Taito Kitano and Sayaka Yoshida, “Nine-Valent Human Papillomavirus Vaccination and Related Cancers in Males,” JAMA Oncology, April 9, 2026, https://doi.org/10.1001/jamaoncol.2026.0496.
"New research highlights strong benefits of HPV vaccines beyond cervical cancer." CIDRAP. Diakses April 2026.
Victor Adekanmbi et al., “Human Papillomavirus Vaccination and Human Papillomavirus–Related Cancer Rates,” JAMA Network Open 7, no. 9 (September 5, 2024): e2431807, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.31807.
“HPV and Cancer.” Centers for Disease Control and Prevention. Diakses April 2026.
“Study Shows HPV Immunization Lowers Risk of Developing Cancer.” American Cancer Society. Diakses April 2026.
Xuan Quy Luu et al., “Cervical Cancer Screening, HPV Vaccination, and Cervical Cancer Elimination,” JAMA Network Open 8, no. 8 (August 12, 2025): e2526683, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2025.26683.
"One in three men worldwide are infected with genital human papillomavirus." World Health Organization. Diakses April 2026.
Studi: Risiko Kanker pada Pria Turun 50 Persen berkat Vaksin HPV

Studi baru menunjukkan vaksin HPV dapat menurunkan risiko kanker terkait HPV pada pria hingga sekitar 50 persen.
Perlindungan tidak hanya berlaku untuk kanker penis atau anus, tetapi juga kanker kepala-leher dan kerongkongan.
Temuan ini memperkuat pentingnya vaksin HPV untuk anak laki-laki dan perempuan, idealnya sebelum aktif secara seksual.
Vaksin human papillomavirus (HPV) lebih sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Bukan tanpa alasan, karena hampir semua kampanye vaksin HPV memang fokus pada perempuan dan remaja putri.
Sayangnya, virus HPV sebenarnya tidak pilih-pilih jenis kelamin. Virus ini dapat menginfeksi siapa pun yang pernah melakukan kontak seksual, termasuk pria. Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, penis, tenggorokan, kepala-leher, vulva, vagina, dan kutil kelamin.
Studi besar terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology menunjukkan bahwa vaksin HPV juga memberi perlindungan yang besar pada pria. Dalam penelitian itu, pria usia 9–26 tahun yang menerima vaksin HPV 9-valent memiliki risiko sekitar 46 persen lebih rendah mengalami kanker terkait HPV dibanding mereka yang tidak divaksinasi.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 615 ribu pria yang mendapat vaksin dan lebih dari 2,2 juta pria yang tidak divaksinasi. Setelah penyesuaian statistik, para peneliti membandingkan 510.260 pria yang divaksinasi dengan jumlah yang sama pada kelompok tanpa vaksin. Hasilnya, kelompok yang divaksinasi memiliki risiko jauh lebih rendah mengalami kanker kepala dan leher, kanker esofagus, kanker anus, dan kanker penis.
Yang menarik, manfaat ini terlihat baik pada kelompok usia 9–14 tahun maupun 15–26 tahun. Pada anak laki-laki dan remaja yang divaksinasi pada usia yang lebih muda, risiko kanker turun sekitar 42 persen. Sementara pada kelompok usia 15–26 tahun, risikonya turun sekitar 50 persen. Artinya, vaksin tetap bermanfaat bahkan jika diberikan saat remaja akhir atau dewasa muda.
Table of Content
HPV bisa menyebabkan banyak jenis kanker pada pria
Secara global, HPV termasuk salah satu infeksi menular seksual paling umum di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup. Studi global juga menemukan bahwa hampir 1 dari 3 pria di dunia berusia di atas 15 tahun terinfeksi setidaknya satu tipe HPV genital, dan sekitar 1 dari 5 terinfeksi tipe HPV risiko tinggi yang berkaitan dengan kanker.
Selain itu, HPV diperkirakan menyebabkan sekitar 620 ribu kasus kanker pada perempuan dan 70 ribu kasus kanker pada pria di seluruh dunia pada 2019.
Sebagian besar infeksi HPV memang bisa hilang sendiri karena dibersihkan oleh sistem imun. Namun, pada sebagian kecil orang, virus ini menetap dalam tubuh selama bertahun-tahun dan perlahan menyebabkan perubahan sel yang bisa berkembang menjadi kanker.
Selama ini, perhatian terhadap HPV pada pria sering kalah besar dibanding perempuan. Padahal, HPV menyebabkan sebagian besar kanker anus dan penis, serta banyak kasus kanker tenggorokan dan kepala-leher pada pria. Bahkan, kanker kepala-leher terkait HPV kini menjadi salah satu kanker yang paling cepat meningkat pada pria di beberapa negara.
Berbeda dengan kanker serviks yang bisa dideteksi lebih awal lewat Pap smear atau tes HPV, kanker kepala-leher dan kanker anus pada pria sering kali baru diketahui setelah gejalanya cukup berat. Misalnya muncul nyeri, benjolan, sulit menelan, suara serak, atau perdarahan. Pada tahap ini, kanker biasanya sudah lebih besar dan lebih susah diobati.
Itulah sebabnya banyak ahli menilai vaksin HPV bisa membawa perubahan besar untuk kanker pada pria. Sebab, untuk sebagian besar kanker terkait HPV selain kanker serviks, belum ada program skrining rutin yang efektif. Pencegahan melalui vaksin menjadi strategi yang paling masuk akal.
Makin cepat divaksinasi, perlindungannya makin besar

Vaksin HPV bekerja paling baik jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus, yaitu sebelum aktif secara seksual. Karena itu, banyak negara merekomendasikan vaksin HPV pada usia 11–12 tahun, meski vaksin bisa diberikan mulai usia 9 tahun.
Vaksin HPV generasi terbaru melindungi terhadap sembilan tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker. Tipe-tipe ini diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar 90 persen kasus kanker serviks dan sebagian besar kanker terkait HPV lainnya.
Manfaat vaksin juga tampaknya bertahan dalam jangka panjang. Studi lain menunjukkan bahwa perempuan yang menerima vaksin HPV sebelum usia 17 tahun memiliki risiko kanker serviks hingga sekitar 79 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak divaksinasi. Perlindungan ini bertahan hingga lebih dari satu dekade tanpa tanda-tanda penurunan efektivitas.
Meski begitu, di banyak negara, cakupan vaksin HPV masih belum optimal. Selain itu, banyak pula orang tua yang masih menganggap vaksin ini hanya penting untuk anak perempuan. Belum lagi maraknya mitos seputar vaksin yang membuat orang tua enggan memberikan vaksin HPV kepada anaknya.
Padahal, temuan terbaru ini memperkuat pesan bahwa vaksin HPV penting baik bagi perempuan maupun laki-laki. Dan, makin luas cakupan vaksinasi, makin besar pula peluang menurunkan beban kanker terkait HPV di masa depan.
Referensi















![[QUIZ] Dari Bentuk Fesesmu, Kami Bisa Tahu Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20240130/10-9f789ea3d6b3618e22708cc779025bd6.jpg)


![[QUIZ] Berdasarkan Karaktermu, Kami Tahu Jenis Temperamen Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230619/andrew-seaman-4fi-4q6-efm-unsplash-96c94761e11f8e3a0b97b10605ab9f86.jpg)