Anggapan bahwa tidak makan dan minum berjam-jam akan membebani jantung kerap terdengar. Padahal, sejumlah penelitian justru menunjukkan efek netral hingga positif terhadap faktor risiko kardiovaskular.
Sebuah penelitian melaporkan bahwa puasa Ramadan dapat memperbaiki profil lipid tertentu, termasuk penurunan LDL pada sebagian populasi. Studi lain juga menunjukkan perbaikan tekanan darah ringan pada individu sehat.
Pasien penyakit jantung stabil dapat berpuasa dengan pengawasan medis dan penyesuaian obat. Namun, pada pasien dengan gagal jantung tidak stabil, angina tidak terkontrol, atau baru mengalami serangan jantung, puasa tentu tidak dianjurkan tanpa evaluasi dokter.
Artinya, puasa bukan otomatis berbahaya bagi jantung, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing.
Puasa telah banyak diteliti secara ilmiah. Sebagian besar mitos yang beredar tidak sepenuhnya akurat atau terlalu disederhanakan. Pada individu sehat, puasa cenderung aman dan bahkan bisa memberikan manfaat jika dijalani dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Namun, kondisi medis tertentu butuh pertimbangan khusus. Konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah paling bijak, terutama bagi orang yang memiliki penyakit kronis.
Referensi
Fereidoun Azizi, “Islamic Fasting and Health,” Annals of Nutrition and Metabolism 56, no. 4 (January 1, 2010): 273–82, https://doi.org/10.1159/000295848.
S Javad Fallah, “Ramadan Fasting and Exercise Performance,” Asian Journal of Sports Medicine 1, no. 3 (September 1, 2010): 130, https://doi.org/10.5812/asjsm.34859.
Ramin Kordi et al., “Investigating Two Different Training Time Frames During Ramadan Fasting,” Asian Journal of Sports Medicine 2, no. 3 (September 1, 2011): 205–10, https://doi.org/10.5812/asjsm.34774.
World Health Organization. “Healthy Hydration Guidelines.” Diakses Maret 2026.
Seval Kul et al., “Does Ramadan Fasting Alter Body Weight and Blood Lipids and Fasting Blood Glucose in a Healthy Population? A Meta-analysis,” Journal of Religion and Health 53, no. 3 (February 19, 2013): 929–42, https://doi.org/10.1007/s10943-013-9687-0.
Chaouachi Anis et al., “Effects of Ramadan Intermittent Fasting on Sports Performance and Training: A Review,” International Journal of Sports Physiology and Performance 4, no. 4 (December 1, 2009): 419–34, https://doi.org/10.1123/ijspp.4.4.419.
International Diabetes Federation & Diabetes and Ramadan International Alliance. "IDF-DAR Practical Guidelines 2021." Diakses Maret 2026.
Mo’ez Al-Islam” E. Faris et al., “Intermittent Fasting During Ramadan Attenuates Proinflammatory Cytokines and Immune Cells in Healthy Subjects,” Nutrition Research 32, no. 12 (October 5, 2012): 947–55, https://doi.org/10.1016/j.nutres.2012.06.021.
Imtiaz Salim et al., “Impact of Religious Ramadan Fasting on Cardiovascular Disease: A Systematic Review of the Literature,” Current Medical Research and Opinion 29, no. 4 (February 7, 2013): 343–54, https://doi.org/10.1185/03007995.2013.774270.
Abid Mohammed Akhtar et al., “Ramadan Fasting: Recommendations for Patients With Cardiovascular Disease,” Heart 108, no. 4 (May 14, 2021): 258–65, https://doi.org/10.1136/heartjnl-2021-319273.