Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Mengobati Super Flu, Apakah Sama dengan Flu Biasa?

ilustrasi minum obat (pexels.com/Artem Podrez/)
ilustrasi minum obat (pexels.com/Artem Podrez/)
Intinya sih...
  • Pengobatan super flu sama dengan flu pada umumnya, mulai dari perawatan suportif hingga pemberian obat antivirus jika dibutuhkan.
  • Penanganannya sama seperti flu pada umumnya, fokus pada penanganan infeksi itu sendiri.
  • Vaksin flu tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian dampak flu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Super flu tengah menjadi perbicangan. Istilah tersebut bukan merujuk pada virus baru atau penyakit dengan protokol terapi khusus, melainkan infeksi influenza, umumnya influenza A H3N2, yang menyebar lebih cepat dan menyebabkan gejala terasa lebih berat pada sebagian orang.

Pengobatan super flu sama dengan flu pada umumnya, mulai dari perawatan suportif hingga pemberian obat antivirus jika dibutuhkan.

Penanganannya sama seperti flu biasa

Pengobatan super flu berfokus pada penanganan infeksi influenza itu sendiri, karena gejala yang muncul tidak berbeda dengan flu pada umumnya. Gejala khasnya meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, berkeringat, serta rasa menggigil.

Perbedaannya, flu, termasuk yang dijuluki super flu, biasanya muncul secara tiba-tiba dalam dua hingga tiga hari setelah terpapar virus, sedangkan pilek cenderung berkembang perlahan selama beberapa hari.

Pada sebagian pasien, terutama anak-anak, flu juga dapat disertai mual, muntah, atau diare. Dalam kasus yang lebih berat, gejala dapat memburuk dengan cepat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini kerap membuat infeksi influenza terasa lebih berat dibanding pilek biasa.

Obat-obatan yang digunakan

Seorang perempuan terkena flu.
ilustrasi flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Para ahli menekankan bahwa tidak ada obat instan untuk flu, termasuk super flu. Namun, pengobatan dini dapat secara signifikan mengurangi keparahan dan durasi gejala. Obat antivirus seperti oseltamivir menjadi pilihan utama dan paling efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul. Terapi ini terbukti dapat memperpendek durasi gejala sekitar 12 hingga 24 jam dan menurunkan risiko komplikasi, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Selain antivirus, penanganan flu juga mencakup perawatan suportif, seperti penggunaan obat penurun demam dan pereda nyeri untuk mengatasi ketidaknyamanan, istirahat yang cukup, serta menjaga asupan cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Obat batuk atau dekongestan dapat digunakan bila diperlukan, sesuai dengan kondisi pasien.

Penting untuk mendapatkan vaksin flu tahunan

Vaksin flu tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian dampak flu. Dibutuhkan sekitar 10 hingga 14 hari setelah vaksinasi untuk membentuk respons imun. Meski vaksin flu musim ini tidak sepenuhnya sesuai dengan varian H3N2 subclade K yang dominan, tetapi vaksin tetap memberi perlindungan yang baik terhadap strain influenza lain seperti H1N1 dan membantu mengurangi risiko penyakit berat akibat varian yang beredar.

Para pakar menegaskan bahwa super flu bukanlah virus baru. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan situasi ketika infeksi influenza menyebar dengan cepat di masyarakat, menyebabkan gejala yang terasa lebih berat, atau berdampak lebih luas karena faktor-faktor seperti rendahnya kekebalan populasi, keterlambatan pengobatan, kurangnya cakupan vaksinasi, atau infeksi ganda dengan virus lain seperti RSV dan COVID-19.

Data epidemiologi menunjukkan bahwa flu tetap merupakan penyakit yang berpotensi serius. Flu tidak boleh dianggap sepele. Pencegahan serta pengobatan dini menjadi kunci untuk menekan dampaknya.

Referensi

"Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K Tidak Lebih Parah, Situasi Nasional Terkendali". Kemenkes. Diakses Januari 2026.

"This ‘super flu’ could cause widespread serious illness, health experts say". Northeastern Global News. Diakses Januari 2026.

"“Super Flu” Explained: Symptoms, Treatment, and When to Get Care". Afcurgentcare. Diakses Januari 2026.

"What to know about the "super flu" and the unprecedented spike in flu cases". Axios. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Ternyata Begini Cara Bayi Bernapas di Dalam Kandungan

02 Jan 2026, 21:54 WIBHealth
Ilustrasi virus.

Apa Penyebab Super Flu?

02 Jan 2026, 15:06 WIBHealth