Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bingung Pilih Teh atau Kopi? Ini Minuman Terbaik untuk Kesehatan

Bingung Pilih Teh atau Kopi? Ini Minuman Terbaik untuk Kesehatan
ilustrasi kopi susu (magnific.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Teh kaya polifenol dan L-theanine yang memberi efek tenang sambil menjaga fokus; kandungan kafeinnya lebih rendah sehingga cocok bagi yang sensitif terhadap stimulan.
  • Kopi menawarkan kafein lebih tinggi untuk meningkatkan energi dan kewaspadaan, serta mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral; manfaatnya lebih optimal tanpa gula, sirup, atau krim berlebihan.
  • Keduanya dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang bila dikonsumsi wajar, tetapi teh dapat menghambat penyerapan zat besi dan kopi berlebihan berisiko mengganggu tidur, kecemasan, serta lambung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang memulai hari dengan secangkir teh atau kopi agar tubuh terasa lebih segar. Keduanya sama-sama populer dan sering dianggap mampu meningkatkan semangat sebelum beraktivitas. Meski begitu, masih banyak yang bingung menentukan mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan.

Kabar baiknya, teh maupun kopi sama-sama menawarkan manfaat yang didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Perbedaannya terletak pada kandungan, efek yang diberikan, serta cara mengonsumsinya sehingga pilihan terbaik akan bergantung pada kebutuhan masing-masing.

1. Teh kaya antioksidan yang baik untuk tubuh

ilustrasi teh
ilustrasi teh (unsplash.com/Massimo Rinaldi)

Teh diketahui mengandung berbagai senyawa alami yang bermanfaat, terutama polifenol seperti flavonoid, theaflavin, dan katekin. Menurut penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, serta mendukung fungsi metabolisme tubuh.

Selain itu, teh juga mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang memberikan efek relaksasi tanpa menghilangkan fokus. Kombinasi antara L-theanine dan kafein menghasilkan rasa tenang sekaligus tetap waspada, sehingga cocok untuk kamu yang ingin meningkatkan konsentrasi tanpa merasa terlalu berdebar. Karena sebagian besar teh juga mengandung kafein lebih sedikit dibanding kopi, minuman ini sering menjadi pilihan bagi orang yang sensitif terhadap efek stimulan.

2. Kopi memberikan dorongan energi yang lebih kuat

ilustrasi minum kopi
ilustrasi minum kopi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Jika kamu membutuhkan tambahan energi dalam waktu singkat, kopi biasanya menjadi pilihan yang lebih efektif. Kandungan kafeinnya lebih tinggi dibandingkan teh sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan performa mental. Selain itu, kopi juga mengandung antioksidan, terutama polifenol dan asam klorogenat, yang membantu melindungi sel tubuh dari peradangan dan stres oksidatif.

Menurut penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, kopi juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti riboflavin, magnesium, dan kalium, meskipun jumlahnya gak terlalu besar. Nutrisi tersebut berperan dalam produksi energi, fungsi saraf, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Itulah sebabnya secangkir kopi tanpa tambahan gula berlebihan masih bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat.

3. Keduanya dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang

ilustrasi sel kanker
ilustrasi sel kanker (freepik.com/kjpargeter)

Teh dan kopi sama-sama memiliki senyawa bioaktif yang telah banyak diteliti manfaatnya bagi kesehatan. Menurut penelitian dalam jurnal Advances in Nutrition, konsumsi teh dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker rongga mulut. Para peneliti juga menemukan adanya bukti yang mengarah pada manfaat teh terhadap risiko kanker saluran empedu, kanker payudara, kanker endometrium, dan kanker hati. Namun, mereka menegaskan bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian prospektif untuk memperkuat temuan tersebut.

Sementara itu, menurut penelitian dalam jurnal GeroScience, konsumsi kopi dalam jumlah sedang secara konsisten dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronis, serta penyakit hati berlemak. Review tersebut juga menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar berpotensi mendukung healthspan, yaitu masa hidup dalam kondisi sehat, sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila gak dikonsumsi secara berlebihan. Para peneliti juga menekankan bahwa manfaat tersebut umumnya diperoleh dari konsumsi kopi tanpa tambahan gula, sirup, atau krim secara berlebihan dan tetap diimbangi dengan pola hidup sehat.

4. Konsumsi berlebihan tetap bisa menimbulkan efek samping

ilustrasi bangun saat tidur, insomnia
ilustrasi bangun saat tidur, insomnia (magnific.com/tirachardz)

Walaupun menyehatkan, teh dan kopi tetap perlu dikonsumsi dengan bijak, lho. Pada teh, kandungan tanin dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan nabati jika diminum terlalu dekat dengan waktu makan. Karena itu, sebaiknya beri jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum menikmati secangkir teh agar penyerapan zat besi tetap optimal.

Sementara itu, konsumsi kopi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko sulit tidur, rasa cemas, hingga gangguan lambung pada sebagian orang. Menurut National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, asupan kafein yang tinggi juga dapat sedikit mengurangi penyerapan kalsium. Namun, efek tersebut umumnya gak menjadi masalah apabila kebutuhan kalsium harian tetap terpenuhi melalui makanan bergizi.

5. Pilih minuman yang paling sesuai dengan kebutuhanmu

ilustrasi teh madu
ilustrasi teh madu (pexels.com/Valeria Boltneva)

Kalau kamu membutuhkan dorongan energi yang cepat sebelum bekerja atau berolahraga, kopi bisa menjadi pilihan yang lebih cocok. Sebaliknya, jika ingin mendapatkan efek yang lebih tenang tapi tetap fokus, teh menawarkan kombinasi kafein dan L-theanine yang memberikan sensasi lebih lembut. Gak ada jawaban mutlak mengenai mana yang paling sehat karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Hal yang paling penting adalah cara kamu menikmatinya. Menambahkan terlalu banyak gula, sirup, atau krim dapat mengurangi manfaat kesehatan dari kedua minuman tersebut. Oleh karena itu, usahakan mengonsumsi teh atau kopi dalam bentuk yang lebih sederhana dan secukupnya agar tubuh bisa memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Teh dan kopi bukanlah musuh yang harus dipertentangkan. Keduanya sama-sama mengandung antioksidan dan berbagai senyawa aktif yang berpotensi mendukung kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Perbedaan utamanya terletak pada kadar kafein dan efek yang diberikan kepada tubuh, sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan serta kondisi masing-masing orang.

Jadi, daripada sibuk menentukan mana yang lebih unggul, lebih baik pilih minuman yang paling sesuai dengan tubuhmu dan tetap terapkan pola makan serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More