Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Pyrimidenafil, Bahan Kimia Obat (BKO) yang Disorot BPOM
ilustrasi obat (IDN Times/NRF)
  • BPOM pertama kali mengidentifikasi pyrimidenafil dalam produk obat bahan alam di Indonesia.

  • Senyawa ini bekerja sebagai penghambat PDE5, mekanisme yang juga dimiliki sildenafil.

  • Karena dosis dan keamanannya dalam produk tersebut tidak terjamin, pyrimidenafil berisiko menimbulkan efek samping dan interaksi obat yang berbahaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah produk yang dipasarkan sebagai obat bahan alam dengan klaim meningkatkan stamina tidak selalu cuma mengandung bahan dari tumbuhan. Dalam sebuah rilis pada 10 September 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti pyrimidenafil, bahan kimia obat (BKO) yang ditemukan dalam tiga produk obat bahan alam dengan klaim peningkat stamina pria.

BPOM menyebut pyrimidenafil sebagai BKO yang baru pertama kali diidentifikasi dalam pengawasan obat bahan alam di Indonesia. Temuan itu berasal dari pengawasan pada Juli 2026 dan ditemukan dalam produk EXIE, YUBOKKI, serta DURAMAX. BPOM kemudian membatalkan izin edar produk-produk tersebut.

Apa itu pyrimidenafil?

Pyrimidenafil merupakan senyawa kimia yang bekerja sebagai penghambat enzim fosfodiesterase tipe 5 (PDE5). Mekanisme ini juga dimiliki sildenafil, salah satu obat yang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi.

Sederhananya, penghambatan PDE5 dapat membantu mempertahankan senyawa yang membuat pembuluh darah lebih rileks dan meningkatkan aliran darah. Karena itu, pyrimidenafil berpotensi menimbulkan efek terhadap fungsi seksual pria. Namun, adanya aktivitas farmakologis tidak berarti senyawa tersebut aman dikonsumsi tanpa pemeriksaan dan pengawasan medis.

Penelitian tahun 2020 pernah mengidentifikasi pyrimidenafil dalam suplemen peningkat libido yang dijual di Tokyo. Para peneliti mengonfirmasi strukturnya menggunakan sejumlah metode analisis, termasuk spektrometri massa, resonansi magnetik nuklir, dan kristalografi sinar-X.

Dalam penelitian tersebut, satu kapsul mengandung 85 miligram pyrimidenafil, sekitar 26 persen dari berat kapsul. Senyawa itu juga menunjukkan aktivitas penghambatan PDE5 yang kuat dalam uji laboratorium.

Meski demikian, penelitian tersebut berfokus pada identifikasi senyawa dan pengujian di laboratorium, bukan uji klinis untuk membuktikan keamanan dan efektivitas pyrimidenafil pada manusia. Selain itu, produk yang diteliti berbeda dengan temuan BPOM.

Mengapa keberadaan BKO tersembunyi berbahaya?

ilustrasi obat berbahaya (IDN Times/Sukma Shakti)

BKO adalah senyawa yang memiliki aktivitas farmakologis atau bekerja seperti obat. Menurut BPOM, BKO tidak boleh ditambahkan ke dalam obat bahan alam. Masalahnya, konsumen dapat mengonsumsinya tanpa mengetahui jenis, jumlah, dosis, kontraindikasi, dan kemungkinan interaksinya dengan obat lain.

Produk tanpa pengawasan tidak menjamin keseragaman kandungan. Konsumen mungkin tidak tahu berapa banyak pyrimidenafil yang terkandung dalam satu kapsul atau apakah ada bahan kimia lain di dalamnya.

Pyrimidenafil juga bukan satu-satunya senyawa sejenis yang ditemukan dalam produk peningkat fungsi seksual. Sebuah telaah ilmiah pada 2018 mencatat 80 inhibitor PDE5 sintetis telah ditemukan sebagai bahan tersembunyi dalam suplemen. Banyak di antaranya merupakan senyawa analog—memiliki struktur yang menyerupai obat PDE5 yang telah dikenal.

Efek samping yang perlu diwaspadai

Belum tersedia data klinis yang cukup untuk menyimpulkan profil efek samping pyrimidenafil pada manusia. Namun, sebagai gambaran risiko pada obat PDE5 yang telah diteliti seperti sildenafil, efek samping yang dapat muncul meliputi sakit kepala, wajah memerah, pusing, mual, gangguan penglihatan, hidung tersumbat, dan gangguan pencernaan.

Interaksi yang paling penting adalah dengan obat golongan nitrat, yang sering digunakan untuk nyeri dada atau penyakit jantung. Pada sildenafil, penggunaan bersama nitrat dikontraindikasikan karena dapat memperkuat penurunan tekanan darah hingga membahayakan.

Karena pyrimidenafil bekerja pada target biologis yang sama, keberadaannya secara tersembunyi dalam produk menjadi alasan untuk berhati-hati, meski risiko pastinya tidak bisa disamakan dengan begitu saja dengan sildenafil.

Segera cari pertolongan medis jika setelah mengonsumsi produk semacam itu muncul nyeri dada, pingsan, pusing berat, gangguan penglihatan atau pendengaran, sesak napas, atau ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam. Sampaikan kepada dokter produk yang dikonsumsi dan bawa kemasannya jika ada.

Label “alami” tidak selalu berarti bebas dari BKO. BPOM mengimbau masyarakat untuk memeriksa nomor izin edar melalui cekBPOM atau aplikasi BPOM Mobile. Hati-hati dengan klaim “stamina instan”, khususnya jika produk dijual tanpa informasi komposisi dan izin edar yang jelas.

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, “BPOM Ungkap Pyrimidenafil sebagai Modus Baru Temuan Obat Bahan Alam Mengandung BKO,” Siaran Pers, September 11, 2026.

Hajime Tachikawa et al., “Structure Elucidation of a PDE5 Inhibitor Detected as an Illegal Adulteration in a Libido-Boosting Dietary Supplement,” Food Additives & Contaminants: Part A 37, no. 12 (2020): 2023–2032, https://doi.org/10.1080/19440049.2020.1826582.

Chee-Leong Kee et al., “A Review of Synthetic Phosphodiesterase Type 5 Inhibitors (PDE-5i) Found as Adulterants in Dietary Supplements,” Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis 147 (2018): 250–277, https://doi.org/10.1016/j.jpba.2017.07.031.

DailyMed, “Sildenafil Citrate Tablet,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Apakah Bisul Bisa Menular?23 Sep 2026, 14:03 WIB