Saat haid, rasa sakit tidak selalu hanya muncul di perut bagian bawah. Sebagian perempuan justru merasakan pinggang seperti ditarik, punggung bawah terasa pegal, atau paha bagian dalam ikut nyeri sampai sulit mencari posisi duduk yang nyaman. Keluhan ini bisa muncul bersamaan dengan kram perut, bahkan terkadang terasa lebih mengganggu daripada nyeri di sekitar rahim.
Kenapa Nyeri Haid Bisa Menjalar hingga ke Paha dan Punggung?

- Kontraksi rahim saat menstruasi dapat memicu nyeri alih melalui saraf panggul, sehingga kram perut terasa menjalar ke punggung bawah dan paha bagian dalam.
- Kadar prostaglandin yang tinggi memperkuat kontraksi rahim dan kram, serta dapat disertai mual, diare, sakit kepala, badan pegal, dan kesulitan beraktivitas.
- Nyeri yang makin berat, muncul di luar haid, atau disertai perdarahan berlebihan, demam, maupun nyeri saat berhubungan seksual perlu diperiksa karena dapat terkait gangguan reproduksi.
Rasa sakit yang menjalar tersebut berkaitan dengan cara tubuh merespons menstruasi. Ada proses yang berlangsung di dalam rahim dan area panggul sehingga nyeri bisa terasa di beberapa bagian tubuh sekaligus. Yuk, cari tahu mengapa nyeri haid bisa menjalar hingga ke paha dan punggung dan kapan sebaiknya rasa sakit tersebut perlu diperiksakan!
1. Saraf di sekitar panggul membuat nyeri terasa sampai ke punggung dan paha

ilustrasi nyeri (unsplash.com/Sasun Bughdaryan) Ketika menstruasi, rahim berkontraksi untuk mengeluarkan lapisan dindingnya yang meluruh. Kontraksi inilah yang menimbulkan kram di perut bagian bawah. Pada sebagian perempuan, rasa sakitnya juga terasa sampai ke punggung bawah dan paha bagian dalam karena sinyal nyeri dari rahim melibatkan jalur saraf di sekitar panggul.
Fenomena tersebut dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih, yaitu ketika sumber rasa sakit berada di satu bagian tubuh, tetapi keluhannya terasa di bagian lain. Jadi, paha yang terasa ngilu saat haid belum tentu mengalami masalah pada ototnya. Rasa sakit itu bisa berasal dari kontraksi rahim yang sinyalnya diterima oleh jaringan saraf di area tubuh yang saling berdekatan.
2. Produksi prostaglandin yang tinggi membuat kram semakin terasa

ilustrasi kram (pexels.com/Sora Shimazaki) Prostaglandin merupakan senyawa yang diproduksi tubuh untuk membantu rahim berkontraksi selama menstruasi. Jumlahnya meningkat menjelang dan pada awal haid agar lapisan dinding rahim bisa dikeluarkan. Semakin tinggi kadar prostaglandin, kontraksi rahim bisa berlangsung semakin kuat sehingga kram yang dirasakan juga lebih menyakitkan.
Kadar prostaglandin yang tinggi juga berkaitan dengan keluhan lain, seperti mual, diare, dan sakit kepala saat menstruasi. Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian perempuan tidak hanya merasakan sakit di perut, tetapi juga mengalami badan pegal dan sulit beraktivitas ketika haid. Nyeri yang menjalar ke punggung atau paha pun bisa terasa lebih kuat pada hari-hari awal menstruasi.
3. Nyeri yang semakin parah bisa menjadi tanda gangguan pada organ reproduksi

ilustrasi nyeri (pexels.com/Sora Shimazaki) Nyeri haid yang menjalar ke paha dan punggung masih bisa menjadi bagian dari kram menstruasi biasa. Namun, rasa sakit yang semakin berat setiap bulan, muncul di luar jadwal haid, atau sampai membuat seseorang kesulitan beraktivitas perlu diperiksa. Keluhan seperti ini bisa berkaitan dengan dismenore sekunder, yaitu nyeri menstruasi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Beberapa gangguan yang dapat memicu nyeri tersebut adalah endometriosis, adenomiosis, miom rahim, dan penyakit radang panggul. Pada endometriosis, jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, sedangkan pada adenomiosis, jaringan serupa tumbuh ke dalam otot dinding rahim. Pemeriksaan dokter perlu dilakukan jika nyeri disertai perdarahan berlebihan, demam, nyeri saat berhubungan seksual, atau keluhan yang terus memburuk dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Nyeri haid bisa menjalar hingga ke paha dan punggung akibat adanya kontraksi rahim serta respons tubuh terhadap prostaglandin. Meski begitu, rasa sakit yang sampai menghambat kegiatan sehari-hari bukan sesuatu yang harus terus ditahan setiap bulan. Jika keluhannya semakin berat atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan untuk memastikan penyebabnya.
Referensi
"Lower back and leg pain during your period." Clue. Diakses pada November 2026.
"Leg Pain During Your Period: Causes, Symptoms, and When to See a Doctor." Sirona. Diakses pada November 2026.
"Dysmenorrhea." StatPearls. Diakses pada November 2026.






















