Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bisul Muncul di Selangkangan? Ini Jawabannya

Kenapa Bisul Muncul di Selangkangan? Ini Jawabannya
ilustrasi bisul di selangkangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Intinya Sih
  • Bisul di selangkangan umumnya disebabkan infeksi bakteri pada folikel rambut.

  • Area lembap, gesekan, dan kebersihan berperan besar dalam pemicunya.

  • Beberapa kondisi medis seperti diabetes dapat meningkatkan risiko.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Area selangkangan termasuk bagian tubuh yang sering terlupakan dalam perawatan sehari-hari, padahal justru menjadi salah satu area paling rentan mengalami masalah kulit. Lingkungan yang hangat, lembap, dan sering mengalami gesekan menjadikannya tempat ideal bagi bakteri berkembang.

Ketika muncul bisul di selangkangan, rasa nyerinya bisa mengganggu aktivitas, mulai dari berjalan, duduk, hingga olahraga. Tidak sedikit yang menganggapnya sepele, padahal kondisi ini bisa berulang jika penyebabnya tidak dikenali dengan baik.

Memahami kenapa bisul bisa muncul di selangkangan adalah langkah penting untuk mencegahnya muncul lagi.

Table of Content

1. Infeksi bakteri pada folikel rambut

1. Infeksi bakteri pada folikel rambut

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, yang masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar minyak.

Bakteri ini bisa hidup di kulit tanpa menimbulkan masalah, tetapi dapat menyebabkan infeksi ketika masuk melalui luka kecil. Ketika infeksi terjadi, tubuh merespons dengan peradangan, menghasilkan benjolan merah berisi nanah yang terasa nyeri.

2. Gesekan kulit yang berulang

Lari mengenakan celana ketat.
ilustrasi lari mengenakan celana ketat (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Selangkangan adalah area dengan gesekan tinggi, baik dari pakaian, aktivitas berjalan, maupun olahraga. Gesekan ini dapat menyebabkan iritasi mikro pada kulit yang tidak terlihat.

Iritasi akibat gesekan dapat merusak lapisan pelindung kulit dan mempermudah bakteri masuk. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang aktif bergerak atau menggunakan pakaian ketat.

3. Kelembapan berlebih dan keringat

Lingkungan lembap mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur. Selangkangan yang sering berkeringat, terutama di iklim tropis, menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme berkembang.

Kelembapan berlebih meningkatkan risiko infeksi kulit, termasuk bisul. Jika tidak segera dibersihkan atau dikeringkan, kondisi ini dapat memperparah iritasi dan infeksi.

4. Kebersihan kulit yang kurang optimal

Ilustrasi mandi di bawah pancuran.
ilustrasi mandi (pexels.com/Sergey Torbik)

Kebersihan yang kurang terjaga dapat meningkatkan jumlah bakteri di permukaan kulit. Namun, penting dipahami bahwa bukan hanya jarang mandi, tetapi juga cara membersihkan yang kurang tepat (misalnya tidak mengeringkan area lipatan) bisa menjadi faktor risiko.

Menjaga kebersihan dan mengeringkan area lipatan tubuh adalah langkah penting mencegah infeksi kulit.

5. Mencukur tanpa teknik yang tepat

Mencukur atau waxing di area selangkangan bisa menyebabkan luka kecil atau rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair). Luka mikro ini menjadi pintu masuk bagi bakteri.

Selain itu, rambut yang tumbuh ke dalam dapat memicu peradangan yang menyerupai bisul.

6. Sistem imun yang menurun

Bisul di ketiak.
ilustrasi bisul (© DermNet — Boil in axilla)

Ketika daya tahan tubuh menurun, tubuh lebih sulit melawan infeksi, termasuk infeksi bakteri pada kulit.

Kondisi seperti diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi kulit berulang. Ini menjelaskan mengapa sebagian orang mengalami bisul yang sering kambuh.

7. Kondisi kulit tertentu seperti hidradenitis suppurativa

Tidak semua benjolan di selangkangan adalah bisul biasa. Dalam beberapa kasus, bisa terkait dengan kondisi kronis seperti hidradenitis suppurativa.

Kondisi ini ditandai dengan benjolan nyeri berulang di area lipatan tubuh, termasuk selangkangan. Hidradenitis suppurativa memerlukan penanganan medis khusus karena sifatnya kronis dan bisa memburuk.

Kombinasi antara kelembapan, gesekan, dan bakteri membuat area selangkangan rentan mengalami infeksi, termasuk bisul. Tanpa penanganan yang tepat, bisul bisa berulang dan makin mengganggu kualitas hidup.

Cegah dengan selalu menjaga kebersihan, memilih pakaian yang nyaman, hingga memperhatikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika bisul sering muncul atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya temui dokter.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “Staph Infections.” Diakses Maret 2026.

American Academy of Dermatology. “Folliculitis and Boils.” Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles.” Diakses Maret 2026.

National Health Service. “Boils.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Diabetes and Skin Conditions.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. “Hidradenitis Suppurativa.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More