Angka pada tensimeter kadang menjadi satu-satunya petunjuk bahwa tekanan darah sedang bermasalah. Di tengah upaya mengendalikannya, sebuah penelitian menemukan kandidat tak terduga, yaitu minyak peppermint.
Studi: Minyak Peppermint Bantu Turunkan Tekanan Darah

Tekanan sistolik lebih rendah sekitar 8,5 mmHg
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE melibatkan 40 orang dewasa berusia 18–65 tahun. Tekanan darah mereka masuk kategori prahipertensi atau hipertensi tahap 1 menurut kriteria penelitian, dan tidak sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah.
Peserta dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok pertama meminum 50 mikroliter minyak peppermint murni berstandar pangan yang dicampurkan ke dalam 100 mililiter air, dua kali sehari. Kelompok pembanding menerima minuman beraroma peppermint tanpa minyak maupun mentol. Ini berlangsung selama 20 hari.
Pada akhir penelitian, tekanan sistolik—angka atas pada hasil pemeriksaan—kelompok minyak peppermint secara statistik sekitar 8,48 mmHg lebih rendah daripada kelompok plasebo setelah memperhitungkan nilai awal. Tekanan diastoliknya sekitar 4,57 mmHg lebih rendah, sedangkan denyut jantung saat istirahat lebih rendah sekitar 8,92 kali per menit.
Meski demikian, tidak ditemukan perbedaan bermakna pada kadar lemak darah, gula darah, ukuran tubuh, kualitas tidur, maupun kesejahteraan psikologis.
Kemungkinan cara minyak peppermint bekerja
Mentol, komponen utama peppermint, diduga mengaktifkan saluran bernama TRPM8. Aktivasi ini mungkin membantu pembuluh darah lebih rileks, antara lain melalui peningkatan ketersediaan oksida nitrat.
Mekanisme tersebut masih berupa dugaan. Penelitian ini tidak mengukur oksida nitrat, fungsi pembuluh darah, atau aktivitas saraf otonom secara langsung. Karena itu, penyebab pasti perubahan tekanan darah belum bisa dipastikan.
Temuannya menjanjikan, tetapi masih sangat awal
Ukuran penelitian ini kecil dan hanya berlangsung 20 hari. Dari 40 peserta, 38 menyelesaikan penelitian. Tekanan darah juga diperiksa di tempat penelitian, bukan dipantau selama 24 jam dalam aktivitas sehari-hari.
Pesertanya pun merupakan kelompok yang cukup terbatas: tidak menggunakan obat tekanan darah serta tidak memiliki diabetes, penyakit kardiovaskular, atau sejumlah kondisi medis berat. Hasilnya belum tentu berlaku bagi orang dengan hipertensi berat, penyakit penyerta, atau yang sedang menjalani pengobatan.
Satu uji klinis kecil belum dapat menentukan dosis terbaik, manfaat jangka panjang, interaksi dengan obat, ataupun risiko penggunaan rutin.
Jangan menelan sembarang minyak esensial
Produk dalam penelitian adalah minyak peppermint berstandar pangan, diberikan dalam jumlah sangat kecil, dan diencerkan dengan air. Jadi, kamu tidak bisa asal membeli minyak aromaterapi atau produk lain yang tidak dirancang untuk dikonsumsi.
Minyak peppermint yang diminum dapat menyebabkan nyeri ulu hati, mual, sakit perut, atau mulut kering. Reaksi alergi juga dapat terjadi, walaupun jarang. Keamanan penggunaan dalam jumlah pengobatan selama kehamilan dan menyusui belum diketahui dengan baik.
Untuk saat ini, minyak peppermint belum menjadi terapi standar hipertensi. Pola makan sehat rendah garam, aktivitas fisik, berhenti merokok, pengendalian berat badan, pemantauan tekanan darah, serta obat yang diresepkan tetap menjadi bagian penting penanganan hipertensi. Obat tidak boleh dihentikan atau diganti dengan minyak peppermint tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Referensi
Jonathan Sinclair et al., “Effects of Peppermint (Mentha × piperita L.) Oil on Cardiometabolic Outcomes in Patients with Pre- and Stage 1 Hypertension: A Placebo Randomized Controlled Trial,” PLOS ONE 21, no. 4 (2026): e0344538, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0344538.
National Center for Complementary and Integrative Health, “Peppermint Oil: Usefulness and Safety,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Hypertension,” diakses September 2026.
FAQ seputar minyak peppermint dan tekanan darah tinggi
Apakah minyak peppermint terbukti menurunkan tekanan darah? | Satu uji klinis kecil menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi buktinya belum cukup untuk menetapkannya sebagai terapi hipertensi. |
Berapa banyak minyak peppermint yang digunakan dalam penelitian? | Peserta mengonsumsi 50 mikroliter minyak peppermint berstandar pangan yang diencerkan dalam air, dua kali sehari selama 20 hari. |
Bolehkah minyak aromaterapi peppermint diminum? | Tidak. Produk aromaterapi belum tentu aman dikonsumsi. Penelitian menggunakan minyak peppermint berstandar pangan dalam dosis sangat kecil dan terukur. |
Apakah minyak peppermint dapat menggantikan obat hipertensi? | Tidak. Jangan menghentikan atau mengganti obat hipertensi dengan minyak peppermint tanpa berkonsultasi dengan dokter. |
Curated For You
- Kenapa Obat Hipertensi Harus Terus Diminum?25 Jun 2026, 13:23 WIB
- Benarkah Jus Seledri Ampuh Menurunkan Tekanan Darah?18 Aug 2026, 20:04 WIB
- Apakah Menonton Adu Penalti Bikin Tekanan Darah Naik?12 Jul 2026, 08:02 WIB