Menkes Budi Gunadi: 1 dari 8 Orang Berpotensi Alami Gangguan Mental

- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa satu dari delapan orang berpotensi mengalami gangguan mental, dan isu ini masih kurang terdeteksi serta belum tertangani optimal di Indonesia.
- Budi mengajak masyarakat, khususnya Gen Z, untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang mencakup skrining kesehatan jiwa guna mendeteksi dini potensi gangguan mental.
- Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Indonesia Summit 2026 di Jakarta, yang juga meluncurkan survei nasional mengenai aspirasi dan nilai-nilai generasi Milenial serta Gen Z.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di Indonesia yang menurut dia masih belum terdeteksi dan belum terlayani secara optimal.
Dalam pemaparannya, Budi mengakui persoalan kesehatan jiwa menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar, terutama setelah pandemik COVID-19. Hal itu dia sampaikan dalam acara Indonesia Summit 2026 pada Rabu (17/6/2026) di Jakarta.
“Mental health Indonesia, jujur saya akui, itu under-detected dan underserved,” kata Budi.
Dia mengatakan, setelah pandemik berakhir, dirinya mulai mempelajari lebih jauh tentang kondisi kesehatan mental secara global. Berdasarkan berbagai temuan yang dia pelajari, sekitar satu dari delapan hingga satu dari sepuluh orang di berbagai negara diperkirakan mengalami gangguan kesehatan mental.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa, Budi mengatakan, secara teori jumlah masyarakat yang mengalami masalah kesehatan jiwa dapat mencapai puluhan juta orang.
Menurut dia, gangguan kesehatan mental memiliki bentuk yang beragam dan tidak selalu mudah dikenali. Kondisi tersebut dapat mencakup gangguan kecemasan (anxiety disorder), depresi (depression disorder), hingga berbagai kondisi lain yang memengaruhi keseharian seseorang.
Oleh karena itu, Budi mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk mulai lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental sejak dini dan memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.
Dia secara khusus mendorong gen Z untuk mengikuti program cek kesehatan gratis yang telah menyediakan skrining kesehatan jiwa sebagai bagian dari pemeriksaan.
“Teman-teman yang muda-muda, gen Z, ikutilah cek kesehatan gratis itu! Itu ada screening kesehatan jiwa,” ujar dia.
Melalui langkah deteksi dini, Budi berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengenali kondisi kesehatan mental lebih awal dan memperoleh dukungan yang dibutuhkan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara. IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

![[QUIZ] Pilih Mesin Gym Favorit, Kami Tebak Personality Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/mike-cox-9b2navtjz_8-unsplash_961526d5-fca4-4b81-8853-cb84e11a922d.jpg)












![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Sosiopat? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20251210/upload_b88a7679909294c6775cb37581d91e9a_88c96729-91b8-4ca9-a6de-866450381d3a.jpg)



![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)