Referensi
“A Mother's Brain Is Profoundly Rewired by Pregnancy, Scans Show”. ScienceAlert. Diakses Mei 2026.
“Only 0.5% of neuroscience studies look at women’s health. Here’s how to change that”. Nature. Diakses Mei 2026.
Otak Perempuan Alami Penyesuaian saat Hamil, tapi Bukan Disfungsional

- Penelitian tahun 2024 memetakan perubahan otak perempuan selama kehamilan, menunjukkan penyusutan volume di beberapa area menjelang persalinan dan pemulihan sebagian setelah melahirkan.
- Hampir 97 persen dari 400 wilayah otak yang diteliti mengalami perubahan struktural dan vaskular, menandakan adaptasi besar terhadap kebutuhan fisiologis selama kehamilan.
- Perubahan ini bukan tanda disfungsi, melainkan bentuk penyesuaian otak agar lebih efisien dalam peran sebagai ibu, menegaskan plastisitas luar biasa organ tersebut.
Otak manusia dianggap terprogram secara permanen layaknya komputer, dengan jaringan sarafnya yang tetap tidak berubah sepanjang mereka berusia dewasa.
Pada kenyataannya, organ ini mampu memperbarui dirinya berulang kali. Otak manusia memiliki beberapa fase penting, tak terkecuali saat perempuan memasuki masa kehamilan.
Table of Content
Otak menyusut jelang kelahiran
Pada tahun 2024, para ahli saraf menyajikan peta terperinci pertama mengenai otak manusia selama satu kehamilan. Perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian ini mengizinkan pemindaian otak dilakukan sebelum, selama, dan setelah masa kehamilan.
Seiring mendekatnya tanggal persalinan, para peneliti memperhatikan bahwa volume beberapa bagian otaknya menyusut. Metamorfosis ini sangat berbeda dari apa pun yang pernah dilihat para ilmuwan sebelumnya.
Hal itu memicu diluncurkannya Maternal Brain Project (MBP), sebuah inisiatif penelitian untuk lebih memahami bagaimana otak berubah selama masa kehamilan dan pengasuhan anak. Sejak 1990, hanya 0,5 persen dari studi pemindaian otak yang meneliti kesehatan perempuan.
Otak mengalami penyesuaian

Sejak 2024, pemindaian otak dari beberapa ibu lainnya telah mengungkapkan kehilangan volume yang sama secara luas. Terlebih lagi, tampaknya terjadi perubahan pada sistem vaskular otak selama kehamilan, termasuk modifikasi pada aliran cairan serebrospinal.
Hampir setiap wilayah di otak mengalami perubahan signifikan selama kehamilan. Sistem kardiovaskular mengalami perubahan mendalam selama masa tersebut untuk mengakomodasi janin yang tumbuh. Dari data ini peneliti mengamati bahwa sistem serebrovaskular juga mengalami adaptasi yang mencolok terhadap kehamilan.
Hasil penelitian ini belum dipublikasikan di jurnal yang ditelaah sejawat, tetapi dari 400 wilayah otak yang telah diteliti, dikatakan bahwa 97 persen di antaranya menunjukkan perubahan selama masa kehamilan dan setelah kelahiran.
Otak perempuan mampu beradaptasi
Penurunan volume otak secara keseluruhan mungkin terdengar seolah-olah akan menimbulkan dampak negatif, tetapi kemungkinan, perubahan besar-besaran ini mencerminkan cara otak menyesuaikan diri agar menjadi lebih efisien dalam menjalankan peran sebagai ibu.
Lagi pula, organ yang sangat fleksibel ini hanya dapat menggunakan jumlah jaringan yang terbatas untuk menghadapi peristiwa besar dalam hidup, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause.
Gagasan usang tentang otak ibu sebagai sesuatu yang disfungsional atau tidak memadai harus dihilangkan, sebaliknya, menggambarkan otak ibu yang mampu beradaptasi secara terus-menerus dan memiliki plastisitas saraf.
Bagian yang mengalami perubahan

Tim telah melakukan lebih dari 150 pemindaian, dan di antara ibu yang baru pertama kali melahirkan, peneliti mengamati perubahan struktural yang sangat serupa.
Volume total otak mereka tampaknya menurun secara linier selama kehamilan, sebelum menunjukkan beberapa tanda kembali ke tingkat semula setelah bayi lahir.
Pola perubahan struktur yang diamati, secara umum konsisten di seluruh bagian, termasuk volume otak total, volume materi abu-abu dan ketebalan korteks yang menurun secara signifikan selama kehamilan, sebagian pulih kembali pada periode pascapersalinan, sementara cairan serebrospinal mengikuti pola yang berlawanan.
Terlebih lagi, perubahan-perubahan ini terjadi di area otak yang sama seperti pada peserta pertama. Area-area tersebut meliputi lobus temporal superior, garis tengah, korteks prefrontal, dan wilayah subkortikal.
Langkah selanjutnya adalah membentuk kelompok yang lebih besar dan beragam untuk melihat apakah faktor-faktor individu, seperti perawatan kesuburan, komplikasi kehamilan, atau menyusui, dapat memengaruhi cara otak melakukan penataan ulang selama kehamilan dan masa pascapersalinan. Tujuannya adalah untuk membangun basis data otak ibu yang paling komprehensif dan terbuka untuk umum di dunia.


![[QUIZ] Station HYROX Favoritmu Bisa Mengungkap Ketangguhan Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_896a7a6a9c9b81f3b0c2b3079a32ead4_656e9f6d-43a3-41fa-b636-87ac76481875.jpg)


![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20251216/1000070337_346a25bd-0de3-43bc-a1db-37734a1ba48d.jpg)







![[QUIZ] Dari Kebiasaanmu Menggunakan Gadget, Ini Kondisi Kesehatan Matamu](https://image.idntimes.com/post/20260423/pexels-darlene-alderson-7971590_5a2bc143-4072-4af1-8eda-fe406c5490ad.jpg)


![[QUIZ] Dari Upin sampai Jarjit, Siapa yang Paling Mirip Mood Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250524/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-28feab17b5fb8a908bef39b95c48ca47.jpg)

![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member BABYMONSTER?](https://image.idntimes.com/post/20260507/clipdown_7263db7b-4f6f-44bb-a539-75e184e3fed3.jpg)
