Penelitian yang terbit dalam jurnal Indoor Air pada 2026 menguji delapan produk pembersih komersial di sebuah ruang uji laboratorium. Produk tersebut mencakup pembersih beraroma lemon, lavender, melati, apel hijau, dan aroma lainnya. Konsentrasi partikel halus meningkat selama penggunaan semua produk, tetapi peristiwa pembentukan nanopartikel teramati saat mengepel dengan produk lemon tertentu dan produk berbahan klorin.
Pada produk pembersih serbaguna beraroma lemon yang diuji, kandungan limonene tercantum pada label bahan. Emisi partikel yang diperkirakan dari produk itu sekitar satu tingkat lebih tinggi daripada produk pembersih lain yang diuji. Peneliti juga menemukan bahwa larutan yang lebih pekat menghasilkan emisi lebih tinggi dalam kondisi eksperimen mereka.
Meski demikian, pengujian dilakukan di ruang berukuran 7,6 meter kubik, bukan di beragam rumah yang dihuni sehari-hari. Peneliti juga tidak memantau kadar ozon dan pencahayaan selama eksperimen. Karena itu, angka emisi dari ruang uji tidak bisa langsung dianggap sama dengan paparan di setiap rumah.