Referensi
Centers for Disease Control and Prevention, “Healthcare Providers: Stay Alert for Measles Cases,” diakses 4 November 2026.
Alan T. Arakkal, Aaron C. Miller, Joseph E. Cavanaugh, Loreen A. Herwaldt, and Philip M. Polgreen, “Estimating the Incidence and Duration of Diagnostic Delays for Measles,” Infection Control & Hospital Epidemiology, published online October 26, 2026, 1–7, https://doi.org/10.1017/ice.2025.10393.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Overview of Measles,” diakses 4 November 2026.
CIDRAP, “7% of Measles Cases Misdiagnosed, Study Finds, Raising Concerns about Disease Spread,” CIDRAP, diakses 4 November 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Measles: What to Do If You Get Sick or Exposed,” diakses 4 November 2026.
Studi: 7 Persen Pasien Campak Sempat Salah Diagnosis

Studi memperkirakan 6,9 persen pasien campak mengalami peluang diagnosis terlewat, dengan rata-rata keterlambatan sekitar empat hari sebelum diagnosis yang tepat.
Dari 4.651 kasus di basis data AS periode 2001–2023, keterlambatan lebih sering di rawat jalan serta berkaitan dengan usia di bawah dua tahun dan resep antibiotik.
Campak sudah menular sekitar empat hari sebelum ruam muncul. Apabila bergejala atau berisiko terpapar, pasien disarankan menghubungi fasilitas kesehatan sebelum datang.
Berbeda dengan ruam yang langsung terlihat, gejala campak sering dimulai dengan tanda-tanda yang mirip flu atau infeksi saluran pernapasan, seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah. Karena ruam biasanya muncul beberapa hari kemudian, campak kadang tidak langsung dicurigai pada tahap awal. Padahal, pada periode tersebut, orang yang terinfeksi sudah bisa menularkan virus kepada orang lain.
Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Infection Control & Hospital Epidemiology memperkirakan sekitar 6,9 persen pasien campak mengalami setidaknya satu peluang diagnosis yang terlewat sebelum akhirnya didiagnosis dengan benar. Rata-rata keterlambatan diagnosis diperkirakan sekitar empat hari.
Peneliti menelaah catatan layanan kesehatan pasien yang kemudian teridentifikasi sebagai kasus campak, lalu memperkirakan berapa banyak yang sebelumnya sempat datang berobat dengan gejala yang semestinya dapat memicu pertimbangan diagnosis campak.
Table of Content
Apa yang ditemukan peneliti?
Tim peneliti mengidentifikasi 4.651 kasus campak dalam basis data asuransi kesehatan Amerika Serikat (AS) pada periode 2001–2023. Dalam dua minggu sebelum diagnosis, 426 pasien tercatat pernah mengunjungi layanan kesehatan dengan tanda atau gejala yang umum dikaitkan dengan campak. Dari analisis tersebut, peneliti memperkirakan ada 381 peluang diagnosis yang terlewat.
Keterlambatan paling sering terjadi di layanan rawat jalan. Peneliti juga menemukan bahwa usia di bawah 2 tahun dan adanya resep antibiotik berkaitan dengan kemungkinan keterlambatan diagnosis yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan, tetapi tidak membuktikan bahwa antibiotik menyebabkan salah diagnosis.
Campak bisa menular sebelum ruam muncul

ilustrasi campak pada anak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#28830) Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya dapat menyebar melalui udara dan percikan kecil saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Yang sering tidak disadari, seseorang sudah bisa menularkan campak sekitar empat hari sebelum ruam khas muncul dan tetap menular hingga empat hari setelahnya.
Karena gejala awalnya mirip flu atau infeksi saluran pernapasan biasa, banyak orang mungkin belum menyadari bahwa mereka terkena campak. Akibatnya, mereka tetap beraktivitas atau berada di ruang tunggu dan fasilitas kesehatan bersama orang lain. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan suatu ruangan. Karena itu, keterlambatan mengenali kasus campak dapat meningkatkan kemungkinan orang lain terpapar virus.
Apa yang bisa dilakukan jika campak dicurigai?
Gejala campak bisa berupa demam, batuk, pilek, mata merah, lalu ruam yang biasanya mulai muncul di wajah dan menyebar. Namun, gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan campak; perlu konfirmasi lab dan penilaian dokter.
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah ke campak, terutama setelah berkontak dengan kasus atau bepergian ke wilayah dengan penularan, sebaiknya hubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu sebelum datang. Langkah ini memberi kesempatan bagi klinik atau rumah sakit untuk mengatur pemeriksaan agar paparan kepada pasien lain dapat dibatasi.
















![[QUIZ] Cek Apakah Sakit Kepala Kamu Biasa atau Tanda Bahaya](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)





