Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Naik Tangga Dikaitkan dengan Risiko Kematian 24 Persen Lebih Rendah
ilustrasi naik tangga demi kesehatan kardiovaskular (pexels.com/Keira Burton)
  • Metaanalisis terbaru terhadap lebih dari 480 ribu orang menemukan kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian dari semua penyebab 24 persen lebih rendah.

  • Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular juga tercatat 39 persen lebih rendah pada orang yang naik tangga dibandingkan mereka yang tidak.

  • Penelitian menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat, dan belum menentukan berapa anak tangga atau lantai yang harus dinaiki setiap hari untuk mendapatkan manfaat tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aktivitas sederhana seperti naik tangga ternyata berkaitan dengan kesehatan jantung dan kemungkinan hidup lebih panjang. Sebuah studi terbaru membuktikannya.

Tinjauan sistematis dan metaanalisis dalam American Journal of Cardiovascular Drugs pada 13 Agustus 2026 menemukan bahwa orang yang naik tangga memiliki risiko kematian dari semua penyebab sekitar 24 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak naik tangga. Untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular, risikonya sekitar 39 persen lebih rendah.

Analisis mencakup lebih dari 480 ribu orang

Tim dari University of East Anglia serta Norfolk and Norwich University Hospital menelusuri hampir 1.900 penelitian sebelum akhirnya memasukkan sembilan studi dengan total 480.479 peserta ke dalam analisis.

Para peserta berusia 35–84 tahun dan mencakup orang sehat maupun mereka yang memiliki riwayat serangan jantung atau penyakit arteri perifer.

Untuk analisis kematian, lima studi dengan 455.619 peserta dapat digabungkan. Hasilnya menunjukkan relative risk (RR) 0,76 untuk kematian dari semua penyebab dan 0,61 untuk kematian kardiovaskular pada kelompok yang melakukan aktivitas naik tangga.

Artinya, angka 24 dan 39 persen merupakan perbedaan risiko relatif, bukan berarti 24 atau 39 dari setiap 100 orang pasti terhindar dari kematian.

Studi-studi yang dianalisis juga mengaitkan naik tangga dengan risiko lebih rendah mengalami beberapa masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Kenapa naik tangga bisa terasa lebih berat daripada jalan biasa?

Naik tangga memaksa tubuh bergerak melawan gravitasi sehingga kebutuhan energi dan kerja jantung meningkat dengan cepat.

Penelitian eksperimental sebelumnya menunjukkan bahwa latihan naik tangga dalam sesi singkat dan intens dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi (cardiorespiratory fitness), yaitu kemampuan jantung, paru, dan sirkulasi menyediakan oksigen ketika tubuh bekerja. Dalam uji klinis pada perempuan yang sebelumnya tidak terlatih, latihan naik tangga intens selama enam minggu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Penelitian lain menemukan beberapa sesi singkat naik tangga yang tersebar sepanjang hari (sering disebut "exercise snacks") juga menghasilkan peningkatan kebugaran kardiorespirasi, meskipun besarnya peningkatan relatif ringan.

Kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik sendiri telah lama dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih rendah. Namun, mekanisme tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh perbedaan risiko dalam studi baru ini disebabkan langsung oleh aktivitas naik tangga.

Harus naik berapa lantai?

ilustrasi naik dan turun tangga di kantor (pexels.com/cottonbro studio)

Metaanalisis tersebut memasukkan penelitian tanpa membatasi jumlah anak tangga, jumlah lantai, maupun kecepatan peserta ketika naik tangga. Karena itu, hasilnya tidak dapat digunakan untuk mengatakan bahwa seseorang harus naik, misalnya, 5–10 lantai setiap hari.

Para peneliti memang melihat indikasi bahwa makin banyak aktivitas naik tangga mungkin memberikan manfaat lebih besar, tetapi hubungan dosis tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

Yang lebih jelas, tangga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik ke kehidupan sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan sekitar 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat per minggu, atau kombinasi keduanya. Aktivitas sehari-hari juga dapat berkontribusi terhadap jumlah tersebut.

Belum bisa dikatakan naik tangga membuat seseorang hidup lebih lama

Penelitian ini memiliki keterbatasan. Sebagian besar bukti mengenai kematian berasal dari penelitian observasional. Artinya, peneliti tidak secara acak meminta satu kelompok naik tangga selama bertahun-tahun dan kelompok lain menghindarinya. Orang yang sering naik tangga mungkin sejak awal lebih sehat, lebih bugar, lebih aktif, atau memiliki kondisi tubuh yang memungkinkan mereka melakukannya.

Karena itu, hasil penelitian menunjukkan asosiasi, bukan bukti bahwa naik tangga sendirian menyebabkan risiko kematian turun 24 atau 39 persen.

Tangga juga tidak cocok untuk semua orang. Orang yang mengalami nyeri dada, sesak yang tidak biasa, gangguan keseimbangan, penyakit sendi berat, atau keterbatasan fisik tertentu perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi dan saran tenaga kesehatan.

Kesimpulannya, naik tangga jika memungkinkan bisa menjadi cara sederhana untuk memasukkan aktivitas fisik ke rutinitas sehari-hari. Studi terbaru mengaitkannya dengan risiko kematian dari semua penyebab 24 persen lebih rendah dan kematian akibat penyakit kardiovaskular 39 persen lebih rendah. Namun, belum diketahui jumlah tangga ideal dan penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Referensi

Sophie Paddock, Rathna Veerni, U. Bhalraam, James Meng, Emily Dawson-Plincke, Vasiliki Tsampasian, and Vassilios Vassiliou, “Evaluating the Impact of Stair Climbing on Cardiovascular Risk Reduction: A Systematic Review and Meta-analysis,” American Journal of Cardiovascular Drugs (2026), https://doi.org/10.1007/s40256-026-00811-x.

European Society of Cardiology, “Climb Stairs to Live Longer,” April 26, 2024, https://www.escardio.org/news/press/press-releases/Climb-stairs-to-live-longer/.

Martin K. Allison et al., “Brief Intense Stair Climbing Improves Cardiorespiratory Fitness,” Medicine & Science in Sports & Exercise 49, no. 2 (2017): 298–307, https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000001188.

Elizabeth M. Jenkins et al., “Do Stair Climbing Exercise ‘Snacks’ Improve Cardiorespiratory Fitness?,” Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism 44, no. 6 (2019): 681–84, https://doi.org/10.1139/apnm-2018-0675.

World Health Organization, WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (Geneva: World Health Organization, 2020), https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128.

Curated For You

Editorial Team

Related Article