Referensi
A. Michael Ierardi, Rachel L. Thompson, Samantha Fisher, Kimberly Anderson, Jean Grassman, dan Brian Pavilonis, “Estimation of Excess Inhalation Non-Cancer and Cancer Risk from Volatile Organic Compound Mixtures in New York City Nail Salons,” Risk Analysis 46, no. 11 (2026): e70391, https://doi.org/10.1111/risa.70391.
ScienceAlert, “Nail Salon Air Can Spike to Levels Comparable to Chemical Plants, Study of 5 NYC Salons Finds,” 6 November 2026.
National Institute for Occupational Safety and Health, “Nail Technicians: Workplace Safety and Health,” 6 November 2026.
National Institute for Occupational Safety and Health, “Respirators and Mask Types and Performance,” 6 November 2026.
Rachel L. Thompson, A. Michael Ierardi, Samantha Fisher, dan Brian Pavilonis, “Clearing the Air: A Pilot Study of Ventilation Interventions in New York City Nail Salons,” American Journal of Industrial Medicine 68, no. 10 (2025): 896–908, https://doi.org/10.1002/ajim.70012.
Studi: Bukan Cuma Bau Cat Kuku, Ada Juga Uap Kimia di Salon Kuku

Studi di lima salon kuku di New York menemukan rata-rata total VOC 15,1 ppm, dengan puncak 15 menit 31,4 ppm dan satu salon mencapai 113 ppm.
Campuran VOC utama meliputi etil asetat, aseton, n-butil asetat, dan metil asetat.
Ventilasi umum dan penyedot lokal menurunkan VOC 16,3–73,8 persen; masker kain, bedah, maupun N95 tidak dirancang untuk menyaring uap pelarut.
Bau pelarut yang tercium saat kuku dibersihkan atau produk akrilik digunakan merupakan bagian dari suasana salon kuku. Di balik itu, berbagai produk perawatan kuku dapat melepaskan senyawa organik yang mudah menguap, atau volatile organic compounds (VOC), ke udara. Bagi terapis kuku yang bekerja berjam-jam setiap hari, paparan ini bisa berlangsung lebih lama daripada bagi pelanggan yang datang untuk satu janji perawatan.
Untuk melihat perubahan paparan selama jam kerja, peneliti mengukur udara di lima salon kuku di New York City, Amerika Serikat, pada 2023–2024. Alat pemantau mencatat kadar VOC setiap menit selama sekitar satu minggu di masing-masing salon kuku. Rata-rata kadar total VOC tercatat 15,1 bagian per juta (ppm). Namun, angka itu naik pada waktu tertentu. Median puncak paparan dalam rentang 15 menit adalah 31,4 ppm, sementara satu salon kuku mencapai 113 ppm.
Peneliti menyebut beberapa puncak konsentrasi itu sebanding dengan kadar yang dapat ditemukan di lingkungan industri yang menggunakan bahan kimia.
Table of Content
Campuran yang paling banyak terdeteksi: etil asetat, aseton, n-butil asetat, dan metil asetat
Campuran yang paling banyak terdeteksi mencakup etil asetat, aseton, n-butil asetat, dan metil asetat. Peneliti juga menemukan sejumlah kecil benzena.
Karena tiap senyawa memiliki sifat dan potensi bahaya berbeda, angka total VOC tidak bisa dibaca sebagai ukuran tunggal yang langsung menunjukkan seberapa beracun udara salon.
Studi itu menggunakan pemodelan untuk memperkirakan risiko kesehatan berdasarkan data paparan. Dalam model risiko nonkanker, perkiraan umumnya berada di bawah nilai acuan. Perkiraan pada skenario paparan tinggi melampaui nilai tersebut di salon kuku dengan konsentrasi VOC tertinggi. Untuk benzena, model memperkirakan risiko kanker seumur hidup dapat melewati tolok ukur EPA satu kasus per sejuta orang di beberapa salon dalam skenario tertentu.
Angka tersebut adalah perkiraan dari model, bukan bukti bahwa pekerja salon kuku yang diteliti telah mengalami kanker. Peneliti tidak memeriksa kondisi kesehatan pekerja atau mengikuti mereka untuk mengetahui dampak jangka panjangnya. Studi ini juga dilakukan di New York, jadi tidak menggambarkan semua salon kuku. Paparan pelanggan yang durasinya lebih singkat pun belum dihitung secara khusus.
Meski demikian, paparan bahan kimia di tempat kerja tetap perlu ditangani. Sebagian bahan dalam produk salon kuku dapat menimbulkan iritasi mata dan saluran napas, asma, gangguan saraf, hingga masalah reproduksi, yang dampaknya bergantung pada jenis bahan dan tingkat paparannya.
Ventilasi membantu melindungi pekerja

ilustrasi nail art di salon kuku (magnific.com/kroshka__nastya) Masker saja tidak cukup untuk mengurangi paparan. Masker kain dan masker bedah tidak melindungi dari uap kimia. N95 dapat menyaring partikel seperti debu, tetapi tidak dirancang untuk menyaring gas atau uap pelarut. Karena itu, ventilasi umum dan alat penyedot lokal di meja kerja menjadi bagian penting untuk mengurangi bahan kimia di udara.
Sebuah studi percontohan lain di enam salon New York menguji cara menggunakan sistem ventilasi yang sudah tersedia dengan lebih efektif. Hasilnya beragam: kadar VOC turun 16,3–73,8 persen di salon yang menggunakan ventilasi lokal dan ventilasi umum secara efektif. Satu salon tanpa ventilasi mekanis mencatat penurunan 82,2 persen setelah pintu dan jendela dibuka.
Menutup wadah produk setelah digunakan dan menyimpan kapas atau bahan yang terkena cairan kimia di tempat tertutup juga bisa membantu membatasi uap yang menyebar. Untuk pekerja, perlindungan pernapasan perlu dipilih sesuai bahan yang digunakan dan penilaian bahaya di tempat kerja. Masker biasa bukan pengganti ventilasi. Pelanggan pun dapat mendukung kebiasaan keselamatan pekerja, termasuk tidak meminta terapis melepas alat pelindung yang mereka gunakan.






















