Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penyebab Sariawan di Bibir, Cek Pemicu dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sariawan di Bibir, Cek Pemicu dan Cara Mengatasinya
ilustrasi sariawan (freepik.com/freepik)
  • Sariawan di bibir umumnya sembuh sendiri, tetapi dapat dipicu cedera, iritasi rokok, stres, perubahan hormon, hingga kekurangan nutrisi.

  • Keluhan dapat diredakan dengan kumur air garam hangat, cukup minum, menjaga kebersihan mulut secara lembut, serta menghindari makanan pemicu.

  • Untuk sariawan pada kasus berat dapat memerlukan obat dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
drg. I.B Pramana Putra Manuaba, Sp.PM

Sariawan di bibir bisa terasa mengganggu, terutama ketika makan, minum, atau berbicara. Kondisi ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi rasa perih yang muncul terkadang membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

Ada berbagai penyebab pendukung terjadinya sariawan di bibir, mulai dari luka atau iritasi hingga stres dan kekurangan nutrisi. Untuk memahami penyebab lengkap, cara mengatasi, hingga cara mencegahnya, simak penjelasan berikut.

  1. 1. Penyebab sariawan di bibir

    Sariawan di bibir dapat muncul karena berbagai faktor. Beberapa hal yang dapat memicu sariawan di bibir dan masih bisa dihindari atau dikurangi, antara lain:

    • Cedera ringan pada mulut, seperti tidak sengaja menggigit bibir atau mengalami luka akibat makanan yang keras
    • Luka bakar dari makanan atau minuman panas
    • Kawat gigi, gigi tajam, atau tambalan yang kasar yang terus bergesekan dengan bibir dan bagian dalam mulut
    • Menyikat gigi terlalu keras sehingga menyebabkan iritasi atau luka pada jaringan mulut
    • Penggunaan pasta gigi yang terlalu keras atau abrasif
    • Mengonsumsi terlalu banyak makanan asam atau asin, seperti jeruk, nanas, dan stroberi yang dapat mengiritasi area mulut
    • Merokok atau mengunyah tembakau.

    Selain faktor yang dapat dikontrol, sariawan juga bisa dipicu oleh kondisi tertentu yang tidak selalu dapat dicegah seperti:

    • Perubahan hormon, misalnya yang terjadi selama menstruasi atau kehamilan
    • Stres, kecemasan, kelelahan, atau kurang tidur
    • Kekurangan vitamin atau mineral, termasuk zat besi, zinc, asam folat, serta vitamin B dan D
    • Faktor genetik
    • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti beberapa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), beta blocker, dan antibiotik
    • Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu
    • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, penyakit tangan, kaki, dan mulut, serta kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah.
    • Berhenti merokok.

  2. 2. Cara mengatasi sariawan di bibir

    Cara mengatasi sariawan di bibir
    ilustrasi sariawan (flickr.com/ryoki)

    Sebagian besar sariawan di bibir dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan, seperti:

    • Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
    • Minum cukup air
    • Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara perlahan menggunakan sikat gigi berbulu lembut
    • Menghindari makanan pedas, asam, dan asin yang dapat mengiritasi sariawan dan membuat rasa perih semakin parah
    • Menghindari makanan keras dan renyah, seperti keripik atau roti yang bertekstur kasar
    • Membiarkan makanan dan minuman panas menjadi lebih dingin sebelum dikonsumsi
    • Mengonsumsi minuman dingin, misalnya dengan menggunakan sedotan, untuk membantu mengurangi rasa nyeri
    • Menggunakan gel sariawan yang dijual bebas.

    Jika sariawan terasa parah, menetap, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat memberikan beberapa jenis pengobatan. Berikut yang umumnya dilakukan atau berikan:

    • Obat steroid yang dapat diberikan dalam bentuk obat semprot, tablet yang dilarutkan di mulut, atau tablet yang dilarutkan dalam air
    • Obat pereda nyeri, seperti gel, salep, semprotan, atau obat minum untuk membantu mengurangi rasa sakit
    • Obat kumur tertentu yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan kuman di dalam mulut
    • Obat penekan sistem imun, biasanya dipertimbangkan untuk kasus sariawan yang berat dan memerlukan penanganan khusus.

  3. 3. Cara mencegah sariawan di bibir

    Kebiasaan sehari-hari ternyata dapat memengaruhi risiko munculnya sariawan di bibir. Untuk menguranginya, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

    • Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
    • Menggunakan sikat gigi berbulu lembut agar jaringan di dalam mulut tidak mudah mengalami iritasi atau luka
    • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama buah dan sayuran segar
    • Membatasi makanan asam, asin, dan pedas yang dapat mengiritasi lapisan mulut dan memicu rasa perih
    • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan beristirahat, melakukan relaksasi, atau meditasi
    • Mencukupi kebutuhan tidur
    • Menghindari rokok
    • Memilih pasta gigi bebas SLS jika sariawan sering kambuh karena Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dapat memicu atau memperparah sariawan pada sebagian orang
    • Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin
    • Melindungi mulut dari iritasi fisik, misalnya dengan menggunakan wax pada kawat gigi atau memperbaiki gigi palsu yang tidak pas dan bagian gigi yang tajam
    • Mengatasi kekurangan vitamin atau mineral seperti vitamin B12, folat, dan zat besi setelah berkonsultasi dengan dokter
    • Menangani kondisi kesehatan yang mendasari, terutama jika sariawan sering muncul akibat kekurangan nutrisi atau kondisi medis tertentu.

  4. 4. Kapan harus ke dokter?

     Kapan harus ke dokter saat sariawan
    ilustrasi dokter gigi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Sariawan biasanya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan dan akan membaik dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan ke dokter, terutama jika sariawan memiliki ciri yang tidak biasa, seperti:

    • Sariawan tidak kunjung sembuh selama tiga minggu atau lebih
    • Sariawan baru muncul sebelum luka sebelumnya sembuh, sehingga terus berulang
    • Ukuran sariawan lebih besar dari biasanya atau bentuk dan lokasinya berbeda dari sariawan yang pernah dialami
    • Sariawan muncul di bagian luar bibir, bukan hanya di dalam mulut
    • Rasa sakit semakin parah atau tidak membaik meskipun sudah menggunakan obat pereda nyeri
    • Sariawan berdarah, semakin merah, atau membengkak, yang dapat menjadi tanda infeksi
    • Sariawan tidak terasa sakit, tetapi tidak kunjung sembuh
    • Sariawan disertai demam atau diare yang berlangsung lama
    • Sariawan juga muncul di bagian tubuh lain, seperti kulit atau area genital
    • Muncul nyeri atau pembengkakan pada sendi bersamaan dengan sariawan.

    Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan darah mungkin diperlukan jika dicurigai adanya kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B. Sementara itu, biopsi dapat dilakukan jika sariawan menetap dan tidak merespons pengobatan untuk memastikan penyebabnya.

    Itulah penjelasan penyebab sariawan di bibir, cara mengatasi, hingga langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

    Referensi

    “Mouth Ulcer”. Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2026.
    “Mouth Ulcers”. Welbeck. Diakses Agustus 2026.
    “Mouth Ulcers”. NHS. Diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More