- Gunakan produk sesuai takaran pada label. Larutan yang lebih pekat menghasilkan emisi partikel lebih tinggi.
- Pertimbangkan produk tanpa pewangi atau rendah pewangi jika aroma tidak diperlukan. Ini dapat mengurangi sumber terpene, meski tidak berarti semua emisi dari produk langsung hilang.
- Bantu sirkulasi udara, misalnya dengan menyalakan exhaust fan yang membuang udara ke luar. Buka jendela apabila kualitas udara luar sedang baik.
- Jangan menyalakan alat yang menghasilkan ozon saat menggunakan produk berpewangi. Ozon dapat mengiritasi paru-paru dan bereaksi dengan bahan kimia di udara dalam ruangan.
- Jangan mencampur pembersih. Jangan mencampur pemutih tidak dicampur dengan pembersih atau disinfektan lain karena campurannya dapat menghasilkan uap berbahaya untuk dihirup.
Studi: Pembersih Lemon Dapat Memicu Partikel Halus di Udara

Studi laboratorium 2026 menemukan pembentukan partikel saat peneliti mengepel dengan produk pembersih lemon tertentu.
Limonene dalam pewangi sitrus dapat menguap lalu bereaksi dengan ozon di udara ruangan, membentuk aerosol sekunder; larutan lebih pekat menghasilkan emisi lebih tinggi dalam eksperimen.
Risiko kesehatan bagi pengguna rumahan belum dipastikan; paparan dapat dikurangi dengan mengikuti takaran, memilih produk minim pewangi, memperbaiki ventilasi, serta tidak mencampur pembersih atau memakai penghasil ozon.
Beberapa orang menyukai produk pembersih rumah beraroma lantai, misalnya pembersih lantai. Namun, pada sebagian produk, senyawa pewangi yang menguap ke udara dapat bereaksi dengan zat lain di dalam ruangan dan membentuk partikel sangat kecil.
Salah satu senyawa yang sering digunakan untuk menghasilkan aroma sitrus adalah limonene. Penelitian menunjukkan bahwa limonene dapat berperan dalam pembentukan partikel di udara dalam kondisi tertentu. Berikut ini ulasannya.
Table of Content
Temuan studi
Penelitian yang terbit dalam jurnal Indoor Air pada 2026 menguji delapan produk pembersih komersial di sebuah ruang uji laboratorium. Produk tersebut mencakup pembersih beraroma lemon, lavender, melati, apel hijau, dan aroma lainnya. Konsentrasi partikel halus meningkat selama penggunaan semua produk, tetapi peristiwa pembentukan nanopartikel teramati saat mengepel dengan produk lemon tertentu dan produk berbahan klorin.
Pada produk pembersih serbaguna beraroma lemon yang diuji, kandungan limonene tercantum pada label bahan. Emisi partikel yang diperkirakan dari produk itu sekitar satu tingkat lebih tinggi daripada produk pembersih lain yang diuji. Peneliti juga menemukan bahwa larutan yang lebih pekat menghasilkan emisi lebih tinggi dalam kondisi eksperimen mereka.
Meski demikian, pengujian dilakukan di ruang berukuran 7,6 meter kubik, bukan di beragam rumah yang dihuni sehari-hari. Peneliti juga tidak memantau kadar ozon dan pencahayaan selama eksperimen. Karena itu, angka emisi dari ruang uji tidak bisa langsung dianggap sama dengan paparan di setiap rumah.
Bagaimana aroma lemon bisa menjadi partikel?

ilustrasi produk pembersih lantai (magnific.com/magnific) Limonene termasuk senyawa organik mudah menguap atau VOC. Saat pembersih digunakan, sebagian senyawanya dapat menguap ke udara. Dalam kondisi tertentu, limonene bereaksi dengan ozonāzat yang dapat masuk ke dalam ruangan dari udara luarādan menghasilkan senyawa baru yang lebih mudah berkumpul menjadi partikel. Partikel yang terbentuk melalui reaksi di udara ini disebut aerosol sekunder.
Artinya, partikel tersebut tidak selalu berasal dari debu yang terangkat saat mengepel. Sebagiannya dapat terbentuk setelah senyawa gas dari produk bereaksi di udara.
Studi lapangan tahun 2024 di sebuah bangunan uji hunian juga mengamati pembentukan partikel ketika produk pembersih yang mengandung terpene digunakan. Para peneliti memperkirakan sebagian partikel dapat terdeposit di saluran pernapasan, tetapi mereka tidak menguji apakah paparan itu menimbulkan penyakit pada manusia.
Apakah partikel ini merusak paru-paru?
Belum dapat disimpulkan demikian. Studi pembentukan partikel mengukur emisi dan paparan yang diperkirakan, bukan dampak klinis seperti munculnya asma atau kerusakan paru akibat satu kali mengepel.
Tinjauan penelitian pada 2024 menemukan bahwa paparan produk pembersih secara umum dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan gejala mirip asma. Namun, produk dan pola penggunaan yang diteliti beragam, termasuk penggunaan produk semprot berulang. Temuan umum itu tidak membuktikan bahwa partikel dari pembersih lemon tertentu menyebabkan penyakit.
Kesimpulannya, sebagian pembersih beraroma lemon dapat memicu pembentukan partikel dalam kondisi tertentu, tetapi besarnya risiko kesehatan bagi pengguna rumahan belum dipastikan.
Cara mengurangi paparan saat membersihkan rumah

ilustrasi produk pembersih rumah (pexels.com/Ellie Burgin) Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi sumber emisi dan paparan:
Referensi
Sofia Eirini Chatoutsidou, Heidi Salonen, Emmanuelle Castagnoli, and Mihalis Lazaridis, āEmissions of Particles and Volatile Organic Compounds during Floor Mopping Using Commercial Cleaning Products,ā Indoor Air (2026): 9584545, https://doi.org/10.1155/ina/9584545.
Satya S. Patra et al., āRapid Nucleation and Growth of Indoor Atmospheric Nanocluster Aerosol during the Use of Scented Volatile Chemical Products in Residential Buildings,ā ACS ES&T Air 1, no. 10 (2024): 1276ā93, https://doi.org/10.1021/acsestair.4c00118.
Heidi Salonen et al., āCleaning Products: Their Chemistry, Effects on Indoor Air Quality, and Implications for Human Health,ā Environment International 190 (2024): 108836, https://doi.org/10.1016/j.envint.2024.108836.
American Chemical Society, āScented Cleaning Products Create Invisible Air Pollution,ā diakses 4 November 2026.
U.S. Environmental Protection Agency, āOzone Generators That Are Sold as Air Cleaners,ā diakses 4 November 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, āCleaning and Disinfecting with Bleach,ā diakses 4 November 2026.




















