Pada kasus tertentu, kesemutan bisa berkaitan dengan kolesterol tinggi yang bersifat turunan atau dikenal sebagai hiperkolesterolemia familial. Kondisi ini terjadi akibat mutasi gen reseptor LDL yang berperan mengeluarkan kolesterol jahat dari tubuh, sehingga seseorang sudah memiliki kadar LDL tinggi sejak lahir.
Beda dengan kolesterol tinggi akibat gaya hidup, kolesterol tinggi keturunan/bawaan cenderung menyebabkan penumpukan plak aterosklerosis lebih cepat dan progresif jika tidak ditangani.
Salah satu gejalanya adalah timbunan kolesterol di tendon, seperti tendon Achilles, serta tendon di tangan atau siku. Seiring waktu, timbunan ini bisa menekan saraf di area tangan, kaki, siku, atau pergelangan kaki, sehingga memicu sensasi kesemutan atau mati rasa.
Kesimpulannya, anggapan bahwa sering kesemutan selalu disebabkan oleh kolesterol tinggi tidak sepenuhnya tepat. Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala langsung, tetapi dampak jangka panjangnya dapat berkontribusi pada munculnya kesemutan. Karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa pemeriksaan medis.
Referensi
"High cholesterol". Diakses pada Januari 2026. Mayo Clinic.
"High Cholesterol Diseases". Diakses pada Januari 2026. Cleveland Clinic.
"What is Familial Hypercholesterolemia?". Diakses pada Januari 2026. American Heart Association.