cairan, jeda layar, dan kompres dingin. Periksa ke dokter bila kemerahan menetap atau disertai nyeri berat, gangguan penglihatan, atau pembengkakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kurang tidur sering membuat mata tampak merah, berair, atau lebih menonjol urat-uratnya. Kondisi ini cukup umum terjadi setelah tidur terlalu singkat atau tidak nyenyak.

Mata merah akibat kurang tidur bukan karena mata kekurangan oksigen atau pembuluh darahnya pecah. Kurang tidur dapat mengganggu lapisan air mata yang melindungi permukaan mata, sehingga mata menjadi lebih kering dan mudah teriritasi. Akibatnya, pembuluh darah di permukaan mata tampak lebih jelas.

  1. 1. Kurang tidur dapat mengurangi produksi air mata

    Lapisan air mata menjaga permukaan mata tetap lembap, nyaman, dan terlindungi dari iritasi. Kurang tidur dapat mengganggu produksi serta kestabilan lapisan ini, sehingga mata lebih mudah kering, terasa panas, mengganjal, atau seperti kemasukan pasir.

    Keluhan tersebut bisa memburuk jika setelah begadang seseorang banyak menatap layar HP atau komputer.

  2. 2. Mata yang kering lebih mudah mengalami iritasi

    Saat lapisan air mata terganggu, mata menjadi lebih mudah teriritasi oleh debu, asap, udara kering, atau pendingin ruangan. Iritasi ini menyebabkan pembuluh darah kecil di permukaan mata melebar sehingga mata tampak merah.

    Karena itu, mata merah setelah kurang tidur lebih sering disebabkan oleh kekeringan dan iritasi, bukan karena mata kekurangan oksigen.

  3. 3. Menatap layar terlalu lama bisa memperparah mata merah

    Ilustrasi kondisi kurang tidur yang menggambarkan kesulitan memperoleh istirahat cukup sepanjang malam hari.
    ilustrasi kurang tidur (pexels.com/Eman Genatilan)

    Kurang tidur sering disertai penggunaan layar dalam waktu lama, seperti saat bekerja, bermain gim, menonton, atau menggunakan media sosial.

    Saat menatap layar, frekuensi berkedip cenderung berkurang sehingga air mata lebih cepat menguap dan mata menjadi lebih kering. Akibatnya, setelah begadang mata dapat terasa berat, merah, perih, berair, lebih sensitif terhadap cahaya, sulit fokus, atau penglihatan menjadi sedikit kabur.

  4. 4. Mengucek mata justru bisa membuatnya semakin merah

    Rasa gatal atau tidak nyaman ketika kurang tidur terkadang membuat seseorang secara refleks mengucek mata. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memperburuk iritasi.

    Gesekan dari tangan dapat membuat konjungtiva semakin teriritasi sehingga pembuluh darah di permukaan mata terlihat lebih jelas. Mata pun bisa tampak semakin merah setelah digosok.

    Karena itu, meskipun mengucek mata terasa melegakan untuk sementara, sebaiknya kebiasaan ini dihindari. Jika mata terasa mengganjal atau kering, berkedip beberapa kali atau memberikan kompres dingin dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

  5. 5. Mengapa mata lebih merah setelah bangun tidur?

    Mata bisa tampak lebih merah setelah bangun tidur, terutama jika lapisan air mata sudah terganggu sebelumnya. Risiko ini dapat meningkat pada orang yang tidur dengan mata sedikit terbuka, menggunakan kipas atau AC yang mengarah ke wajah, atau memiliki alergi.

    Pada kasus ringan, mata merah akibat kurang tidur biasanya membaik setelah cukup istirahat, menjaga asupan cairan, dan memberi waktu bagi mata untuk pulih.

  6. 6. Cara mengurangi mata merah akibat kurang tidur

    Tangan memegang botol tetes mata di atas mata terbuka sebagai ilustrasi penggunaan obat tetes mata yang benar.
    ilustrasi menggunakan tetes mata (magnific.com/user18526052)

    Mata merah setelah begadang tidak selalu butuh penanganan khusus. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi keluhan, antara lain:

    • Usahakan memiliki jadwal tidur yang konsisten dan cukup.
    • Beristirahat secara berkala dari layar HP atau komputer.
    • Biasakan berkedip lebih sering ketika menatap layar.
    • Hindari mengucek mata meskipun terasa gatal atau mengganjal.
    • Cukupi kebutuhan cairan dan hindari asap, debu, serta udara yang terlalu kering.
    • Gunakan kompres dingin dan bersih selama beberapa menit jika mata terasa tidak nyaman.
    • Jika menggunakan lensa kontak, lepaskan sesuai petunjuk dan jangan tidur menggunakan lensa kontak kecuali memang telah diizinkan oleh tenaga kesehatan mata.
    • Tetes mata pelumas juga dapat membantu mengatasi mata kering pada sebagian orang. Jika perlu digunakan cukup sering, produk tanpa pengawet umumnya lebih sesuai untuk mengurangi risiko iritasi akibat penggunaan berulang.

    Tidur yang cukup bukan hanya membuat mata terlihat lebih segar. Istirahat juga membantu menjaga fungsi normal sistem air mata dan memberikan kesempatan bagi permukaan mata untuk memulihkan diri setelah terpapar berbagai iritan sepanjang hari.

  7. 7. Kapan mata merah perlu diperiksa?

    Mata merah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Jika kemerahan menetap, sering kambuh, atau disertai gejala lain, sebaiknya periksakan ke dokter mata.

    Segera cari pertolongan medis bila mata merah disertai nyeri berat, gangguan penglihatan, sangat sensitif terhadap cahaya, keluar kotoran mata kental, pembengkakan berat, atau terjadi setelah cedera.

    Pada mata merah akibat kurang tidur, istirahat yang cukup tetap menjadi salah satu cara utama untuk membantu mata kembali nyaman dan tampak lebih jernih.

    Referensi

    Baylor Scott White Health. Diakses pada September 2026. "Why are My Eyes Red? Here are 3 Reasons (And What to do About It)."

    Cleveland Clinic. Diakses pada September 2026. "Why Are Your Eyes Red When You Wake Up?"

    NeuroLanch. Diakses pada September 2026. "Red Eyes from Lack of Sleep: Causes, Effects, and Solutions."

    Ophthalmology 24. Diakses pada September 2026. "The Effects of Sleep Deprivation on the Eyes."

    Science Insights. Diakses pada September 2026. "Can Sleep Deprivation Cause Red Eyes?"

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More