Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Obat GLP-1 Dikaitkan dengan Risiko Kanker Payudara Lebih Rendah
ilustrasi obat-obatan dari dokter (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Studi terhadap lebih dari 111 ribu perempuan menemukan penggunaan obat GLP-1 berkaitan dengan risiko kanker payudara sekitar 30 persen lebih rendah.

  • Dalam kelompok yang sudah dicocokkan, kanker payudara ditemukan pada 1,62 persen pengguna GLP-1 versus 2,31 persen nonpengguna.

  • Penelitian ini bersifat observasional. Jadi, hasilnya belum membuktikan GLP-1 mencegah kanker payudara dan belum menjadi alasan menggunakan obat tersebut untuk pencegahan kanker.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Obat GLP-1 dikenal karena kemampuannya membantu mengontrol gula darah dan menurunkan berat badan. Namun, perhatian peneliti kini menjadi lebih luas, salah satunya apakah obat ini juga bisa memengaruhi risiko kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JCO Oncology Practice pada 2026 menemukan bahwa perempuan dengan berat badan berlebih atau obesitas yang mendapat resep obat GLP-1 memiliki kemungkinan lebih rendah terdiagnosis kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

Berikut ini penjelasannya.

Melibatkan lebih dari 111 ribu perempuan

Para peneliti menganalisis rekam medis elektronik 111.646 perempuan berusia 45–80 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) minimal 25 yang menjalani pencitraan payudara di sistem kesehatan Penn Medicine antara Januari 2022 hingga Juni 2025. Sebanyak 15.264 peserta memiliki catatan resep GLP-1, sedangkan 96.382 lainnya tidak.

Secara keseluruhan, 2.628 peserta didiagnosis kanker payudara selama periode penelitian. Pada kelompok yang mendapat GLP-1, kanker payudara ditemukan pada 247 dari 15.264 perempuan atau 1,62 persen, dibandingkan sekitar 2,47 persen pada kelompok tanpa paparan GLP-1.

Para peneliti kemudian melakukan propensity score matching. Setiap pengguna GLP-1 dibandingkan dengan seorang nonpengguna yang memiliki karakteristik serupa dalam hal usia, ras, etnis, IMT, kepadatan payudara, dan diabetes. Analisis ini menghasilkan 30.528 peserta.

Hasilnya tetap menunjukkan hubungan yang serupa, bahwa penggunaan GLP-1 berkaitan dengan 30,5 persen lebih rendahnya rasio peluang kanker payudara atau odds ratio sekitar 0,70.

Temuan 30,5 persen lebih rendah merupakan penurunan odds relatif, bukan berarti 30 dari setiap 100 perempuan akan terhindar dari kanker payudara.

Dalam kelompok yang sudah dicocokkan, kanker payudara ditemukan pada 1,62 persen pengguna GLP-1 dan 2,31 persen nonpengguna. Jadi, perbedaan absolut selama periode penelitian adalah 0,69 poin persentase.

Perbedaan antara ukuran relatif dan absolut penting agar hasil penelitian tidak terdengar lebih dramatis daripada data yang sebenarnya.

Kenapa GLP-1 mungkin berkaitan dengan kanker payudara?

ilustrasi menimbang berat badan (unsplash.com/i yunmai)

Salah satu kemungkinannya berhubungan dengan berat badan.

Kanker payudara setelah menopause sebagai salah satu kanker yang risikonya meningkat pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Jaringan lemak, perubahan hormon, insulin, dan peradangan merupakan beberapa mekanisme yang diperkirakan ikut terlibat.

Obat GLP-1 dapat menghasilkan penurunan berat badan yang bermakna dan memengaruhi regulasi metabolik. Para peneliti juga menduga penurunan inflamasi sistemik serta perubahan metabolik atau epigenetik mungkin ikut memainkan peran. Namun, penelitian terbaru ini tidak dirancang untuk menentukan mekanisme mana yang menyebabkan perbedaan risiko tersebut.

Jadi, belum diketahui apakah hubungan tersebut berasal dari penurunan berat badan, efek biologis obat secara langsung, perubahan metabolisme, atau kombinasi berbagai faktor.

GLP-1 belum terbukti mencegah kanker

Penelitian ini memiliki keterbatasan, salah satunya desainnya yang retrospektif dan observasional. Para peneliti melihat kembali rekam medis, bukan secara acak memberikan GLP-1 atau plasebo kepada peserta lalu mengikuti mereka dalam jangka panjang. Karena itu, yang terlihat adalah hubungan, bukan sebab-akibat.

Selain itu, penelitian tidak membedakan jenis obat GLP-1, dosis, durasi penggunaan, kepatuhan minum obat, risiko genetik kanker payudara, maupun stadium dan subtipe tumor. Sebagian perempuan yang dikategorikan tidak terpapar juga mungkin mendapatkan GLP-1 dari fasilitas kesehatan di luar sistem Penn Medicine.

Bukti sebelumnya juga belum sepenuhnya seragam. Studi kohort pada 2024 yang melibatkan lebih dari 1,6 juta pasien diabetes tipe 2 menemukan GLP-1 berkaitan dengan risiko lebih rendah pada sejumlah kanker terkait obesitas dibandingkan dengan insulin, tetapi tidak menemukan penurunan signifikan pada kanker payudara pascamenopause.

Jadi, masih perlu penelitian yang secara khusus dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang kanker payudara.

Tim Universitas Pennsylvania kini menyiapkan uji klinis multisenter untuk menguji apakah GLP-1 benar-benar dapat menurunkan kejadian kanker payudara pada perempuan berisiko tinggi, termasuk penyintas kanker payudara.

Sampai hasil penelitian semacam itu tersedia, GLP-1 belum bisa dianggap sebagai obat pencegah kanker payudara.

Obat dalam kelas ini saat ini digunakan untuk indikasi seperti diabetes tipe 2 dan, pada obat tertentu, penanganan obesitas atau berat badan berlebih serta sejumlah indikasi terkait lainnya.

Referensi

Elizabeth S. McDonald et al., “GLP-1 Agonists Are Associated With a Significant Reduction in Breast Cancer Incidence in Women,” JCO Oncology Practice 22, no. 7 (2026): 1341–48, https://doi.org/10.1200/OP-26-00485.

National Cancer Institute, “Obesity and Cancer Fact Sheet,” diakses Agustus 2026.

Lindsey Wang, Rong Xu, David C. Kaelber, and Nathan A. Berger, “Glucagon-Like Peptide 1 Receptor Agonists and 13 Obesity-Associated Cancers in Patients With Type 2 Diabetes,” JAMA Network Open 7, no. 7 (2024): e2421305, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.21305.

University of Pennsylvania, “GLP-1 Use Linked to Lower Breast Cancer Incidence in Large Cohort Study,” June 3, 2026, https://penntoday.upenn.edu/news/glp-1-use-linked-lower-breast-cancer-incidence-large-cohort-study.

Curated For You

Editorial Team

Related Article