Selama ini, vaksin human papillomavirus (HPV) sering kali cuma dikaitkan dengan perempuan, terutama untuk mencegah kanker serviks. Padahal, pemahaman ini tidak sepenuhnya tepat. Laki-laki juga berisiko terinfeksi HPV dan dapat mengalami berbagai penyakit serius akibat virus ini.
Dalam acara Kelas Jurnalis 2026 pada Selasa (21/4/2026) oleh MSD Indonesia di Jakarta, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, M.A, menegaskan bahwa HPV tidak mengenal gender. Artinya, upaya pencegahan melalui vaksinasi seharusnya tidak hanya ditujukan bagi perempuan, tetapi juga laki-laki.
Seiring meningkatnya kesadaran akan dampak HPV pada laki-laki, penting untuk memahami mengapa vaksin HPV juga menjadi investasi kesehatan yang krusial bagi mereka.
