ilustrasi minum kopi (pexels.com/Tan Danh)
Saat menelaah jumlah konsumsi, peneliti menemukan hubungan paling kuat pada orang yang minum sekitar 2–3 cangkir kopi berkafein per hari. Untuk teh, hubungan paling kuat terlihat pada konsumsi sekitar 1–2 cangkir sehari. Minum lebih banyak tidak tampak memberikan hubungan tambahan yang lebih kuat. Temuan ini juga terlihat pada peserta dengan tingkat risiko genetik demensia yang berbeda.
Peserta yang lebih banyak minum kopi berkafein juga lebih jarang melaporkan penurunan kemampuan berpikir atau mengingat yang mereka rasakan sendiri: 7,8 persen, dibandingkan 9,5 persen pada kelompok yang jarang atau tidak minum kopi berkafein. Keluhan seperti ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami demensia. Pada pengukuran kognitif, perbedaan pada salah satu tes tercatat kecil, sementara skor kognisi global tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik.
Kopi tanpa kafein (decaf) tidak menunjukkan hubungan serupa dengan risiko demensia maupun hasil kognitif. Namun, itu belum membuktikan bahwa kafein adalah penyebabnya. Penelitian ini juga tidak membedakan teh berkafein dan tanpa kafein, sehingga hasil pada kelompok peminum teh belum dapat menjawab apakah kafein berperan.